Skip to content
Iklan

Laporan Praktikum Isolasi Kafein


Tujuan

Mengekstraksi Senyawa Alkanoid Alam Yaitu Kafein Dari Tanaman

 

Teori Dasar

Kafein kita kenal pertama – tama yaitu berupa suatu minuman teh atau kopi. Konstituen kimiawi yang terkandung dalam minuman tersebut salah satunya adalah kafein. Kafein digolongkan sebagai alkanoid, senyawa Alam yang mengandung nitrogen. Kafein meskipun larut dalam air (2 g/100 g air dingin) namun lebih larut dalam pelarut organik seperti metilen klorida (14 g/100 g). Sehingga kafein dapat diekstraksi dari suatu minuman dengan metilen klorida melalui metode partisis cair cair

 

Alat & Bahan

  • Corong pisah
  • Erlenmeyer
  • Gelas Corong
  • Labu bulat
  • Pipet tetes
  • Evaporator vakum
  • Metilen klorida
  • Magnesium sulfat
  • Larutan Jenuh NaCl

 

Cara Kerja

  1. Siapkan minuman berkafein seperti soft drink, teh atau kopi. Sebanyak 250 mL, masukkan ke dalam corong pisah ukuran 500 mL.
  2. Khusus untuk bahan alam seperti teh, tambahkan air panas ke daun teh.
  3. Tambahkan 20 mL metilen klorida, kocok secara perlahan campuran tersebut 3 menit. dengan selang waktu 30 detik awal, buka tutup untuk melepaskan tekanan udara yang terbentuk. Letakkan corong pisah dalam keadaan tegak dalam tiang penyangga. Buka tutup bagian atas, biarkan campuran terpisah dan membentuk dua lapisan. Perhatikan metilen klorida berada pada lapisan bawah. ambil lapisan metilen klorida dengan cara membuka keran secara perlahan
  4. Ulangi langkah sebelumnya sebanyak 3 kali penambahan 20 mL metilen klorida
  5. Kumpulkan Metilen, masukkan kembali ke dalam corong pisah yang bersih, cuci dengan larutan jenuh NaCl 50mL. Biarkan untuk pemisahan kembali
  6. Siapkan grlas corong, sumbat dengan sedikit kapas. Taburkan diatasnya anhidrida magnesium sulfat sampai 0,5cm. Tempatkan diatas erlenmeyer, taruh corong dan erlenmeyer tersebut dibawah corong pisah yang berisi metilen klorida. buka kran bawah untuk mengalirkan metilen klorida mengalir melalui gelas corong tertampung masuk ke dalam erlenmeyer
  7. Pindahkan metilen klorida ke dalam labu bulat. Uapkan metilen klorida dengan cara evaporasi vakum. Akan diperoleh suatu padatan kristal kafein. tentukan titik leleh
  8. Note: Bila telah mengkristal, bila ingin dipindahkan dari labu bulat, dapat dilakukan cara sebagai berikut
    1. Larutkan kembali dengan sedikit metilen klorida, ambil dengan pipet, masukkan dalam gelas beaker kecil. Uapkan metilen klorida dengan sedikit pemanasan menggunakan penangas air
    2. Atau selama penguapan dengan vakum evaporasi. Amati sampai pelarut tinggal sedikit, hentikan penguapan, Pipet cairan tersebut ke dalam gelas beaker kecil. Uapkan sisa pelarut
  9. Timbang ekstrak kasar kafein dan hitung hasil yang diperoleh

Data Pengamatan

Teh + NaCO3 + Air , Disaring –> Larutan berwarna Coklat pekat

Di ekstraksi + diklorometan –> terdapat 2 fasa

Di uapkan –> Padatan berwarna coklat

Berat kafein = 6,19 gr – 0,44 gr(kertas saring) = 5,75 gr

 

Pengolahan Data

% Rendemen = massa kafein/massa teh = (5,75/25)x100% = 23%

%Kesalahan Relatif = |(massa percobaan-massa teori)/massa teori| x 100% = |(5,75 – 0,250/0,25| x 100% = 2200%

Pembahasan

Praktikum kali ini ialah isolasi kafein dari bahan alam. Bahan alam yang digunakan ialah teh. Kafein akan ditentukan rendemeen yang terdapat pada teh. Kafein ialah senyawa alkanoid berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Struktur dari kafein ialah

struktur kafein

Langkah pertama yang dilakukan pada praktikum ialah dilakukan pencampuran 25 gr teh dengan Na2CO3 kemudian diberi air panas. Fungsi pencampuran Na2CO3 dengan teh ialah untuk memisahkan senyawa kafein dengan senyawa lainnya karena Na2CO3 dapat menarik Tannin dan senyawa lain selain kafein dari teh. Kemudian campuran di dekantasi sehingga di dapat larutan berwarna coklat pekat. Kemudian ditambahkan diklorometan sebelum di ekstraksi (lihat teknik ekstraksi disini) menggunakan corong pisah. Diklorometan bersifat non polar dan dapat melarutkan kafein. saat proses ekstraksi dilakukan, pengocokan dilakukan dengan hati hati dan memperhatikan gas yang keluar akibat pengocokan maka corong didiamkan hingga terjadi 2 fasa, fasa air dan fasa organik

Kemudian diambil fasa organiknya yang mengandung kafein, larutan ini berwarna kecoklatan pada larutan, ditambah Na2SO4 anhidrat untuk menarik air yang terdapat pada larutan. Setelah itu diuapkan untuk mendapatkan kristal dari kafein. Untuk mendapatkan kristal yang lebih murni dilakukan dengan penambahan aseton panas. Aseton berfungsi untuk menarik pengotor polar dan mudah menguap. Langkah terakhir yaitu penambahan heksana dan menguapkannya sehingga didapat kristal yang murni. Penambahan heksana tersebut dimaksudkan untuk menarik sisa aseton karena aseton bersifat semi polar dan dapat berikatan degnan heksana

Kesalahan relatif yang didapat sangatlah besar, ini menandakan banyak dan fatalnya kesalahan yang terjadi. Kesalahan bisa jadi dari jumlah reagen yang tidak sesuai, reagen yang tidak murni, peralatan yang tidak bersih, atau kesalahan prosedur yang dilakukan sehingga reaksi tidak berjalan seperti seharusnya

Kesimpulan

  • Isolasi kafein dari teh dapat dilakukan dengan cara ekstraksi
  • Rendemen kafein dari teh yang didapat 5,75 gr
  • Rekristalisasi dilakukan untuk mendapat kristal yang lebih murni

 

Daftar Pustaka

  • Tim KBI Kimia Organik. 2011. Praktikum Sintesis Organik Depok: Dept. Kimia UI
  • Brady, Russel. 2000. Chemistry : Matter & Its Changes. Newyork
  • Fessenden & Fessenden. 1982. Kimia Organik edisi 3. Jakarta : Erlangga

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s