Skip to content
Iklan

Alkohol dan eter


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLNYzSgU4B50zDCEzhuxXgzUdbNw6kBwwjq1ZEHOT9OS_0ztJpFw

Alokohol (ROH) dan eter (ROR) erat hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari sehingga orang awam pun kenal dengan beberapa jenis alkohol. Contohnya, dietel eter sebagai pemati rasa (anesthetic), etil alkohol atau cukup disebut alkohol digunakan dalam minuman keras, 2-propanol (isopropil alkohol) sebagai zat pembunuh kuman (bakteriosida), metanol (metil alkohol) merupakan komponen utama dalam spiritus digunakan sebagai bahan bakar dan pelarut. Dalam laboratorium dan industri, semua senyawa ini digunakan sebagai pelarut dan reagensia.


Ikatan dalam alkohol dan eter memiliki ikatan yang mirip air. Alkohol dan eter terdiri dari molekul polar. Dalam kedua tipe senyawa ini, oksigen mengemban muatan negatif parsial.
Eter dapat berbentuk rantai terbuka maupun siklik.
Alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekulnya, oleh karena itu titik didih alkohol lebih tinggi dari pada titik didih alkil halida atau eter, yang bobot molekulnya sebanding.
Alkohol yang memiliki bobot molekul rendah larut dalam air, sedangkan alkil galida padanannya tidak larut. Kelarutan dalam air ini langsung disebabkan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air.
Mau tahu bagaimana cara pembuatan alkohol?
Ada beberapa cara pembuatan alkohol. Mari kita bahas.
1. Reaksi Substitusi Nukleofilik
Reaksi antara suatu alkil halida dan ion hidroksida adalah suatu reaksi substitusi nukleofilik. Bila alkil halida dipanasi dengan NaOH dalam air, terjadi reaksi dengan jalan SN2.

2. Reaksi Grignard
Reaksi Grignard memberikan suatu cara yang baik untuk membuat alkohol yang berkerangka karbon rumit. Suatu reaksi Grignard:
a. Dengan formaldehida menghasilkan suatu alkohol primer
b. Dengan aldehida lain menghasilkan suatu alkohol sekunder, dan
c. Dengan keton menghasilkan suatu alkohol tersier.

3. Reduksi Senyawa Karbonil
Alkohol dapat dibuat dari senyawa karbonil dengan reaksi redukai, dimana atom-atom hidrogen ditambahkan kepada gugus karbonilnya. Misalnya, reduksi suatu keton dengan hidrogenisasi katalitik atau dengan suatu hidrida logambmenghasilkan suatu alkohol sekunder.

4. Hidrasi Alkena
Bila suatu alkena diolah dengan air dan suatu asam kuat, yang berperan sebagai katalis, unsur-unsur air (H+ dan OH-) mengadisi (ditambahkan ke dalam) ikatan rangkap dalam suatu reaksi hidrasi. Produknya adalah alkohol. Banyak alkohol seperti etanol laboratorium dibuat secara komersial oleh hidraai alkena.

5. Etanol dari Peragian
Etanol yang digunakan dalam minuman diperoleh dari peragian karbohidrat yang berkataliskan enzim (fermentasi gula dan pati). Satu tipe enzim mengubah karbohidrat ke glukosa kemudian ke etanol, tipe yang lain menghasilkan cuka (asam asetat) dengannetanol sebagai zat antara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: