Skip to content
Iklan

Perubahan Fisis dan Perubahan Kimia


Segala materi tentunya akan mengalami berbagai jenis perubahan. Begitu banyak perubahan yang terjadi di dunia ini sehingga hal itu patut untuk kita ketahui perubahan apa saja yang terjadi. Ada perubahan yang menghasilkan zat baru, ada pula perubahan yang tidak dapat menghasilkan zat baru. Perubahan yang tidak bisa menghasilkan zat baru disebut sebagai perubahan fisis atau perubahan fisik, sedangkan perubahan yang dapat menghasilkan zat yang baru disebut sebagai perubahan kimia. Perubahan fisis dan kimia memang sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Penting kita untuk memahami berbagai perubahan-perubahan yang  telah terjadi, dengan begitu perubahan-perubahan yang menguntungkan dapat lebih dimanfaatkan sebaik mungkin, di sisi lain perubahan-perubahan yang merugikan dapat dicegah atau diperlambat.

Perubahan fisis

Pada saat terik, kita akan merasa segar jika minum air yang diberi es, Lebih nikmat lagi apabila kita melarutkan gula ke dalam air es tersebut.

Perubahan air menjadi es serta pelarutan gula dalam air merupakan perubahan fisis. Pada kedua peristiwa tersebut tidak terjadi pembentukan zat baru. Perubahan air menjadi es yang terjadi hanyalah perubahan wujud saja dimana air membeku menjadi es setelah didinginkan. Sementara itu, pencampuran gula dalam air merupakan proses pelarutan dimana sifat-sifat air dan gula masih saja dipertahankan. Perubahan fisis tersebut hanyalah bersifat sementara dan zat-zat yang mengalami perubahan dapat dengan mudah dikembalikan ke bentuk awalnya.

Masih banyak contoh-contoh perubahan fisis yang terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari seperti beras yang ditumbuk menjadi tepung, lampu pijar yang mentala ketika dialiri listrik, dan kayu diubah menjadi meja. Untuk megidentifikasi perubahan fisis dengan mudah, perlu kita mempelajari ciri-ciri dari perubahan fisis tersebut.

Ciri-ciri perubahan fisis :

a. Terjadi perubahan wujud

Semua jenis perubahan wujud merupaan perubahan fisis karena tidak menghasilkan zat yang baru. Beberapa contoh perubahan fisis yang berupa perubahan wujud yaitu seperti air berubah menjadi es, air yang berubah menjadi uap, kapur barus serta iodin yang berubah menjadi uap, dan mentega yang mencair.

b. Terjadi perubahan ukuran

Perubahan ukuran zat misalnya pada pemotongan dan pemecahan yang tidak menghasilkan zat baru.

c. Terjadi perubahan volum

Benda cenderung akan memuai bila dipanaskan dan menyusut bila didinginkan. Pemuaian dan penyusutan tidak akan menghasilkan zat baru.

d. Terjadi perubahan bentuk zat

Benda-benda yang bentuknya diubah, tidak akan menghasilkan zat baru.

e. Terjadi pelarutan

Pelarutan tidak menghasilkan zat baru. Sifat-sifat zat yang dilarutkan masih tampak pada larutan.

f. Terjadi Perubahan bentuk energi

Jika filamen tungsten diberi beberapa aliran listrik, maka energi listrik yang terdapat pada tungsten akan berubah menjadi energi panas yang akhirnya menghasilkan cahaya.Ketika aliran listrik berhenti, filamen tungsten akan kembali ke keadaan semula. Pada peristiwa tersebut tidak dihasilkan  dari zat baru.

Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru, perubahan kimia sering juga disebut sebagai reaksi kimia. Zat yang semula terlibat reaksi disebut reaktan atau pereaksi, sedangkan zat baru yang dihasilkan disebut produk atau hasil produksi.

Kehidupan di bumi ini tentunya tidak bisa lepas dari yang namanya perubahan kimia. Pernapasan juga merupakan bagian dari perubahan kimia. Pada saat bernapas, kita memasukkan oksigen ke dalam tubuh yang akan bereaksi dengan glukosa menghasilkan air dan karbon dioksida. Reaksi ini menghasilkan energi yang antara lain berupa panas untuk menjaga suhu tubuh serta energi gerak melalui kinerja dari otot.

Selain itu, fotosintesis juga termasuk perubahan kimia di mana proses fotosintesis tersebut terjadi pada tumbuhan hijau dengan adanya bantuan dari sinar matahari dan klorofil. Proses fotosintesis tersebut terjadi adanya reaksi antara karbondioksida dari udara dengan air yang diserap dari dalam tanah sehingga hal tersebut menghasilkan oksigen maupun glukosa.

Ciri-ciri perubahan kimia :

a. Adanya perubahan warna

 

perubahan warna

Gula yang dipanaskan akan menghasilkan uap air dan karbon di mana awalnya gula memiliki warna putih dan rasanya manis berubah menjadi uap air dan karbon yang menjadi berwarna hitam serta pahit rasanya.

b. Perubahan suhu

Misalnya saja pada larutan hidroksida dicampur dengan larutan asam klorida di dalam tabung reaksi sehingga akan menghasilkan larutan natrium klorida. Reaksi tersebut mengakibatkan dinding tabung menjadi terasa hangat.

c. Adanya pembentukan gas 

Seperti contoh pada logam zink yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan asam sulfat di mana ia akan menghasilkan zink sulfat. Reaksi tersebut juga disertai dengan terbentuknya gelembung-gelembung gas.

d. Terjadi endapan

Larutan perak nitrat yang dicampur dengan larutan natrium klorida akan menghasilkan perak klorida serta natrium nitrat sehingga reaksi tersebut akan menghasilkan endapan putih dari perak klorida.

Sumber : Sains Kimia SMP kelas VIII, Erlangga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: