Category Archives: Materi Pelajaran

Logam Berat, apa itu?

Logam berat umumnya didefinisikan sebagai logam dengan relatif tinggi kepadatan , berat atom , atau nomor atom . Kriteria yang digunakan, dan apakah metaloid disertakan, bervariasi tergantung pada penulis dan konteks. Dalam metalurgi , misalnya, logam berat dapat didefinisikan atas dasar kepadatan, sedangkan dalam fisika kriteria yang membedakan mungkin nomor atom, sedangkan seorang ahli kimia […]

Sabun.. ada yang jarang mandi?

Dalam kimia , sabun adalah garam dari asam lemak . Rumah Tangga menggunakan untuk sabun termasuk mencuci , mandi , dan jenis-jenis rumah tangga , di mana sabun bertindak sebagai surfaktan , pengemulsi minyak untuk memungkinkan mereka untuk terbawa oleh air. Dalam industri mereka juga digunakan dalam berputar tekstil dan merupakan komponen penting dari beberapa […]

Semanis gula? :)

Gula adalah nama umum untuk manis, rantai pendek, karbohidrat larut , banyak yang digunakan dalam makanan. Mereka terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Ada berbagai jenis gula yang berasal dari sumber yang berbeda. Gula sederhana yang disebut monosakarida dan termasuk glukosa (juga dikenal sebagai dekstrosa), fruktosa , dan galaktosa . Gula pasir yang paling lazim […]

Penyetaraan reaksi? hmmm

Sebuah persamaan kimia adalah representasi simbolis tertulis dari reaksi kimia. Reaktan kimia diberikan pada sisi kiri dan kimia produk di sisi kanan. Hukum kekekalan massa berlaku sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dihancurkan dalam reaksi kimia, sehingga jumlah atom yang hadir dalam reaktan harus menyeimbangkan jumlah atom yang hadir dalam produk. nah bagaimana sih cara […]

Melakukan Pengukuran pH Secara Langsung

​Sebelumnya kita review dulu yuk tentang derajat keasaman atau lebih dikenal dengan pH. pH atau derajat keasaman digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman (atau ke basaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Yang dimaksudkan “keasaman” di sini adalah konsentrasi ion hidrogen(H+) dalam pelarut air. Nilai pH berkisar dari 0 hingga 14. Suatu larutan dikatakan netralapabila memiliki nilai […]

Bagaimana Menentukan Pelarut yang Tepat?

​Reaksi kimia tidak terlepas dari penggunaan larutan. Larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut (solvent) pada umumnya adalah zat yang berada pada larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya dianggap sebagai zat terlarut (solute). Pelarut adalah media untuk proses ionisasi yang memiliki sifat dan itu adalah sifat dasar dari setiap jenis […]

Efek Fotolistrik Pendukung Teori Kuantum Max Planck

​Salah satu fakta yang mendukung teori kuantum Max Planck, yaitu efek fotolostrik. Fotolistrik adalah listrik yang diinduksi oleh cahaya (foton). Ada sebuah alat yang digunakan untuk menunjukkan efek fotolistrik. Alat tersebut terdiri dari sepasang elektroda (katoda dan anoda) yang ditempatkan dalam ruang hampa, sebuah tabung foto, yaitu sumber radiasi yang diarahkan ke permukaan katoda,  serta […]

Pengaruh Suhu dan Katalis pada Asas Le Chatelier

​Sesuai dengan asas Le Chatelier, jika suatu sistem kesetimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem adalah menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi eksoterm. Mari kita coba menganalisis pengaruh suhu pada kesetimbangan. Ditentukan reaksi kesetimbangan: (1) N2(g) + […]

Pengaruh Komponen Padatan dan Cairan Murni pada Asas Le Chatelier

​Penambahan atau pengurangan komponen yang berupa padatan atau cairan murni tidak mempengaruhi kesetimbangan. Hal ini dapat dipahami sebagai berikut. Penambahan komponen yang berupa larutan atau gas akan berpengaruh pada kerapatan antar partikel dalam campuran. Jika suatu komponen gas atau larutan ditambahkan, maka konsentrasi meningkat, sehingga sistem bereaksi untuk mengurangi konsentrasi. Jika yang ditambahkan berupa padatan […]

Hati-hati Berkutat dengan Asam Sulfat

​Sifat-sifat asam sulfat yang korosif diperburuk oleh reaksi eksotermiknya dengan air. Luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk daripada luka bakar akibat asam kuat lainnya, hal ini dikarenakan adanya tambahan kerusakan jaringan dikarenakan dehidrasi dan kerusakan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sulfat dengan air. Asam sulfat dianggap tidak beracun selain bahaya […]