Graphene Berikan Masa Depan pada Perangkan Elektronika Magnetik

ImagePara peneliti yang berasal dari IMDEA atau biasa disebut sebagai Nanociencia Institute and from Autonoma and Complutense University Madrid (Spanyol) telah berhasil  memberikan sifat magnetik pada grapheme. Terobosan baru yang telah diterbitkan dalam jurnal “Nature Physics” ini berhasil membuka pintu dalam pengembangan perangkat spintronic berbahan dasar grapheme, yaitu perangkat berdasarkan rotasi elektron yang dapat mengubah industri elektronik.

Para ilmuwan telah menyadari bahwa graphen merupakan bahan yang luar biasa dan terbentuk dari mesh atom karbon heksagonal. Ia juga memiliki konduktivitas yang luar biasa, mekanik, serta sifat optik.

Para peneliti telah berhasil menciptakan permukaan hibrida dari bahan tersebut yang berperan sebagai magnet. Profesor Rodolfo Miranda, seorang direktur IMDEA-Nanociencia mengatakan bahwa saat ini para ilmuwan yang berasal dari seluruh dunia masih berusaha untuk menambahkan sifat magnetic yang diperlukan dalam pengembangan spitronics.

Spintronics sendiri didasarkan pada muatan elektron, seperti pada elektronik trasdisional. Selain itu, momen magnetik juga diperlukan untuk terciptanya spintronics. Sebagai spin yang memiliki dua nila, penggunaannya menambahkan dua negara lagi dalam elektronik tradisional. Dengan demikian, baik kecepatan pemrosesan data dan jumlah data yang akan disimpan pada perangkat elektronik akan dapat ditingkatkan dan itu akan berguna dalam aplikasi di bidan telekomunikasi, komputasi, energi maupun biomedis.

Dalam rangka untuk mengembangkan perangkat berbasis spintronic-graphene, tantangannya adalah untuk materi magnetise dan peneliti dari Madrid telah berhasil menemukan jalan melalui dunia kuantum dan nanosains.

Teknik tersebut melibatkan pertumbuhan sebuah film ultra-graphene sempurna atas satu kristal ruthenium dalam vakum ultra ruang molekul whereorganic tinggi tetracyano-p-quinodimethane (TCNQ) yang menguap pada permukaan graphene. TCNQ sendiri adalah molekul yang bertindak sebagai semikonduktor pada suhu yang sangat rendah dalam senyawa tertentu.

Pada hasil pengamatan melalui Scanning Tunneling Microscope (STM), para ilmuwan terkejut sebab molekul organik telah mengorganisir diri mereka sendiri dan didistribusikan secara rutin ke seluruh permukaan, berinteraksi secara elektronik dengan substrat graphene-ruthenium. Profesor Amadoe L. Vasquez de Parga menjelaskan bahwa dirinya beserta rekan-rekannya telah berhasil membuktikan dalam percobaan bagaimana struktur TCNQ memberi perintah magnetic dengan elektron yang diposisikan secara berbeda sesuai gerak rotasi mereka.

Sementara itu, rekannya Profesor Fernando Martin telah melakukan permodelan studi yang telah menunjukkan bahwa meskipun graphene tidak berinteraksi langsung dengan TCNQ, namun tidak ada izin transfer biaya yang sangat efisien antara substrat dan molekul TCNQ yang memungkinkan molekul untuk mengembangkan urutan magnetik dengan jarak jauh.

Hasilnya adalah lapisan graphen baru yang berbasis magnet ini telah membuka jalan menuju terciptanya perangkat berdasarkan apa yang sudah dianggap sebagai bahan masa depan, namun sekarang mungkin masih belum memiliki sifat magnetik.

Sumber : sciencedaily.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.