Laporan Praktikum Sintesis 4, 4′ – Dihidroksi -1, 1′ – Binaftil dan 2, 2′ – Dihidroksi – 2, 2′ binaftil


Tujuan

Mengetahui dan memahami Sintesis 4, 4′ – Dihidroksi -1, 1′ – Binaftil dan 2, 2′ – Dihidroksi – 2, 2′ binaftil melalui mekanisme oksidasi kopling

 

Teori Dasar

Reaksi yang terjadi dalam sintesis Sintesis 4, 4′ – Dihidroksi -1, 1′ – Binaftil dan 2, 2′ – Dihidroksi – 2, 2′ binaftil

sintesis binaftil

 

 

Alat dan Bahan

  • Labu bulat
  • Kondensor / refluks
  • Corong buchner
  • Pemanas
  • α – Naftol
  • Larutan feriklorida
  • Benzena

 

Cara Kerja

  • Panaskan air. Larutkan 8gr
  • α – Naftol dalam air mendidih 700 – 800 mL. Aduk sampai 80% tambah perlahan feriklorida 5% 160 mL. Aduk pada suhu 70 – 80C 5 menit
  • Saring dengan buchner. Cuci α – Naftol dengan air panas
  • Tambah benzena 30 mL. Reflux 5 menit. Saring, cuci dengan benzen panas
  • Rekristalisasi dengan etanol – air (8:2)
  • Hitung kristal
  • Filtrat dimasukkan dalam wadah evaporasi putar. Amati sampai terbentuk pasta. Tambah benzena dingin 3 – 4 mL
  • Hitung Produk

 

Pengamatan dan Pengolahan Data

sintesis binaftil

 

Massa 4, 4′ – Dihidroksi -1, 1′ – Binaftil dan 2, 2′ – Dihidroksi – 2, 2′ binaftil

mol x Mr = 0,0139 mol x 286 gr/mol = 3,9754 gr

 

% Kesalahan Relatif = |(1,6 gr – 3,9754 gr) / 3,9754 gr )| x 100% = 59,75 %

% Yield = (1,6 gr / 3,9754 gr) x 100% = 90,25%

 

Pembahasan

Praktikum kali ini ialah tentang sintesis 4, 4′ – Dihidroksi -1, 1′ – Binaftil dan 2, 2′ – Dihidroksi – 2, 2′ binaftil melalui mekanisme oksidasi kopling. Prinsip reaksi oksidasi kopling ialah terjadi suatu reaksi penggabungan dengan senyawa sejenis dan berlangsung reaksi oksidasi. Reaksi oksidasi kopling ini digunakan untuk senyawa tersebut dengan katalis asam FeCl3 dari Naftol.

Hal yang dilakukan pada praktikum ini pertama ialah melarutkan α – Naftol dalam air panas untuk mempercepat kelarutannya lalu ditambah FeCL3. FeCl3 berperan sebagai katalis asam lewis yang dapat mempercepat reaksi. Setelah itu dilakukan penyaringan dengan buchner.

Padatan yang didapat ditambah benzen sebagai pelarut dan di refluks selama 5 menit. Fungsi refluks ialah untuk mempercepat reaksi dengan prinsip pemanasan sistem tertutup sehingga tak ada massa zat sistem yang keluar akibat menguap karena ketika zat akan pergi menguap, akan terjadi kondensasi dan kembali lagi pada sistem. Setelah itu disaring dan dicuci dengan benzena hangat. Benzena sama dengan pelarutnya oleh karena itu digunakan

Kemudian di rekristalisasi dengan etanol;air (8;2). Etanol dan air dapat menarik pengotornya. Dari hasil rekristalisasi didapat endapan sebesar 1,6 gr. Reaksinya:

sintesis binaftil

Namun dari kesalahan relatif disimpulkan bahwa terjadi kesalahan yang belum diketahui pastinya. Namun ada beberapa kemungkinan yang terjadi yaitu preparasi bahan yang tak sesuai, ketidak telitian dalam penambahan zat, pengkondisian yang kurang tepat juga dapat menyebabkan reaksi yang tak sempurna.

 

Kesimpulan

  • Massa produk yang didapat 1,6 gr
  • FeCl3 digunakan sebagai katalis asam lewis
  • Benzena digunakan untuk pelarut karena memiliki perbedaan kepolaran dengan zat terlarut

 

Daftar Pustaka

  • Fessenden & Fessenden. 1986. Kimia Organik edisi 3. Jakarta : Erlangga
  • Sykes, Peter. 1989. Penuntun Mekanisme Reaksi Organik. Jakarta : Erlangga
  • Tim KBI Organik. 2011. Praktikum Sintesis Organik. Depok : Deptartemen Kimia FMIPA UI
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s