Posted on 1 Comment

Yuk, Bahas Kimia Dalam Stalagmit dan Stalaktit Di Gua Gong!

Fenomena alam sangat beragam bentuknya, dengan keindahan yang sangat mengagumkan. Salah satu yang menarik perhatian pada pembahasan kali ini yaitu Gua Gong yang ada di Pacitan, Jawa Timur. Gua tersebut memiliki batu-batuan menonjol yang lancip bagian atasnya dan juga bebatuan dari atas yang lancip bagian bawahnya. Ternyata, obyek bebatuan yang seperti itu terbentuk karena adanya aktifitas kimia loh! Selengkapnya simak pembahasan berikut ini.

Bebatuan yang terbentuk tersebut disebut stalagmit dan stalaktit. Stalaktit adalah jenis mineral sekunder yang terlatak di bagian atas gua (langit-langit gua) yang menjulang ke bawah dan memiliki tekstur keras. Sedangkan stalagmit merupakan batuan di dasar gua (lantai gua) yang menjulang ke atas.

Continue reading Yuk, Bahas Kimia Dalam Stalagmit dan Stalaktit Di Gua Gong!

Posted on Leave a comment

Pembuatan Sabun Transparan

Hai sahabat bisakimia😁

Dalam kehidupan sehari-hari, kita rutin menggunakan sabun sebagai media pembersih dari kuman dan virus. Banyak jenis sabun yang ada saat ini, salah satunya adalah sabun transparan. Keunggulan sabun transparan dari sabun padat pada umumnya adalah, ph nya yang stabil sehingga dapat digunakan langsung pada kulit wajah, mau tau bagaimana cara Pembuatan Sabun Transparan? Ayo simak penjelasan berikut.

A. Bahan Pembuatan Sabun Transparan

1. Bahan baku utama
• Vco/co
• NaOH
2. Bahan tambahan
• Asam stearat
• Alkohol murni (98%)
• Larutan gula
• Gliserin
• Pewarna
• Pewangi

B. Fungsi Bahan

1. Vco ➡ Sebagai sumber asam laurat
2. NaOH ➡ Sebagai penetralisir asam
3. Asam stearat ➡ Sebagai pengeras sabun dan penstabil busa
4. Etanol ➡ Sebagai pelarut
5. Larutan Gula ➡ Membantu terbentuknya transparansi pada sabun dan membantu perkembangan kristal pada sabun
6. Gliserin ➡ Sebagai humektan dan pelembab pada kulit
7. Pewarna ➡ Menjadikan sabun lebih menarik atau indah
8. Pewangi ➡ Memberikan efek wangi pada sabun.

C. Formula Bahan

Continue reading Pembuatan Sabun Transparan

Posted on Leave a comment

MENJAGA BUMI DENGAN HEMAT LISTRIK

MENJAGA BUMI DENGAN HEMAT LISTRIK

“Kalau selesai ngecas handphone, dicabut ya chargernya!”,
“Udah siang masih aja nyalain lampu, matikan dong!”,
“Kalau nggak nonton, mending dimatikan televisinya!”,

Banyak banget himbauan buat menghemat energi loh, terutama energi listrik. Mengapa, sih? Apakah benar menjaga bumi dengan hemat listrik ?

Yuk kita bahas!!

Seiring perkembangan zaman, listrik semakin menjadi konsumsi mendasar bagi masyarakat. Berbagai macam alat elektronik yang kita gunakan setiap harinya, seperti televisi, handphone, komputer/laptop, kulkas, lampu, bahkan air conditioner/AC membutuhkan listrik sebagai sumber energi.

APA ITU LISTRIK?

Istilah listrik (bahasa Inggris: electricity) berasal dari kata elektron yang dalam bahasa Yunani berarti batu ambar. Listrik dapat didefinisikan sebagai elektron yang mengalir pada sebuah penghantar (konduktor) dalam suatu rangkaian.

Listrik = aliran atau pergerakan elektron

(Baca juga Mengubah Polusi Menjadi Energi Listrik ) Continue reading MENJAGA BUMI DENGAN HEMAT LISTRIK

Posted on Leave a comment

KIMIA DAN LINGKUNGAN: Rekam Jejak CFC dan Ozon

kimia dan lingkungan

Hai semua. Salah satu masalah pencemaran kimia dan lingkungan yang sangat menonjol adalah adanya penipisan lapisan ozon.

Penipisan ozon pertama kali ditemukan di stratosfer sekitar sepuluh kilometer di atas Antartika oleh ilmuwan dari British Antarctic Survey (Inggris), Joseph Charles Farman.

KIMIA DAN LINGKUNGAN

J.C. Farman atau Joe Farman mempublikasikan penemuan lubang ozon bersama dua rekannya, Brian Gardiner dan Jon Shanklin dalam jurnal Nature pada 16 Mei 1985.

Fakta menakjubkannya, pada 25 Maret 2020, sebuah makalah ilmiah karya salah seorang peneliti dari University of Colorado, Antara Banerjee, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menyebutkan bahwa lubang ozon di atas Antartika mengalami pemulihan (mulai menutup). Continue reading KIMIA DAN LINGKUNGAN: Rekam Jejak CFC dan Ozon

Posted on 2 Comments

PROGRAM LANGIT BIRU: Mengapa Timbal Pada Bensin Dilarang?

Mengapa Timbal Pada Bensin Dilarang

“Program langit biru merupakan program yang bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor”. Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Darat, Ir. Iskandar Abubakar, M.Sc saat membuka seminar bertema Pengendalian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, tanggal 31 Mei 2005, di Ruang Mataram kantor pusat Departemen Perhubungan.

Pelaksanaan program langit biru sebenarnya telah dicanangkan pertama kali pada 6 Agustus 1996 di Semarang oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup. Program langit biru bertujuan mengendalikan pencemaran udara, khususnya pencemaran gas buang kendaraan bermotor. Salah satu pelaksanaannya adalah penggunaan bahan bakar bensin bebas timbal.

(baca juga Logam Berat, apa itu?)

Mengapa penggunaan timbal pada bensin dilarang?

Yuk kita bahas!

Istilah bensin sudah seringkali kita dengar, bukan? Bensin sangat populer di masyarakat karena banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Bensin atau gasoline adalah salah satu produk hasil penyulingan minyak bumi yang terdiri dari alkana rantai lurus. Dalam mesin motor bakar, bensin dengan kadar alkana rantai lurus tinggi sangat mudah terbakar sehingga menimbulkan ketukan (knocking).

Ketukan tersebut dapat menyebabkan kerasnya getaran mesin dan mesin menjadi sangat panas sehingga dapat menyebabkan kerusakan dan membuat mesin tidak beroperasi secara efisien. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa bensin dengan alkana rantai lurus menghasilkan efisiensi pembakaran kurang baik.

Efisiensi suatu bensin dinyatakan dengan bilangan oktan. Bilangan oktan ini menunjukkan perbandingan komposisi antara alkana rantai lurus (normal-heptana atau n-heptana) dan alkana rantai bercabang (isooktana). Kedua senyawa ini merupakan sebagian senyawa yang terdapat dalam bensin. Isooktana memberikan ketukan paling sedikit, diberi nilai oktan 100. Sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan sangat tinggi, dan diberi nilai oktan 0.

Bilangan oktan: 0-100

n-heptana: 0

Isooktana: 100

Misalkan suatu campuran yang terdiri dari 75% isooktana dan 25% n-heptana mempunyai nilai oktan sebesar:

(75/100 ×100) + (25/100 × 0) = 75

Bensin dengan nilai oktan tinggi memiliki kualitas yang lebih baik, karena jumlah ketukan yang dihasilkan lebih sedikit.

Salah satu jenis bensin di Indonesia, misalnya pertalite mempunyai nilai oktan 90, ini berarti efisiensi pertalite atau jumlah ketukan yang dihasilkan setara dengan campuran 90% isooktana dan 10% n-heptana.

Nah, untuk mempertinggi efisiensi suatu bensin dapat ditambahkan zat aditif, yaitu Tetra Ethyl Lead (TEL) atau Pb(C2H5)4.

Penambahan 2-3 mL TEL ke dalam galon bensin, dapat menaikkan nilai oktan 15 poin sehingga dapat mengurangi ketukan yang ditimbulkan oleh bensin pada mesin. Namun, penggunaan TEL pada bensin juga memberikan dampak negatif. Di antaranya adalah menghasilkan partikulat (partikel halus atau jelaga) Pb dari knalpot yang mengakibatkan pencemaran udara.

Partikulat Pb sangat berbahaya jika masuk dalam tubuh dan terakumulasi dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, gigi rapuh, kerusakan tulang belakang, terhambatnya kerja enzim, dan terganggunya pembentukan hemoglobin (Hb) dalam darah.

Agar kadar Pb di udara tidak terlalu tinggi, maka pemakaian TEL harus dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Bahkan, penggunaan TEL di negara maju, seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia dan sebagian negara sedang berkembang sudah dilarang. Untuk mengganti TEL digunakan MTBE.

Methyl tertiary Buthyl Ether (MTBE) adalah senyawa organik yang tidak mengandung logam dan tidak membentuk senyawa peroksida yang berbahaya bagi lingkungan. MTBE juga memiliki sifat-sifat pencampuran yang baik dengan bensin. Kisaran angka oktan MTBE yang tinggi, yaitu 116 – 118 RON (Reaserch Octane Number) menjadikan MTBE sangat baik untuk digunakan sebagai peningkat angka oktan (octane booster). Selain itu, MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas dan mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan CO.

Bahan Alternatif

Selain MTBE, alternatif yang pernah dicoba penggunaannya adalah etil tersier butil eter (ETBE) dan tersier-amil metil eter (TAME).

Terlepas dari penggunaan timbal (Pb) dan bukan timbal, bensin tetap merupakan penyebab polusi udara terbesar karena merupakan sumber utama gas CO2. Oleh karenanya, berpikir dan bertindak bijak dalam penggunaan kendaraan bermotor penting diterapkan. Misalnya, kalau jarak tempuh dekat, kita tidak harus selalu menggunakan kendaraan bermotor, dapat juga ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Ingat, kita sebagai manusia bumi punya peran yang sama, yaitu menjaga bumi, lingkungan tempat tinggal kita. Many ways to be more eco-friendly, salah satu caranya yaitu meminimalisir terjadinya pencemaran, baik itu pencemaran tanah, air, maupun udara.

Sekian ya pembahasan mengenai PROGRAM LANGIT BIRU: Mengapa Timbal Pada Bensin Dilarang?. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian, terimakasih.

Posted on Leave a comment

Eco Enzyme: Mudah dan Nol Rupiah

Eco Enzyme: Mudah dan Nol Rupiah

Di indonesia, sampah menjadi suatu masalah sekaligus bisa jadi berkah. disini kita akan membahas tentang Eco Enzyme: Mudah dan Nol Rupiah

Wah hebat yaa..

Sampah menjadi masalah apabila tidak ditangani dengan baik. Permasalahan sampah ini tidak bisa hanya ditangani oleh suatu lembaga tertentu, tetapi yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat akan sampah tersebut.  Kesadaran akan sampah inilah yang akan menebarkan berkah dan manfaat dari sampah. Continue reading Eco Enzyme: Mudah dan Nol Rupiah

Posted on 2 Comments

Cara membuat tinta Spidol

Ada yang tahu Boardmaker? ya, boardmaker itu adalah Spidol. Kali ini BisaKimi mau memberi resep cara membuat tinta spidol. Jadi bagi yang mau mencoba membuat tinta spidol silahkan di coba.

Kenapa harus membuat tinta spidol?

Karena, jika anda tertarik untuk membuat tinta spidol sendiri, entah mau di pakai sendiri atau untuk usaha sampingan. Membuat tinta spidol sendiri  tidak ada salahnya dengan mempelajari beberapa bahan yang ada dan sudah ter-resep. Namun, mungkin anda susah mendapatkan bahan bakunya. Beberapa bahan baku untuk pembuatan tinta spidol mungkin tidak dijual di kota-kota kecil. Jadi harus usaha cari di kota lainnya ( yang cukup besar ).

baca juga : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Beberapa contoh formula atau resep untuk membuat sendiri tinta spidol :

  •  Resep tinta spidol formula 1 :

-Pigment Permenant : Red F4R = 3.0%
-Resin : vinylidene chloride = 2.0%
-Copolymer Solvent : methyl isobutyl ketone = 38.0%
-Methyl ethyl ketone = 45.0%
-Separating agent n-butyl stearate = 7.0%
-n-butylpalmitate = 2.0%
-Wax 115° F. paraffin = 3.0%
Drying-up time of 20 min.
  • Resep tinta spidol formula 2 :

-Pigment carbon black = 3.0%
-Resin vinyl chloride-vinyl acetate copolymer = 5.0%
-Solvent methyl isobutyl ketone = 45.0%
-Ethyl acetate = 36.0%
-Separating agent n-butyl stearate = 8.0%
-Wax125° F. paraffin = 3.0%
Drying-up time of 60 min.
  •  Resep tinta spidol formula 3 :

-Pigment carbon black = 3.0%
-Resin vinyl chloride-vinyl acetate copolymer = 5.0%
-Solvent methyl isobutyl ketone = 45.0%
-Ethyl acetate 38.5%
-Separating agent n-butyl stearate = 8.0%
-Wax135° F. paraffin = 0.5%
Drying-up time of 30 min.
  •  Resep tinta spidol formula 4 :

-Pigment carbon black = 3.0%
-Resin vinyl chloride-vinyl acetate copolymer = 5.0%
-Solvent methyl isobutyl ketone = 45.0%
-Ethyl acetate = 38.0%
-Separating agent n-butyl stearate = 8.0%
-Wax135° F. paraffin = 1.0%
Drying-up time of 45 min.
  •  Resep tinta spidol formula 5 :

-Pigment Permanent Red F4R = 3.0%
-Resin vinylidene chloride = 2.0%
-Copolymer Solvent methyl isobutyl ketone = 34.0%
-Methyl ethyl ketone = 40.0%
-Methoxybutanol = 2.0%
-n-butyl palmitate = 2.0%
-Wax α-olefin of mp. of 30-40° C. = 10.0%
Drying-up time of 20 min.
Sebagaimana disingung di atas, bahwa untuk membuat tinta Boardmaker ini semudah membuat secangkir kopi, tinggal mencampurkannya belaka.
Jadi peralatan yang dibutuhkan disini tidak macam-macam. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah wadah pencampur dan pengaduk.
Namun demikian, sangat disarankan digunakan wadah yang terbuat dari kaca, misal Beaker Glass, termasuk pengaduk kaca.