Skip to content
Iklan

Sistem Koloid : Pembuatan Koloid dan Dispersi Koloid


pembuatan koloid

Merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai sifat koloid

Pembuatan Koloid

Larutan Koloid dapat dibuat dengan dua cara :

Dengan Cara Dispersi

jalan Cara Dispersi adalah suatu cara pembuatan larutan koloid dengan mengubah partikel-partikcl kasar menjadi partikel koloid.

Partikel kasar –> Partikel Koloid

Cara dispersi ini dapat dilakukan dengan cara kimia atau cara mekanik

a. Dengan cara Mekanik

Materi yang besar dihaluskan dengan cara menggunakan penggilingan koloid. karbon kasar dijadikan halus lalu didispersikan ke dalam air.

b. Dengan cara Peptisari

Dengan penambahan elektrolit (zat kimia) maka endapan yang terjadi dapat diubah menjadi partikel koloid. Endapan Al(OH)3, terjadi apabila reaksi pembentukan Al(OH)3 dalam jumlah yang banyak. Endapan tersebut dapat berubah menjadi koloid apabila ditambah AlCl3 Jika Gas H2S dialirkan keendapan cas atau endapan NiS akan terbentuk Sol S yang terdispersi. Maka endapan ini membentuk sol sulfida bukan dan larutan.

Dengan Cara Kondensasi

Cara kondensasi dapat dilakukan dengan cara kimia atau dapat dilakukan dengan cara penurunan kelarutan. Atau partikel-partikel diubah menjadi partikel besar yang berukuran koloid. Untuk menurunkan kelautan zat tersebut kita ganti pelantnya. Dalam proses kondensasi, molekul molekul dari larutan direaksikan menghasilkan suatu senyawa

yang sukar larut dalam ni dan membentuk partikel koloid.

Partikel molekuler (kondensasi) —> Partikel koloid

Reaksi kimia yang sering dilakukan untuk menghasilkan partikel koloid dapat dilihat pada contoh berikut ini:

Reaksi Redoks

Pada reaksi berikut terjadi perubahan bilangan oksidasi:

a. Pembuatan sol belerang

sol belerang ini dapat dibuat dengan mengalirkan gas H2S kedalam lantan SO2

2H2S + SO2  –> 3S + 2H2O

b. Pembuatan sol emas

2AuCl3 + 3HCOH + 3H2O –> 2Au + 6HCl + 3HCOOH

AuCl3 + 3FeSO4 –> Au + Fe2(SO4)2 + FeCl3

Reaksi Hidrolisis

a. Dengan penambahan larutan FeCl3 ke dalam air yang sedang mendidih membentuk sol Fe(OH)3, maka reaksi elektrolisa dapat terbentuk sebagai berikut

FeCl3 + 3H2S –>Fe(OH) 3 + 3HCl

b. Sol senyawa hidrolisis yang sukar larut seperti Fe(OH) 3. Al(OH)3 dapat dibuat dari reaksi hidrolisis dengan air.

Contoh:

1. Pembuatan sol Fe(OH)3

Dalam air yang mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terjadi

FeCl2 +H20 –> Fe(OH)3 + 3HCl

2. Pembuatan sol Al(OH)3

Jika air dimasukan larutan Al(SO4)3, atau AlCl3 (tawas) akan terjadi :

AlCl3 + 3H2O –> Al(OH)3 + 3HCl

3. Reaksi penggaraman

Pada pereaksi yang encer dapat membentuk partikel koloid dari beberapa sol garam yang sukar larut, seperti BaSO4, PbI2, AgCl, PbSO4, AgBr

Contoh

AgNO3 + NaCl –> AgCl + NaNO3

4. Reaksi subtitusi

Dalam larutan asam arsent encer melalui reaksi subtitusi, dialirkan gas H2S membentuk sol As2S3 sebagai berikut.

2H3AsO3 + 3H2S –> As2S3 + 6H20

Dispersi Koloid

Sistim dispersi zat dapat dibedakan menurut ukurannya

1.Dispersi halus

Ukuran partikel-partikel suatu zat yang  didispersikan antara 1 sampai dengan 100 millimikron.

2. Dispersi kasar

Partikel partikel zat yang didispersikan lebih dari 100 millimikron.

3. Dispersi molekuler

Partikel partikel yang lebih kecil dari pada 1 millimikron merupakan partikel-partikel zat yang didispersikan. Ada beberapa fase dari sistim koloid tersebut, yaitu : fase dispersi dan fase medium dispersi. Kedua fase ini terdapat gas cair dan padat.

Jadi pada kedua fasa tersebut di atas terdapat hubungan sistimkoloid dapat dilihat pada tabel di bawah ini

fasa koloid

Iklan

4 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s