Skip to content
Iklan

PENJERNIHAN AIR


Kejernihan air merupakan karakteristik pertama yang diperhatikan oleh manusia. Kekeruhan disebabkan oleh adanya zat tersuspensi yang menimbulkan penyebaran dan penyerapan sinar cahaya. Nilai kekeruhan tinggi dapat menyebabkan masalah pada rasa dan bau serta menunjukkan adanya organisme penyebab penyakit (Spellman, 2003).

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/VI/2010 Tanggal : 19 April 2010, kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan untuk air bersih adalah 25 NTU dan untuk air minum sebesar 5 NTU.

penjernihan air dengan PACKoagulasi merupakan metode yang digunakan untuk pengolahan air. Koagulasi menurut Metclaf (2004) adalah proses mendestabilisasi partikel koloid sehingga dapat terbentuk flok-flok halus. Koagulan yang umum digunakan adalah polialuminium klorida (PAC). Kelebihan dosis dalam menggunakan koagulan kimia terutama yang berbahan dasar aluminium, dapat menambah residual kation dalam air. Hal ini dapat merugikan kesehatan apabila air tersebut dikonsumsi terus-menerus. Penelitian Balaet tahun 2013 menyatakan bahwa 65% darah pasien Alzheimer mengandung Al lebih besar 1-5% dari kadar normal Al dalam darah.

Polialuminium Chlorida (PAC) adalah polimer komplek berantai panjang Alm(OH)n(Cl)3m-n. Flok yang terbentuk lebih padat dan kecepatan yang mengendap tinggi. Poli elektrolit merupakan koagulan pembantu yang digunakan untuk memantapkan flok yang terbentuk. Koagulan polimer adalah zat yang bisa terlarut dalam air dengan berat molekul relatif (Mr) antara 1.000– 5.000.000 gr/mol dalam proses komersil sering kali sampai 1.000.000 gr/mol yang berbentuk pola kecil dinamik dengan ukuran beberapa ratus nanometer (Sugiarto, 2007).

Koagulan adalah zat yang ditambahkan untuk proses koagulasi (proses mendestabilisasi partikel koloid sehingga dapat terbentuk flok-flok halus). Sedangkan flokulan ditambahkan untuk meningkatkan proses flokulasi (proses pembesaran ukuran flok). Flokulasi adalah proses peningkatan ukuran partikel sebagai akibat tubrukan antar partikel. Flokulasi dibedakan menjadi:

  1.  Mikroflokulasi (flokulasi perikinetik) terjadi ketika partikel teragregasi karena gerakan termal acak dari molekul-molekul cairan yang disebut Brownian Motion.
  2. Makroflokulasi (flokulasi ortokinetik) terjadi karena pengendapan diferensial, yaitu ketika partikel-partikel besar menarik partikel-partikel kecil membentuk partikel-partikel yang lebih besar. Makroflokulasi belum efektif sampai partikel-partikel koloid mencapai ukuran 1-10 μm melalui kontak yang didorong oleh gerak Brown dan pengadukan lambat
Iklan

3 Comments »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: