Skip to content
Iklan

Memahami Cara Konversi Suhu


English: Comparison of Centigrade (Celsius) an...

English: Comparison of Centigrade (Celsius) and Fahrenheit thermometer scales (Photo credit: Wikipedia)

Dalam mempelajari ilmu sains seperti kimia dan fisika, diperlukan kemampuan untuk mengkonversikan berbagai satuan yang di pakai. Karena konversi merupakan salah satu kunci untuk menyelesaikan suatu perhitungan dengan benar. Walaupun rumusnya benar, jika satuannya masih tidak sesuai tentu saja akan menghasilkan hasil yang salah pula. Salah satu satuan yang yang banyak dan penting untuk dipelajari adalah suhu. disini kita akan mencoba untuk memahami cara konversi suhu dengan mudah agar tidak lagi ditemukan kesulitan dan memahami dasar dasar konversi suhu agar tidak perlu menghapalnya.

Suhu memiliki beberapa satuan. Yaitu, Celsius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin. Dalam Satuan Internasional yang telah disepakati. Kelvin lah yang dipilih. Namun sebelum itu kita tetap perlu mengetahui cara konversi dari berbagai satuan suhu tersebut.

Rasio Perbandingan Suhu

Kelvin : Celsius : Reamur : Fahrenheit —–> 5 : 5 : 4 : 9

Titik beku dari masing masing suhu

Celsius : 0

Reamur : 0

Fahrenheit : 32

Kelvin : -273

Jadi begini rumus awalnya

Satuan Awal = (Rasio Satuan Akhir/Rasio Satuan Awal) x Suhu Awal + (Titik Beku Akhir – Titik Beku Awal)

Contoh

1) 100C –> ? R

100C = 4/5 x 100 + 0 = 80R

2) 100C –> ? F

100C = 9/5 x 100 + 32 = 212F

paling mudah ialah untuk konversi antara C dengan K. Karena rasionya sama, maka hanya perlu mengurangi dan menambahkan dengan titik didih.

Masih bingung dengan hafalan rumusnya? yang perlu kita hafal ialah titik didih dan rasio. tak usah repot repot menghafal rumusnya

Mari kita gunakan logika. Dari rasio kita telah mengtahui siapa si besar dan siapa si kecil untuk perbandingan rasio. dan juga siapa si besar dan kecil untuk perbandingan titik beku

Oke, berikutnya coba bayangkan bagaimana si kecil dapat menjadi besar? tentu saja si kecil ini harus mengalikan dirinya dengan si besar agar menjadi besar. contohnya C menjadi F . Maka posisi pengalinya 9/5. ya, sesuai dengan ilustrasi sebelumnya. Lalu di kita juga telah tau bagaimana posisi titik didihnya. Kembali lagi ke si kecil yang ingin menjadi si besar. Maka si kecil tadi di tambahkan dengan titik beku si besar. yaitu +32

bagaimana? mudahkan. jika anda mengikutinya, anda akan sangat mudah untuk memahami cara konversi suhu dan anda bisa ajarkan ke teman anda yang lainnya. Selamat belajar.

Iklan

3 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: