Laporan Praktikum Asilasi Pembuatan 1,2,3,4,6-Penta-o-Asetil-α-D-Glukopiranosa


Tujuan

Mensintesis 1,2,3,4,6-Penta-o-Asetil-α-D-Glukopiranosa

Teori Dasar

Glukosa dalam larutan berbentuk dalam kesetimbangan campuran hemi-asetal dan hanya dalam jumlah kecil rantai terbuka aldehida dalam asetilasi terhadap glukosa tergantung pada katalis yang digunakan

reaksi asetilasi

Alat dan Bahan

  • Labu Bulat
  • Kondensor
  • Corong Buchner
  • Pemanas
  • D-Glukosa
  • Anhidrida Asetat
  • Zinc Klorida
  • Metanol
  • Air Es

Cara Kerja

  1. Timbang 0,25g bubuk Zinc Klorida, Tempatkan dalam labu bulat, tambahkan anhidrida asetat 6ml, lengkap dengan kondensor(refluks), panaskan dalam pemanas selama 5-10 menit
  2. Masukkan glukosa 1 g secara hati-hati ke campuran diatas, dan kocok. Panaskan 1,5 jam
  3. Pemanasan dihentikan, tuang campuran ke dalam gelas beaker yang berisi air es 100 mL, aduk. Pendinginan diteruskan dan amati
  4. Saring produk dengan penyaring buchner, dapat dicuci dengan sedikit air es
  5. Ambil kristal, kumpulkan dalam wadah gelas beaker. Rekristalisasi dilakukan dengan menambahkan metanol tetes demi tetes sampai tepat larut. Dinginkan kembali sampai terbentuk kristal, pisahkan
  6. Hitung Produk yang terbentuk

Data Pengamatan

  • Campuran ZnCl2 + Anhidrida Asetat –> berwarna Putih keruh
  • Saat di refluks –> terjadi kegosongan
  • Berat Kristal = 1,094 gr

Pengolahan Data

reaksi asetilasi

<D-Glukosa>                          <Anhidrida Asetat>                           <1,2,3,4,6-Penta-o-Asetil-α-D-Glukopiranosa>

m: 5,556×10-3 mol                        0,0635 mol                                                    –

r  : 5,556×10-3 mol                        0,02778 mol                                         5,556×10-3 mol

s  :               –                               0,03572 mol                                         5,556×10-3 mol

mol glukosa  = m/Mr = (1gr)/(180 gr/mol) = 5,556×10-3 

massa anhidrida asetat = ρ.V = 1,08 gr/mL x 6 mL = 6,48 gr

mol anhidrid asetat = m/Mr = (6,48gr)/(102 gr/mol) = 0,0635 mol

massa gluko piranosa = mol x Mr =   (5,556×10-3 mol) x (390 gr/mol) = 2,167 gr

massa percobaan =1,094 gr

%Yield =|(massa percobaan-massa teori)/massa teori| x 100% = 49,5 %

Pembahasan

Praktikum yyang dilakukan kali ini bertujuan untuk mensintesis senyawa 1,2,3,4,6-Penta-o-Asetil-α-D-Glukopiranosa. Untuk mensintesis senyawa tersebut diperlukan glukosa sebagai bahan bakunya. Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan glukosa heksosa dan merupakan aldehid

Pada praktikum, langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan ZnCl2 dan anhi9drida asetat. Kemudian dicampur dilabu bulat untuk dipanaskan dengan refluks selama 5-10 menit. ZnCl2 berfungsi sebagai katalis dan anhidrid asetat berfungsi sebagai pembentuk reaksi asetilasi karena memiliki asetat untuk digunakan bereaksi. Pemanasan tersebut dimaksudkan untuk melarutkan ZnCl2 dan membuatnya bereaksi

Setelah dilakukan pemanasan barulah glukosa sebagai bahan baku utama ditambahkan kedalam labu untuk direfluks selama 1,5 jam. Fungsi refluks ini untuk mempercepat jalannya reaksi karena dengan refliuks pemanasan akan meningkatkan energi kinetik molekul sehingga terjadi makin banyak tumbukan per satuan waktu. Selain refluks memanfaatkan konsep sistem tertutup dimana larutan yang dipanaskan di cegah hilang karena saat menguap akan ada kondensor yang berfungsi untuk mendinginkan uap sehingga turun lagi ke sistem sebagai cairan

Waktu yang digunakan untuk refluks berkurang menjadi 30 menit karena terjadi kegosongan, setelah itu cairan dipindahkan dan dicampur ke 100mL air dingin untuk membentuk kristal yang disebabkan adanya perbedaan suhu yang drastis dari saat dilabu dan air dingin. Untuk rekristalisai ditambahkan  metanol untuk menarik menarik pengotor polar sehingga akan didapat kristal yang lebih murni.

Analisa kesalahan pada praktikum ini yang utama ialah tentang kemungkinan adanya kesalahan penggunaan alat, selain itu kesalahan seperti penimbangan yang tidak tepat, reagen yang terkontaminasi & peralatan yang kurang bersih merupakan faktor lain yang mempengaruhi hasil praktikum

Kesimpulan

  • Sintesis senyawa 1,2,3,4,6-Penta-o-Asetil-α-D-Glukopiranosa dilakukan dengan reaksi asetilasi
  • Katalis yang digunkan ialah ZnCl2
  • massa percobaan 1,2,3,4,6-Penta-o-Asetil-α-D-Glukopiranosa yang dihasilkan 1,094 gr

Daftar Pustaka

  • Tim KBI Kimia Organik. Praktikum Sintesis Organik. Depok : Dept. Kimia FMIPA UI
  • Sykes, Peter. 1989. Penuntun Mekanisme Reaksi Kimia Organik. Jakarta : Gramedia
  • Fessenden & Fessenden. 1982. Organic Chemistry. Ed 3. Jakarta : Erlangga
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s