Mari Mengenal Istilah Fortifikasi

Fortifikasi, mungkin ini cukup terdengan asing bagi anda. Apa itu fortifikasi? apakah ada hubungannya dengan benteng(Fortress). Ya tapi untuk istilah ambigu ini, yang saya maksud disini ialah fortifikasi pangan. Bukan

English: Simpang Raya food Bahasa Indonesia: M...
English: Simpang Raya food Bahasa Indonesia: Makanan di Simpang Raya (Photo credit: Wikipedia)

pembentengan makanan ya.

Fortifikasi ialah penambahan gizi pada makanan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pangan suatu kelompok masyarakat.

dalam fortifikasi banyak hal yang dipertimbangkan dahulu, mulai dari target fortifikasi hingga fortifikannya(zat yang akan diberikan). Pertama dapat di pelajari terlebih dahulu tentang keadaan suatu masyarakat, apakah mereka kekurangan zat gizi tertentu. Misalnya saja ada kelompok masyarakat yang banyak mengalami anemia. Lalu setelah dipelajari ternyata penyebab anemia yang terjadi disana ialah kekurangan zat besi. Maka yang harus di fortifikasi pada makanan ialah zat besi.

Kedua, kita harus memenuhi beberapa kriteria untuk makanan yang akan di fortifikasi. Syarat – syarat makanan yang akan di fortifikasi yaitu:

  1. Distribusi makanan luas
  2. Harga makanan terjangkau
  3. Makanan biasa dimakan dalam masyarakat target fortifikasi

Ketiga, ada syarat untuk fortifikannya diantaranya:

  1. Tidak terlalu merubah rasa, warna dan aroma
  2. Harga tidak terlalu mahal
  3. Tidak merubah komposisi gizi lain yang tidak ditargetkan

didunia ini telah banyak dilakukan fortifikasi berbagai jenis gizi pada berbagai jenis makanan pula, dan dilakukan studi tentang keberhasilannya.

beberapa studi tentang fortifikasi yang telah dilakukan,yaitu:

  • Fortifikasi Zn(Zinc) pada susu sapi
  • Fortifikasi Fe(besi) pada pangan berbasis kedelai seperti tahu dan tempe
  • Fortifikasi minyak ikan pada keju
  • Fortifikasi Asam Folat pada tepung
  • Fortifikasi Fe(besi) pada cereal

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.