Posted on 11 Comments

Indikator Asam Basa

indikator asam basa

Untuk mengetahui apakah sebuah zat bersifat “asam” atau “basa”, dapat ditentukan dengan menggunakan suatu indikator. Indikator yang biasa digunakan terbagi menjadi 2 golongan, yaitu indikator tunggal dan indikator universal. Contoh indikator yang sering digunakan adalah kertas lakmus dan larutan indikator. Continue reading Indikator Asam Basa

Posted on Leave a comment

Bagaimana Indikator Asam-Basa Berubah Warna?

Telah ada artikel sebelumnya yang menjelaskan bahwa ada suatu senyawa yang berfungsi sebagai suatu indikator yang

English: natural pH indicator Red Cabbage (lef...
English: natural pH indicator Red Cabbage (left side with acid) Indikator Blaukrautsaft (links sauer, rechts alkalisch) (Photo credit: Wikipedia)

menunjukkan zat bersifat asam dan zat bersifat basa. Salah satu contoh indikator asam-basa yang terkenal adalah indikator phenolphtalein (PP) yang biasanya digunakan dalam praktikum titrasi. Indikator PP ini mempunyai rentang pH 8,0 – 9,6 dengan perubahan warna dari tak berwarna (colorless) – merah keunguan. Bagaimana sebenarnya indikator ini bisa berubah warna?

Indikator asam-basa akan cenderung untuk bereaksi dengan kelebihan asam atau basa pada saat titrasi untuk menghasilkan warna. Perubahan warna ini disebabkan oleh resonansi isomer elektron. Setiap indikator asam-basa merupakan ion yang memiliki tetapan ionisasi yang berbeda-beda. Ion ini memiliki sistem yang terkonjugasi yang dapat menyerap gelombang warna tertentu dan meneruskan gelombang warna lainnya. Gelombang warna yang diserap adalah bagian dari spektrum warna, sehingga ion tersebut akan terlihat berwarna. Continue reading Bagaimana Indikator Asam-Basa Berubah Warna?