Skip to content
Iklan

Mengapa Harus Hindari Konsumsi Gula Sejak Dini?


Image

Sebelumnya, gula sangat populer digunakan sebagai bahan untuk membuat kue ulang tahun maupun berbagai perayaan tertentu. Namun, sekarang Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsi gula sebab hampir semua produk makanan mengandung gula tambahan. Maka dari itulah, Anda harus memperhatikan serta mengurangi asupan gula sejak dini.

Mengapa Anda harus menguranginya sejak sekarang tentang konsumsi gula tersebut ? Berikut ini ada beberapa alasan mengapa konsumsi gula harus dikurangi sejak dini.

1.     Mempercepat Penuaan

Dr Lustig mengatakan bahwa salah satu molekul yang terdapat pada gula tambahan, sebut saja sebagai fruktosa memiliki potensi 7 kali lebih besar untuk membentuk radikal oksigen dan mampu menyebabkan kerusakan maupun kematian sel dibandingkan pada glukosa. Dengan demikian, jika diteruskan maka peluang untuk terkena penyakit kronis seperti jantung ataupun diabetes tipe 2 pun semakin besar. Cegah Penuaan dini dengan “Ini“.

2.    Overdosis

Secara tak sadar ternyata kebanyakan dari kita ternyata mengonsumsi gula secara berlebihan atau overdosis. Misalnya saja di Amerika yang warganya ternyata mengonsumsi 22 sendok teh atau sama dengan 59 kg per tahun. Padahal, American Heart Association merekomendasikan kepada para wanita maksimal 6 sendok teh dan 9 sendok teh untuk pria setiap harinya dalam mengonsumsi gula tambahan.

3.     Menipu Otak

Robert Lustik, MD, seorang pakar endokrinologi sekaligus penulis buku Fat Chance : Beating the Odds Againts Sugar, Processed Food, Obesity and Disease mengatakan bahwa mengonsumsi gula tambahan berlebihan malah mengirimkan sinyal lapar yang palsu terus menerus ke otak yang membuat kita merasa lapar.

4.     Menimbulkan ketagihan

Mengonsumsi terlalu banyak fruktosa dari gula tambahan dapat merusak sistem untuk mengirim sinyal dopamine (semacam neurotransmitter yang berfungsi untuk memperlihatkan perasaan puas setelah mengonsumsi sesuatu) yang berada di seluruh tubuh, sehingga tubuh memerlukan lebih banyak gula agar bisa meredam sinyal tersebut.

5.     Merubah warna jaringan pada tubuh

Stres secara oksidatif dapat menimbulkan jaringan tubuh di mana seharusnya berwarna merah menjadi cokelat. Reaksi tersebut dinamakan reaksi Maillard. Sehingga dengan mengonsumsi gula tambahan secara berlebih malah mempercepat proses perubahan warna menjadi coklat tersebut.

6.    Menggemukkan hati

Jika mitokondria yang berada di dalam liver atau hati kelebihan gula maka tak ada pilihan lain dalam mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak hati. Dengan begitu dapat memicu penyakit lemak hati dan memaksa pankreas dalam memproduksi insulin secara berlebih sehingga membuat organ hati menjadi kewalahan untuk bekerja lagi.

7.     Merusak pembuluh darah

Kebiasaan buruk dalam mengonsumsi gula terlalu banyak secara terus menerus akan merusak endotelium atau selubung sel khusus yang berfungsi untuk melapisi permukaan bagian dalam pembuluh darah. 

Sumber : detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: