Dengan menambahkan Air, Silikon Dapat Menghasilkan Hidrogen

Image

Akhirnya setelah dilakukan beberapa percobaan, para ilmuwan berhasil menciptakan bola silikon dengan diameter sekitar 10 nanometer. Pada saat dikombinasikan dengan air, partikel-partikel tersebut bereaksi dan membentuk asam silikat serta hydrogen yang berpotensi sebagai sumber energi untuk bahan bakar.

Reaksi tersebut tidak memerlukan cahaya, panas, ataupun listrik. Meskipun demikian, reaksi tersebut akhirnya berhasil menciptakan hidrogen sekitar 150 kali lebih cepat dibandingkan reaksi pada saat menggunakan partikel silikon yang berdiameter 100 nanometer, serta seribu kali lebih cepat pada dari silikon massal.

Para ilmuwan mampu memverifikasi bahwa hidrogen yang mereka hasilkan ternyata cukup murni setelah sukses dilakukan pengujian dalam sel bahan bakar yang didukung dengan pemanas.

Mark T. Swihart, seorang professor teknik kimia UB dan biologi sekaligus direktur dari University Strategic Strength in Integrated Nanostructured Systems mengatakan bahwa ketika terjadi pemisahan air yang menghasilkan hidrogen, menggunakan silikon berukuran nano mungkin menjadi pilihan yang lebih baik daripada menggunakan aluminium.

Paras Prasad yang merupakan direktur dari UB’s Institute for Lasers, Photonics dan Biophotonics (ILPB) dan SUNY Distinguish Profesor yang bertempat di Departemen UB Kimia, Fisika, Teknik Elektro dan Kedokteran mengatakan bahwa dengan pengembangan lebih lanjut, teknologi tersebut dapat membentuk dasar hanya dengan menambahkan air untuk menghasilkan hidrogen sesuai permintaan. Aplikasi tersebut adalah aplikasi yang paling praktis sebagai sumber energi portable.

Swihart dan Prasadlah yang memimpin studi tersebut di mana ia juga didampingi oleh beberapa ilmuwan. Beberapa di antaranya memilii hubungan dengan Nanjing University di Cina atau Korea University di Korea Selatan.

Kecepatan reaksi di mana partikel berukuran 10 nanometer bereaksi dengan air telah mengejutkan para peneliti. Sebab, dalam waktu kurang dari satu menit, partikel-partikel tersebut menghasilkan hidrogen lebih dari 100 nanometer partikel yang seharusnya biasa dihasilkan dalam waktu sekitar 45 menit. Laju reaksi maksimum pada partikel berukuran 10 nanometer tersebut adalah sekitar 150 kali lebih cepat.

Swihart mengatakan bahwa perbedaan dari semua itu adalah geometrinya. Ketika mereka bereaksi, partikel yang lebih besar dengan strukur berbentuk bola akan lebih mudah bereaksi dengan air dibandingkan dengan partikel kecil berbentuk bola lainnya.

Meskipun dibutuhkan energi dan sumber daya yang siginifikan untuk dapat menghasilkan bola silikon superkecil, partikel tersebut dapat membantu daya perangkat portable untuk biaya yang lebih rendah dan hanya membutuhkan ketersediaan air saja. Seperti halya dapat digunakan pada operasi militer ataupun saat berkemah.

Folarin Erogbogbo, seorang asisten professor peneliti di UB’s ILPB dan lulusan PhD dari UB mengatakan bahwa sebelumnya mereka tidak mengetahui bahwa ternyata hidrogen dapat dihasilkan dari silikon yang merupakan salah satu elemen bumi yang paling melimpah. Penyimpanan hidrogen telah menjadi masalah yang sangat sulit meskipun hidrogen adalah kandidat yang sangat baik sebagai energi alternatif. Dan salah satu aplikasi praktis dari pekerjaannya adalah akan memasok hidrogen sebagai bahan bakar seperti digunakan sebagai kendaraan militer atau aplikasi portable lainnya.

Sumber : sciencedaily.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.