Berbagai Teknik Pengawetan Makanan

Makanan basi atau busuk memang sudah menjadi masalah dalam penyimpanan makanan, barangkali kita terlalu banyak

Various preserved foods
Various preserved foods (Photo credit: Wikipedia)

membeli makanan sehingga banyak yang tak termakan. Atau para produsen yang membuat makanannya dan harus di pasarkan dalam waktu yang lama. Hal hal tersebutlah yang mendorong manusia untuk melakukan pengawetan makanan. dalam istilah pengawetan, mungkin kita sudah mendengar di mesir kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Sudah dilakukan pengawetan Manusia yang cukup baik, Namun untuk makanan sudahkah anda tau?

Ternyata di setiap daerah memiliki budaya pengawetan makanan tersendiri. Di daerah timur tengah sekitar 12.000 Tahun SM sudah mengenal pengawetan makanan dengan cara pengeringan. Pembekuan juga telah dilakukan pada daerah daerah yang sangat dingin. Sedangkan menurut beberapa ahli antroplogi, fermentasi telah dilakukan kaum nomaden sejak 10.000 Tahun SM.

Bagaimana dengan sekarang?

Sekarang sudah sangat banyak cara pengawetan makanan dan minuman, dengan cara tradisional maupun modern. Namun apakah anda tau makna sebenarnya dari pengawetan? Pengawetan makanan bertujuan membuat makanan agar awet dan tahan lama jika disimpan. Tapi bagaimana sebenarnya makanan itu menjadi awet dan tahan lama? Sebenarnya tak ada yang berubah dari makanan itu sendiri, yang berubah ialah bakteri pembusuk dan enzim enzim yang mengurai. Semakin lama makanan dibiarkan maka bakterinya akan terus berkembang dan karena terlalu banyak bakteri dan sisa metabolismenya. Maka akan terjadi kebusukan. Bau bau tidak enak dari makanan basi juga di keluarkan dari bakteri pembusuk tersebut. Oleh karena itu, semua teknik pengawetan makanan sebenarnya ialah untuk menghambat bagaimana bakteri agar tidak berkembang dan tumbuh.

Ada sangat banyak cara pengawetan, beberapa diantaranya yaitu :

  1. Pengawetan dengan bahan kimia sintetik. Banyak bahan kimia yang dapat mencegah tumbuhnya berbagai mikro organisme seperti jamur dan bakteri.
  2. pengeringan. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air dari makanan karena air merupakan tempat paling baik bagi bakteri untuk tumbuh
  3. Pasterisasi. Pasterisasi ialah proses pengawetan dengan cara pemanasan. Biasanya dilakukan pada susu, Pemanasan dilakukan hingga 70C selama beberapa detik hingga bakteri mati. Kemudian segera di dinginkan pada suhu 10C untuk mencegah bakteri tumbuh kembali
  4. Manisan. Dengan membuat makanan menjadi kering oleh gula. Biasa digunakan pada buah buahan
  5. Pengkalengan. Cara ini ditemukan oleh Nicolas Appert. Makanan yang telah dimasak di masukkan kedalam kaleng kemudian dilakukan lagi pemanasan agar mikroba di dalam kaleng mati.
  6. Iradiasi, teknik ini merupakan teknik yang banyak ditakuti oleh orang awam. Karena berhubungan dengan radiasi gelombang radioaktif. Namun sebenarnya teknik ini jika digunakan secara tepat sangatlah aman. Sinar radiasi dapat membunuh bakteri.
  7. Penguburan dalam tanah. Ini merupakan salah satu teknik pengawetan makanan yang cukup unik. didalam tanah akan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Seperti tingkat oksigen, cahaya dan pH. Teknik ini biasa digunakan untuk makanan khas korea yaitu kimchi.

 

demikian telah dijelaskan berbagai teknik pengawetan makanan, namun ini hanya sebagian. Masih ada beberapa teknik lagi seperti penggunaan plasma, kontrol bakteri, tekanan tinggi, dan lain lain. Pengawetan memang dapat memperlama daya tahan makanan, namun bukan berarti tidak akan busuk. lagipula yang segar lebihlah sehat dan enak.

 

Sumber

Nicolas Appert inventeur et humaniste by Jean-Paul Barbier, Paris, 1994 and http://www.appert-aina.com

http://en.wikipedia.org/wiki/Food_preservation

http://nchfp.uga.edu/publications/nchfp/factsheets/food_pres_hist.html

2 thoughts on “Berbagai Teknik Pengawetan Makanan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.