Mengubah Warna Perak menjadi Warna Pelangi

150213104717-largePeneliti dari Northwestern University berhasil menciptakan teknik baru yang dapat mengubah perak menjadi warna pelangi. Metode sederhana mereka yang cepat dan murah untuk filter warna saat ini digunakan dalam menampilkan monitor.

Koray Aydin, seorang asisten profesor teknik elektro dan ilmu komputer di Sekolah Teknik Northwestern McCormic mengatakan bahwa teknik ini tidak memerlukan teknik nanofabrication yang mahal dan memerlukan bahan yang banyak, apalagi proses itu dapat diselesaikan dalam waktu setengah jam atau lebih.

Rahasianya terletak pada filter dalam waktu serta yang memiliki struktur seperti “sandwich”. Aydin dan timnya menciptakan desain tiga lapis dimana kaca terjepit diantara dua lapisan film perak yang tipis. Lapisan perak cukup tipis untuk memungkinkan cahaya optik untuk melewati yang kemudian mentransmisikan warna tertentu melalui kaca dan mencerminkan sisa spektrum yang terlihat. Dengan mengubah ketebalan kaca, Aydin mampu menyaring dan menghasilkan warna yang berbeda.

Aydin menambahkan bahwa dengan cara mengontrol ketebalan kaca dapat berfungsi untuk mengontrol warna yang dihasilkan sesuai keinginan kita. Dengan dukungan dari Kantor Riset Ilmiah Angkata Udara, penelitian ini berhasil dipublikasikan secara online. Dengan membuat lapisan bawah perak yang lebih tebal, Aydin menemukan bahwa struktur juga bertindak sebagai penyerap warna karena  perangkap cahaya di antara dua lapisan logam tersebut. Tim ini menunjukkan bandwidth yang sempit dengan super absorber hingga 97 persen untuk penyerapan maksimalnya sehingga bisa berpotensi untuk diaplikasikan dalam perangkat optoelektrik dengan bandwidth yang dapat dikendalikan layaknya photodetectors dan perangkat pemancar cahaya. Kinerja struktur Aydin adalah sebanding dengan perangkat berbasis struktur nano .

Orang-orang yang berada di dalam nanophotonics berurusan dengan struktur nano selalu membuat nanopartikel dan menggunakan litografi atau kimia teknik.  Selain itu, Aydin juga mengembangkan struktur yang mirip dengan aluminium dan kaca untuk menyaring atau menyerap spektrum ultraviolet. Dengan mengontrol ketebalan bahan, ia berencana untuk merancang perangkat untuk panjang gelombang cahaya lain. Dunia rekayasa pun menjadi lebih berwarna.

Sumber : sciencedaily.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.