Pala


https://i1.wp.com/3.bp.blogspot.com/-_gNZroThI5I/VY9i6WaGmlI/AAAAAAAAB9I/uOtT6BOrtDk/s1600/Manfaat%2BBuah%2BPala%2BBagi%2BKesehatan%2BTubuh.jpg

Buah pala merupakan salah satu komoditi rempah perdagangan sejak zaman penjajahan. Kenapa buah pala ini diminati bangsa Eropa ya? Tidak hanya buah ternyata, biji dan bunganya pun memiliki nilai jual. Bagaimana penampakannya ya?


Buah pala berbentuk bulat sampai lonjong, berwarna hijau kekuning-kuningan, apabila masak akan berbelah dua, diameter 3-9 cm. Daging buahnya/ pericarp tebal dan rasanya asam. Biji berbentuk bulat sampai lonjong, panjangnya 1,5-4,5 cm dengan lebar 1-2,5 cm. Warnanya coklat dan mengkilap pada bagian luarnya. Kernel bijinya berwarna keputih-putihan. Fulinya merah gelap dan ada pula yang putih kekuning-kuningan dan membungkus biji menyerupai jala.

Kandungan zat kimia apa ya yang terdapat pada biji pala?
Asam miristat merupakan komponen utama dalam biji pala. Sekitar 76,6 % kandungan asam miristat dalam biji pala.

Nama lain dari asam miristat adalah asam tetra tetradekanoat wujudnya berupa kristaL berwarna putih agak berminyak. Rumus molekulnya adalah CH3(CH2)12COOH. Titik leleh 54,4 oC dan titik didih 326,2 oC. Sangat larut dalam alkohol dan eter.

Asam miristat pertama kali di isolasi oleh Playfair pada tahun 1841 dan sekaligus menemukan bahwa asam miristat merupakan komponen utama biji pala ditemukan pula bahwa asam miristat terdapat dalam semua spesies myritica tetapi dalam jumlah yang tidak begitu besar dibandingkan dengan pala.

Meskipun asam miristat larut dalam alkohol dan eter, ia tidak larut dalam air. Sifat ini digunakan untuk mengkristalkan asam miristat dari hasil hidrolisa trimiristin.

Kemudian digunakan untuk apa saja  biji pala ya?
Kegunaan asam miristat adalah untuk sabun, kosmetik, farfum, dan ester sintesis untuk flavor dan aditif pada makanan.

Mau tau bagaimana proses diperolehnya asam miristat dari buah pala? Simak yuk!
Isolasi asam miristat diawali dengan ekstraksi trimiristin dengan biji pala dengan menggunakan pelarut yang sesuai, setelah didapatkan kristal trimiristin yang murni tahap selanjutnya kristal tersebut dihidrolisis dalam suasana basa menghasilkan asam miristat dan gliserol yang kemudian dikristalisasi hingga diperoleh kristal asam miristat.

Trimiristin dan benzena diekstraksi dengan alat soxlet selama 2-3 jam. Larutan hasil ekstraksi yang dihasilkan berupa minyak kemudian ditambahkan dengan aseton (sambil tetap dipanaskan) agar reaksi yang berlangsung itu lebih cepat pada keadaan panas. Pelarut dipanaskan agar minyak dalam biji pala dapat keluar. Penambahan aseton ini berfungsi untuk memisahkan benzena dan trimiristin yang dapat membentuk gugus ester atau ikatan ester yang membentuk kristal trimiristat.
Penambahan aseton ini berfungsi untuk memisahkan benzena dan trimiristin yang dapat membentuk gugus ester atau ikatan ester yang membentuk kristal trimiristat.

Pada tahap hidrolisis trimiristat bertujuan agar kristal trimiristat berada dalam suasana basa, sebab kristal trimiristat harus berada dalam suasana basa sehingga menghasilkan asam miristat dan gliserol kemudian ditambahkan dengan NaOH dan aseton. Penambahan aseton ini untuk mencegah terjadinya reaksi penyabunan karena ketika ditambahkan dengan NaOH akan bereaksi dengan trimiristin membentuk sabun.
(sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s