Bagaimana Indikator Asam-Basa Berubah Warna?

Telah ada artikel sebelumnya yang menjelaskan bahwa ada suatu senyawa yang berfungsi sebagai suatu indikator yang

English: natural pH indicator Red Cabbage (lef...
English: natural pH indicator Red Cabbage (left side with acid) Indikator Blaukrautsaft (links sauer, rechts alkalisch) (Photo credit: Wikipedia)

menunjukkan zat bersifat asam dan zat bersifat basa. Salah satu contoh indikator asam-basa yang terkenal adalah indikator phenolphtalein (PP) yang biasanya digunakan dalam praktikum titrasi. Indikator PP ini mempunyai rentang pH 8,0 – 9,6 dengan perubahan warna dari tak berwarna (colorless) – merah keunguan. Bagaimana sebenarnya indikator ini bisa berubah warna?

Indikator asam-basa akan cenderung untuk bereaksi dengan kelebihan asam atau basa pada saat titrasi untuk menghasilkan warna. Perubahan warna ini disebabkan oleh resonansi isomer elektron. Setiap indikator asam-basa merupakan ion yang memiliki tetapan ionisasi yang berbeda-beda. Ion ini memiliki sistem yang terkonjugasi yang dapat menyerap gelombang warna tertentu dan meneruskan gelombang warna lainnya. Gelombang warna yang diserap adalah bagian dari spektrum warna, sehingga ion tersebut akan terlihat berwarna.

Indikator, seperti telah tertulis merupakan senyawa ion yang biasanya adalah asam lemah dan dapat teionisasi dan membentuk kesetimbangan menjadi bentuk anionnya. Biasanya warna indikator saat belum terionisasi dan setelah terionisasi akan berbeda. Mata manusia hanya bisa melihat warna pertama apabila perbandingan konsentrasi indikator sebelum terionisasi dan konsentrasi anion setelah indikator terionisasi lebih dari 10, dan dapat melihat warna kedua saat perbandingan itu kurang dari 0,1. Berarti perubahan warna akan terlihat apabila konsentrasi H+ berubah 100 kali atau setara dengan perbedaan pH sebesar 2 satuan. Daerah perubahan warna indikator ini juga bergantung pada pKa atau pKb suatu indikator. Indikator PP yang berwarna merah keunguan berarti ionnya menyerap warna selain merah keunguan dan meneruskan warna merah keunguan.

Pustaka:

Resenberg, J. 1985. Kimia Dasar. Jakarta: Penerbit Erlangga

Petrucci, R. 1989. Kimia Dasar: Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Penerbit Erlangga

S, Syukri. 1999. Kimia Dasar Jilid 2. Bandung: Penerbit ITB

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.