Mengenal Kromatografi

Paper chromatography
Paper chromatography (Photo credit: Wikipedia)

Kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan campuran yang didasarkan atas pembagian beberapa bagian dari senyawa di suatu fase gerak dan fase diam. Penemu dari kromatografi adalah Michael Tswett pada tahun 1903, di mana ia mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang berisi kapur. Istilah kromatografi ini diciptakan untuk melukiskan daerah-daerah yang berwarna dan bergerak ke bawah kolom.

Fase diam akan menahan komponen campuran, sedangkan fase gerak akan melarutkan komponen tertentu dari suatu campuran. Komponen yang sifatnya lebih sama dengan fase diam akan tertahan di fase diam, sedangkan komponen yang sifatnya lebih sama dengan fase gerak akan lebih larut ke fase gerak. Akibatnya komponen yang sama sifatnya dengan fase diam akan tertinggal lebih lama di dalam kolom kromatografi, sedangkan komponen yang sama sifatnya dengan fase gerak akan lebih cepat keluar dari kolom kromatografi. Pengembangan teknik kromatografi saat ini adalah dengan digunakannya variasi fase gerak yang digunakan.

Istilah lain yang berhubungan dengan kromatografi adalah Ratio of Front (Rf). Rf merupakan besaran yang menyatakan berapa lama suatu komponen terlarut dalam fase gerak pada kondisi tertentu. Setiap senyawa mempunyai Rf yang berbeda dengan berubahnya komposisi pelarut pada fase gerak. Secara matematis, Rf dihitung sebagai perbandingan antara jarak yang ditempuh oleh zat terlarut dengan jarak yang ditempuh oleh fase gerak. Pelarut yang digunakan sebagai fase gerak disebut sebagai eluen dan proses pemisahan senyawa melalui kromatografi disebut elusi.

Ilustrasi: kromatografi diibaratkan seperti berikut, ada sekumpulan anak-anak pria dan wanita di ujung lorong sebuah mall. Lorong mall tersebut berisi toko-toko souvenir dan aksesoris. Kemudian sekumpulan anak-anak tersebut akan dilewatkan ke lorong tersebut. Anak-anak pria akan keluar lebih dahulu dibanding anak-anak wanita, karena anak-anak wanita akan lebih “tertahan” untuk melihat-lihat dan berbelanja di toko-toko souvenir dan aksesoris yang ada di sepanjang lorong.

Pustaka: Gritter, R.J., Bobbitt, J.M., Schwarting, A.E. 1991. Pengantar Kromatografi. Bandung: ITB Press

Sastrohamidjojo, H. 1985. Kromatografi. Yogyakarta: Penerbit Liberty

2 thoughts on “Mengenal Kromatografi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.