Posted on Leave a comment

Cis-Rose Oxide, Senyawa Kimia bernama Bunga

​Pada bunga mawar terdapat senyawa organik yang memiliki nama unik yaitu “cis- rose oxide”. Kalian bisa liat ada “rose” yang berarti mawar di dalam nama senyawa tersebut. Yah walaupun itu adalah nama trivialnya. 

Bagaimana dengan nama IUPACnya?

Senyawa organik yang memiliki rumus C10H18O nama IUPACnya adalah (2S,4R)-4-Methyl-2-(2-methyl-1-propen-1-yl)tetrahydro-2H-pyran.

Rose oxide ditemukan dalam elderberry hitam. Rose oxide  merupakan oksida bahan pewangi. Rose oxide berasal dari monocyclic monoterpen yang mengandung 1 cincin dalam rantai isoprena.

Senyawa ini memiliki cis dan trans-isomer, masing-masing dengan (+) – dan (-) – stereoisomer, tapi hanya (-) – cis isomer (bau ambang batas 0,5 ppb) bertanggung jawab untuk mawar khas (bunga hijau ) keharuman.

Rose oxide adalah senyawa kimia aromatik yang dapat ditemukan di mawar dan minyak mawar. Senyawa ini memberikan kontribusi untuk rasa beberapa buah-buahan, seperti leci, dan anggur, seperti Gewürztraminer.

Rose oxide dapat diproduksi industri dimulai dengan photooxygenation dari sitronelol untuk memberikan hidroperoksida allyl yang kemudian dikurangi dengan natrium sulfit untuk memberikan diol. Ring-penutupan dengan bentuk asam sulfat baik cis dan trans dalam jumlah yang sama.

Bagaimana penggunaan senyawa kimia rose oxide?

rose oxide biasa digunakan dalam body lotion (good), shampoo (very good), sabun (good), ap roll-on (good), bedak (very good), sitrat pembersih (poor), cleaner apc (very good), bleach (poor).

Kita lihat MSDSnya yuk!

Rose oxide berpotensi sebagai cairan flammable atau mudah menyala dan mengiritasi kulit, sebaiknya hindari area mata dan kulit. Gunakan sarung tangan dan pelindung muka.

Posted on Leave a comment

Hati-hati kalo ketemu tanaman ini

Mitragyna speciosa . (juga dikenal sebagai kratom atau ketum), adalah pohon cemara tropis di keluarga kopi ( Rubiaceae ) asli Asia Tenggara di Indochina dan Malaysia phytochoria (daerah raya). M. speciosa adalah adat untuk Thailand , Indonesia , dan Malaysia , Myanmar , dan Papua Nugini .

Continue reading Hati-hati kalo ketemu tanaman ini

Posted on 1 Comment

Pendahuluan tentang polimer

Sebuah polimer adalah molekul besar, atau makromolekul , terdiri dari banyak subunit berulang. Karena berbagai mereka properti, kedua polimer sintetis dan alami memainkan peran penting dan di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari. Polimer berkisar dari sintetis plastik seperti polistiren ke alam biopolimer seperti DNA dan protein yang penting untuk struktur biologis dan fungsi. Polimer, baik alam dan sintetis, dibuat melalui polimerisasi dari banyak molekul kecil, yang dikenal sebagai monomer . Mereka akibatnya besar massa molekul relatif terhadap molekul kecil senyawa menghasilkan sifat fisik yang unik, termasuk ketangguhan , viscoelasticity , dan kecenderungan untuk membentuk gelas dan semicrystalline struktur daripada kristal .

Continue reading Pendahuluan tentang polimer

Posted on Leave a comment

Ada yang pernah minum obat aspirin?

Aspirin, juga dikenal sebagai asam asetilsalisilat (ASA), adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri , demam , dan radang . kondisi peradangan khusus di mana ia digunakan termasuk penyakit Kawasaki , perikarditis , dan demam rematik . Aspirin diberikan tak lama setelah serangan jantung mengurangi risiko kematian. Aspirin juga digunakan jangka panjang untuk membantu mencegah serangan jantung, stroke , dan pembekuan darah pada orang yang berisiko tinggi. Aspirin juga dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker kolorektal . Untuk nyeri atau demam , efek biasanya dimulai dalam waktu 30 menit.

Continue reading Ada yang pernah minum obat aspirin?

Posted on Leave a comment

Apa Peran Pigmen dalam Cat?

​Tahukah kalian apa saja komposisi pembuatan cat?

Pada dasarnya pembuatan cat menggunakan teknologi yang berkaitan dengan teknologi kimia organik dan kimia polimer. Prosesnya dengan memanfaatkan kimia antar permukaan, kimia koloid, elektrokimia dan petrokimia.

Ada berbagai macam jenis komposisi bahan pembuat cat. Tetapi berbagai bahan tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, di mana sebuah cat harus mengandung ketiga jenis tersebut. Ketiga jenis bahan tersebut adalah pigmen, perekat (binder), dan pelarut (solvent).

Dari ketiga bahan tersebut yang mempengaruhibearna adalah pigmen. 

 Apakah pigmen itu?

Pigmen atau zat warna adalah zat yang mengubah warna cahayatampak sebagai akibat proses absorpsi selektif terhadappanjanggelombang pada kisaran tertentu. Pigmen tidak menghasilkan warna tertentu sehingga berbeda dari zat-zat pendar (luminescence).
Cat didefinisikan sebagai tebaran koloid dari pigmen dalam sarana (resin dan pelarut). Dengan demikian properti cat sangat tergantung pada ukuran partikel dan permukaan pigmen.
Tebaran pigmen adalah proses untuk membasahi dan melepas partikel utama pigmen dan menebarkannya ke dalam sarana secara merata. Untuk menghindari koagulasi dan menjaga agar kondisi tetap stabil, yang sangat penting adalah kontrol yang didasarkan atas kimia koloid dan kimia antar permukaan. Berbagai properti cat, seperti fluiditas, kehalusan, kilap, kekuatan menyembunyikan dan stabilitas penyimpanan sangat dipengaruhi oleh penebaran pigmen ini

Molekul pigmen menyerap energi pada panjang gelombang tertentu sehingga memantulkan pajang gelombang tampak lainnya, sedangkan zat pendar memancarkan cahaya karena reaksi kimia tertentu.

Pigmen mempunyai beberapa sifat yang khas. Apa saja itu?

  1. Mass Color/Mass Tone, menunjukkan warna dari pigmen yang digunakan dalam kekuatan penuh (fullstrength).
  2. Tinting Strength, yaitu kemampuan (relatif) suatu pigmen memberikan warna pada suatu basis putih.
  3. Oil Absorption, adalah nilai yang mengindikasikan jumlah Linseed Oilyangyangyangyangyangyangyangyang diperlukan untuk membasahi suatu pigmen.
  4. Hiding Power / Daya tutup, kemampuan suatu pigmen untuk menutupi subtrate yang mempunyai warna kontras (biasanya Hitam dan Putih / Black & White).
  5. Lightfastness, sifat ini berhubungan dengan cat eksterior, karena energi radiasi dari sinar matahari merupakan sumber penyebab perubahan warna. Sinar Ultra violet dari sinar matahari lebih merusak terhadap perubahan warna dan kekuatan lapisan cat disbanding radiasi spectrum warna.
  6. Exterior durability, ketahanan terhadap cuaca (Exterior durability) dari resin pengikat dalam sistim pelapisan /coating sering kali menentukan tingkatcolorfastness dari pigmen, karena kerusakan resin pengikat menyebabkan pengapuran pigmen yang menghasilkan tampak pudar yang tidak  bergantung dengan ketahanan dari pigmen.
  7. Bleeding, timbul bila suatu cat warna muda biasanya putih, diapplikasikan terhadap suatu sistem (cat dasar) warna tua yang mengandung pigmen organik yang dapat larut biasanya merah atau maroon.
  8. Daya tahan alkali dan keasaman kuat, sifat ini biasanya berpengaruhnya pada saat cat telah diaplikasikan.

Pigemen juga dapat berupa senyawa inorganik atau organik. Contoh pigmen anorganik yaitu senyawa TiO2 untuk menghasilkan warna putih. Sedangkan pigmen organik dapat diperoleh secara alami atau sintetis. Misalnya, pewarna alizarin yang dihasilkan secara sintetis dari reaksi senyawa alizarina dengan Al2O3 dan memberi warna merah pada cat. Alizarin mempunyai nama kimia 1,2-dihidroksi antraquinon (C14H8O4). Pewarna Carmine (C9H6F2O2) dihasilkan dari serangga Coccus Cacti yang hidup di tanaman kaktus. Pewarna ini digunakan untuk cat air dan memberi warnah merah.

Posted on Leave a comment

Asam pada semut

Asam format (juga disebut asam metanoat) adalah yang paling sederhana asam karboksilat. Rumus kimia adalah HCOOH atau HCO2H. Ini adalah menengah penting dalam sintesis kimia dan terjadi secara alami, terutama di beberapa semut. Kata “format” berasal dari bahasa Latin kata untuk semut, formika , mengacu pada isolasi awal dengan distilasi dari tubuh semut. Ester , garam, dan anion yang berasal dari asam format disebut formates.

Continue reading Asam pada semut

Posted on Leave a comment

Hukum Markovnikov dan Hukum Anti Markovnikov pada Alkena

Jika ada senyawa alkena menangkap asam halida maka berlaku sebuah hukum yang disebut hukum Markovnikov. Hukum ini ditemukan oleh peneliti asal negeri beruang merah (Russia). di akhir abad ke 19 (1870). Bunyi hukum Markovnikov sebagai berikut:
“Ketika alkena bereaksi dengan asam halida maka, atom H dari asam akan terikat pada atom C ikatan rangkap yang memiliki atom H lebih banyak dan atom dari gologan halogennya akan berikatan dengan atom C yang mengandung H lebih sedikit”

Aturan Markovnikov dalam kimia organik, berkaitan dengan reaksi adisi pada alkena asimetris (tidak simetris). Alkena asimetris adalah alkena seperti propena dimana gugus-gugus atau atom-atom yang terikat pada kedua ujung ikatan rangkap C=C tidak sama. Sebagai contoh, pada propena terdapat satu atom hidrogen dan sebuah gugus metil pada salah satu ujung, tetapi terdapat dua atom hidrogen pada ujung yang lain dari ikatan rangkap.
Jika sebuah alkena tak simetris diadisi HX, akan diperoleh dua kemungkinan, dan biasanya satu produk lebih melimpah dari produk yang lain. Dalam adisi HX pada alkena asimetris, H+ dari HX menuju ke atom C ikatan rangkap yang telah lebih banyak mengikat atom H.
Aturan Markovnikov menyatakan bahwa dengan penambahan asam protik HX pada alkena, menyebabkan hidrogen asam (H) terikat pada atom karbon dengan substituen alkil yang lebih sediki, dan halida (X terikat pada atom karbon dengan substituen alkil lebih banyak). Atau, aturan tersebut dapat dinyatakan dengan hidrogen asam ditambahkan ke atom karbon yang memiliki jumlah atom hidrogen lebih banyak (kaya atom hidrogen) sedangkan halida (X) ditambahkan ke atom karbon dengan yang jumlah atom hidrogennya sedikit (miskin atom hidrogen).

Dasar kimia dari Kaidah Markovnikov adalah pembentukan karbokation yang paling stabil selama proses adisi. Adisi ion hidrogen untuk satu atom karbon pada alkena menghasilkan muatan positif pada atom karbon lainnya, sehingga terbentuk karbokation intermediet.
Atom H dari HX akan terikat pada atom C yang berikatan rangkap yang mengikat H lebih banyak atau atom H dari HX akan terikat pada atom C yang berikatan rangkap yang mengikat gugus alkil yang lebih sederhana. Atom X akan cenderung terikat pada atom karbon yang mengikat gugus alkil yang lebih panjang (kecuali bila ada pengaruh gugus lain yang berpengaruh terhadap muatan atom C pada ikatan rangkap).

Markovnikov merumuskan aturan berdasar pengamatan eksperimen, Adisi HX pada alkena dirujuk sebagai reaksi regioselektif (Latin: regio berarti arah), suatu reaksi dimana satu arah adisi pada alkena tak simetris lebih melimpah dari dari yang lain. Selektifan ini menghasilkan karbokation antara yang lebih stabil dari antara dua yang mungkin.
Selain aturan Markovnikov, ada juga aturan anti Markovnikov.

pada tahun 1933 M.S Kharas dan F.W. Mayo dari universitas Chicago menemukan bantuan katalis hidrogen peroksida, ternyata dapat membalikkan hukum dari markovnikov. Ketika menggunakan katalis tersebut atom C yang mengikat H lebih banyak cenderung mengikat atom halogen pada senyawa asam halida.

Seperti apa?

Adisi HBr pada alkena kadang-kadang berjalan mematuhi aturan markovnikov, tetapi kadang-kadang tidak(efek ini tak dijumpai pada HCl dan HI). Dikarenakan pada hidrogen klorida tidak mengalami adisi radikal bebas terhadap alkena karena relative pemaksapisahan homolisis HCl menjadi radikal bebas. Sedangkan pada hydrogen iodide tidak menjalani reaksi ini karena adisi I- terhadap alkena bersifat endoterm dan terlalu lambat untuk membentuk suatu reaksi rantai. Reaksi rantai merupakan pembentukan awal beberapa radikal bebas yang akan mengakibatkan perkembangbiakan radikal-radikal bebas baru dalam suatu reaksi pembentukan. Selain itu energy yang diperlukan I-untuk merebut sebuah hydrogen dari ikatan C-H sangat besar(tahap itu sangat endoterm). Akibatnya radikal iodide tak dapat membentuk ikatan dalam suatu reaksi rantai, I- adalah suatu contoh radikal bebas stabil, suatu radikal bebas yang tak dapat merebut halogen.
Anti markovnikov dari HBr terjadi karena terbentuk radikal bebas dari peroksida atau oksigen yang menyerang HBr. Selanjutnya terbentuk radikal bebas Br yang menyerang ikatan rangkap pada alkena dan terbentuk radikal bebas atom C (pada ikatan rangkap) yang lebih stabil.
Kestabilan radikal bebas sesuai karbokation dengan urutan tersier > sekunder > primer. Sedangkan reaktivitas halogen terhadap alkana tidak disebabkan oleh pemaksapisahan (mudahnya molekul X2terbelah menjadi radikal bebas) akan tetapi tergantung pada DH tahap-tahap propagasi dalam halogenasi radikal bebas.

sumber