Posted on 2 Comments

Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel, Massa, Volume dan Molaritas

Belajar tentang partikel, kita harus mengetahui satuan dari partikel. Banyaknya partikel dinyatakan dalam satuan mol. Satuan mol sekarang dinyatakan sebagai jumlah patikel (atom, molekul, atau ion) dalam suatu zat. Para ahli sepakat bahwa satu mol zat mengandung jumlah partikel yang sama dengan jumlah partikel dalam 12,0 gram isotop C-12 yakni 6,02 x 1023 partikel. Jumlah partikel ini disebut Bilangan Avogadro (NA = Number Avogadro) atau dalam bahasa Jerman Bilangan Loschmidt (L). Bilangan Avogadro (L) ditemukan oleh Johann Loschmidt pada 1865. Nama Avogadro dipilih sebagai penghormatan kepada Avogadro karena beliau orang pertama yang mengusulkan perlunya satuan jumlah partikel. Adapun nama Loschmidt diabadikan sebagai simbol bilangan tersebut, L.

Bagaimana hubungan mol dengan jumlah partikel?
Hubungan mol dengan jumlah partikel dapat dirumuskan:

kuantitas (dalam mol) =  jumlah partikel / NA
atau jumlah partikel = mol x NA

Contoh soal:
Suatu sampel mengandung 1,505 x 1023 molekul Cl2, berapa mol kandungan Cl2 tersebut?

Jawab:
Kuantitas (dalam mol) Cl2 =  jumlah partikel Cl2 / NA =  1,505 x 1023 / 6,02 x 1023= 0,25 mol

Bagaimana hubungan mol dengan massa?
Hubungan antara mol dengan massa adalah:
Kuantitas (dalam mol) = Massa senyawa atau unsur (gram) / Massa molar senyawa atau   unsur (gram/mol).

Bagaimana hubungan mol dan volume?
Hubungan mol dan volume di bagi dua yaitu pada keadaan standar dan non standar.
1.Gas pada keadaan standar
Pengukuran kuantitas gas tergantung suhu dan tekanan gas. Jika gas diukur pada keadaan standar, maka volumenya disebut volume molar. Volume molar adalah volume 1 mol gas yang diukur pada keadaan standar. Keadaan standar yaitu keadaan pada suhu 0 °C (atau 273 K) dan tekanan 1 atmosfer (atau 76 cmHg atau 760 mmHg) atau disingkat STP (Standard Temperature and Pressure).

Besarnya volume molar gas dapat ditentukan dengan persamaan gas ideal:  PV= nRT
P = tekanan = 1 atm
n = mol = 1 mol gas
T = suhu dalam Kelvin = 273 K
R= tetapan gas = 0,082 liter atm/mol K

Maka:
P V = nRT
V =1 x 0,082 x 273
V = 22,389
V = 22,4 liter
Jadi, volume standar = VSTP     = 22,4 Liter/mol.
Dapat dirumuskan:  V = n x Vm
n     = jumlah mol
Vm  =  VSTP = volume molar
Contoh soal:
1) Berapa kuantitas (dalam mol) gas hidrogen yang volumenya 6,72 liter, jika diukur pada suhu 0 °C dan tekanan 1 atm?
Jawab:
Kuantitas (dalam mol) H2 =  volume H2/ VSTP
= 6,72 L / 22,4 mol/L
=   0,3 mol
2) Hitung massa dari 4,48 liter gas C2H2 yang diukur pada keadaan standar!
Jawab:
Kuantitas (dalam mol) C2H2
= volume C2H2 / VSTP
=  4,48 / 22, 4
= 0,2 mol
Massa C2H2 = mol x Massa molar C2H2
= 0,2 mol x 26 gram/mol
= 5,2 gram
3) Hitung volume dari 3,01 x 1023 molekul NO2 yang diukur pada suhu 0 °C dan tekanan 76 cmHg!
Jawab:
kuantitas (dalam mol) NO2 = jumlah partikel /NA
=  3,01 x 1023 partikel / 6,02 x 1023 partikel/mol
= 0,5 mol
Volume NO2  = mol x VSTP
= 0,5 mol x 22,4 L/mol
= 11,2 liter
2. Gas pada keadaan nonstandar
Jika volume gas diukur pada keadaan ATP (Am-bient Temperature and Pressure) atau lebih dikenal keadaan non–STP maka menggunakan rumus:
P V =  n R T
P = tekanan, satuan P adalah atmosfer (atm)
V = volume, satuan Vadalah liter
n  = mol, satuan nadalah mol
R  = tetapan gas = 0,082 liter atm / mol K
T  = suhu, satuan T adalah Kelvin (K)
Contoh soal:
Tentukan volume 1,7 gram gas amonia yang diukur pada suhu 27 °C dan tekanan 76 cmHg!
Jawab:
n = massa amonia / massa molar amonia
=   1,7 gram / 17 gram/mol
= 0,1 mol
P               = (76 cmHg / 76 cmHg)   x 1 atm = 1 atm
T               = (t + 273) K = 27 + 273 = 300 K
P V           = n R T
1 atm × V = 0,1 mol × 0,082 L atm / mol K × 300 K
V              = 2,46 L

Bagaimana hubungan mol dengan Molaritas?
Molaritas larutan didapatkan dengan membagi mol per volume.

Posted on Leave a comment

Ahli Kimia Temukan Cara Dapatkan Protein Putih Telur Tanpa Mendidihkannya

150126095911_1_540x360

Selama ini banyak protein dalam tubuh manusia yang sehat seperti cairan bening dalam telur mentah, protein-protein ini memang diyakini dalam mencegah timbulnya kanker, namun karena proses perebusan hingga mendidih yang membuat protein dalam putih telur tersebut berkurang dan manfaatnya semakin berkurang. Lalu apa solusinya ? Continue reading Ahli Kimia Temukan Cara Dapatkan Protein Putih Telur Tanpa Mendidihkannya

Posted on Leave a comment

Mengubah Warna Perak menjadi Warna Pelangi

150213104717-largePeneliti dari Northwestern University berhasil menciptakan teknik baru yang dapat mengubah perak menjadi warna pelangi. Metode sederhana mereka yang cepat dan murah untuk filter warna saat ini digunakan dalam menampilkan monitor. Continue reading Mengubah Warna Perak menjadi Warna Pelangi

Posted on 2 Comments

Nanopartikel Sterilkan Air Minum dari Nitrat

Nanopartikel Sterilkan Air Minum dari Nitrat

nitrates-in-waterAir memang menyehatkan, tubuh kita 75 persennya mengandung air. Namun, bagaimana air yang kita butuhkan dan kebutuhan vital bagi tubuh kita terkontaminasi? Tentunya hal tersebut bisa berdampak buruk bagi tubuh kita dan bukan menjadi air yang menyehatkan bagi semua makhluk hidup. Kontaminasi yang sering terjadi dan sering diremehkan oleh Continue reading Nanopartikel Sterilkan Air Minum dari Nitrat

Posted on Leave a comment

Nanopartikel Emas pun Jadi Detektor Penyakit Jantung

nano partikel emas

Sebuah tes koloid untuk emas telah menunjukkan potensi besar dalam deteksi dini pada serangan jantung. Para peneliti saat ini sedang mengembangkan strategi untuk menguji troponin jantung. Tingkat yang diteliti adalah beberapa ribu kali lebih tinggi pada Continue reading Nanopartikel Emas pun Jadi Detektor Penyakit Jantung

Posted on Leave a comment

Sistem Koloid : Macam Macam Koloid

1. Aerosol

aerosol koloid

Aerosol yang dapat kita saksikan di alam adalah kabut awan debu di udara. Sistim koloid dimana partikel padat atau cair terdispersi dalam gas disebut Aerosol

Di jaman modern ini banyak sckali kosmetika dan insektisida diproduksi dalam bentuk aerosol yang mudah kita dapatkan ditoko-toko atau reklame yang ada pada tayangan-tayangan televisi yang disebut obat semprot. Contoh : deodoran, obat nyamuk semprot. hair spray, dan lain-lain. Continue reading Sistem Koloid : Macam Macam Koloid

Posted on 1 Comment

Sistem Koloid : Sifat Sifat Koloid

sifat koloid

SISTEM KOLOID

Sifat Sifat Koloid

Sifat khas dari partikel koloid sesuai dengan Efek Tyndall, Gerak Brown adsorpsi, koaguasi, koloid pelindung dan dialisa.

1. Efek Tyndall

efek tyndall

Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh patikel partikel debu yang terdapat dalam ruang jika seberkas cahaya yang dilewatkan pada suatu ruang yang gelap melalui suatu celah atau larutan maka berkas cahaya atau sorotan cahaya akan nampak jelas hal ini disebut dengan sistim koloid Continue reading Sistem Koloid : Sifat Sifat Koloid

Posted on 1 Comment

UNSUR RADIOAKTIF DAN PARTIKEL RADIOAKTIF

Semenjak ditemukannya sinar X pada tahun 1895 oleh Wilhelm Konrad Rontgen, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu, meski pada saat itu para ilmuwan belum bisa memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya.

Marie Skłodowska-Curie
Marie Skłodowska-Curie. Sumber Gambar : wikipedia.org

Pada tahun 1896, Antoine Henri Becquerel mengamati bahwa beberapa gram uranium memancarkan radiasi yang dapat menembus kertas hitam yang menutupi plat fotografi. Sedangkan pada tahun 1898, sepasang ilmuwan, Marie Curie dan Pierre Curie, mengamati bahwa radiasi dari uranium dapat menyebabkan terbentuknya unsur baru.

Marie Curie menciptakan istilah keradioaktifan (radioactivity) untuk proses radiasi atau pemancaran sinar oleh suatu unsur. Sinar yang dipacarkan disebut sinar radioaktif, dan unsur yang memancarkannya disebut unsur radioaktif.

Pierre Curie dan Marie Curie berhasil mengisolasi dua buah unsur baru yang terbentuk dari peluruhan unsur uranium, masing-masing pada bulan Juli dan Desember pada tahun 1898. Kedua unsur itu kemudian mereka namai polonium (yang diambil dari nama Negara asal Marie yaitu Polandia) dan radium (yang diambil dari bahasa Latin, radiare yang memiliki arti ‘bersinar’). Sama seperti uranium, kedua unsur ini juga bersifat radioaktif. Hasil penelitian mereka dituangkan sebagai disertasi Ph.D dari Marie Curie pada tahun 1903. Mungkin inilah disertasi paling hebat dalam sejarah ilmu pengetahuan, sebab mengantarkan Marie Curie untuk meraih dua hadiah Nobel. Tahun itu juga Marie dan Peirre Curie, bersama-sama dengan Becquerel, meraih hadiah nobel bidang fisika untuk jasa mereka bertiga di bidang penelitian keradioaktifan. Kemudian pada tahun 1911 Marie Curie memperoleh hadiah Nobel bidang kimia untuk penemuan unsur polonium dan radium.

Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa sinar radioaktif dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan mereka. Sinar radioaktif yang bermuatan positif diberi nama sinar alfa, dan tersusun dari inti-inti helium. Sedangkan sinar radioaktif yang bermuatan negatif deberi nama sinar beta, yang tersusun dari elektron-elektron. Sementara itu Paul Ulrich Villard menemukan jenis sinar radioaktif yang ketiga, yaitu sinar gamma yang tidak bermuatan. Sinar gamma adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar X.

Berikut ini merupakan partikel-partikel yang sering kita jumpai pada pelajaran kimia.

Partikel/Sinar Notasi Muatan
Alfa (α) 2α4 atau 2He4 +2
Elektron/Beta (β) -1e0 atau -1β0 -1
Gamma (γ) 0γ0 0
Positron (elektron positif) 1e0 +1
Netron 0n1 0
Proton 1H1 atau 1p1 +1
Detron 1H2 atau 1D2 +1
Triton 1H3 atau 1T3 +1

 

untuk sifa sifat silahkan lanjut ke halaman 2