Posted on Leave a comment

Segregasi dalam Pengolahan Air Limbah

​Dalam pengolahan limbah cair, ada istilah segregasi. Apakah segregasi itu? Secara mudah, segregasi dapat diartikan sebagai suatu proses pemisahan limbah antara jenis satu dengan lainnya. 

Seberapa pentingkah segregasi dalam pengolahan limbah cair?

Bagaimana caranya? Segregasi merupakan tahapan yang penting untuk memudahkan langkah memilih metode yang sesuai dalam penanganannya. Segregesi pada pengolahan limbah dapat kita bagi menjadi dua yaitu:

1.Segresi Bisa Diolah dan Tidak Bisa Diolah

Sebelumnya kita perlu memahami bahwa pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak semua limbah dapat diolah karena IPAL sudah dirancang dengan suatu sistem tertentu.

Proses segregasi yang harus dilakukan pertama kali adalah, kita harus memisahkan antara limbah yang bisa diolah dan tidak.

Hal ini bisa dengan beberapa cara, cara yang termudah adalah dengan menggunakan analisa fisik secara kasat mata. Apakah cemaran yang ada bisa dipisahkan dengan cara pengendapan biasa (Dengan atau tanpa chemical) ataukah membutuhkan proses yang sangat panjang.

Cara yang kedua adalah dengan membawa sampel air limbah tersebut ke laboratorium dan melihat polutan apa saja dan berapa tingginya ada di dalam air tersebut. Kalau ternyata jumlah polutan dapat dibilang cukup ekstrem kita bisa langsung saja menyimpulkan limbah tersebut tidak bisa masuk ke dalam IPAL yang sudah kita buat.

2.Segregasi Limbah Sejenis atau Tidak Sejenis

Proses segregasi yang kedua yang bisa kita lakukan adalah dengan memperhatikan jenis air limbah yang kita miliki. Sama dengan mayoritas atau berbeda? Jika pada sebuah pabrik plating dan disana terdapat proses yang menghasilkan limbah air dengan mengandung Almunium dan mengandung Chrom.

Kedua jenis limbah tersebut sudah pasti berbeda, dan tidak bisa disatukan dalam proses pengolahannya karena akan menjadi kacau.

Almunium cukup diolah dengan cara dinaikan ke pH 8 lalu diberikan sedikit koagulan dan flokulan. Sedangkan chrom perlu direduksi terlebih dahulu dengan menggunakan Tio Sulfat.

Oleh karena itu untuk kasus-kasus seperti ini, perlu dilakukan segregasi terlebih dahulu.

Posted on 3 Comments

PENJERNIHAN AIR

penjernihan air dengan PAC

Kejernihan air merupakan karakteristik pertama yang diperhatikan oleh manusia. Kekeruhan disebabkan oleh adanya zat tersuspensi yang menimbulkan penyebaran dan penyerapan sinar cahaya. Nilai kekeruhan tinggi dapat menyebabkan masalah pada rasa dan bau serta menunjukkan adanya organisme penyebab penyakit (Spellman, 2003). Continue reading PENJERNIHAN AIR

Posted on 1 Comment

Sistem Koloid : Sifat Sifat Koloid

sifat koloid

SISTEM KOLOID

Sifat Sifat Koloid

Sifat khas dari partikel koloid sesuai dengan Efek Tyndall, Gerak Brown adsorpsi, koaguasi, koloid pelindung dan dialisa.

1. Efek Tyndall

efek tyndall

Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh patikel partikel debu yang terdapat dalam ruang jika seberkas cahaya yang dilewatkan pada suatu ruang yang gelap melalui suatu celah atau larutan maka berkas cahaya atau sorotan cahaya akan nampak jelas hal ini disebut dengan sistim koloid Continue reading Sistem Koloid : Sifat Sifat Koloid

Posted on 9 Comments

Penggunaan Polyaluminium Chloride

Saat ini, banyak kita temukan produk-produk untuk menjernihkan air. Ada beberapa bahan kimia yang bisa digunakan untuk melakukan proses penjernihan air. Artikel ini akan mencoba untuk menjabarkan bagaimana proses penjernihan air dengan menggunakan Polyaluminium Chloride.

Berkenalan Dengan Polyaluminium Chloride (PAC)

Aln(OH)mCl3n-m merupakan rumus kimia untuk Polyaluminium Chloride (PAC). Merupakan salah satu Koagulan – zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif partikel di dalam suspensi – yang bisa membantu untuk menjernihkan air, seperti air sumur yang keruh. Terdapat beberapa cara yang telah diketahui dan dipatenkan untuk membuat PAC yang dapat dibuat dengan menggunakan hidrolisa parsial dari aluminium klorida, seperti ditunjukkan reaksi berikut : n AlCl3 + m OH. m Na+ → Al n (OH) m Cl 3n-m + m Na+ + m ClContinue reading Penggunaan Polyaluminium Chloride

Posted on 2 Comments

Cara Membedakan Telur Mentah dan Matang Dari Luar

Telur merupakan bahan pangan yang banyak di konsumsi di berbagai negara. Cara pengolahannya pun

Bahasa Indonesia: Telur ayam Deutsch: Hühnereier
Bahasa Indonesia: Telur ayam Deutsch: Hühnereier (Photo credit: Wikipedia)

berbeda beda, bahkan untuk keperluan tertentu ada yang di makan secara mentah. Terkadang di suatu perayaan telur juga di pakai untuk di lempar dan di pecahkan, padahal sungguh banyak mereka yang membutuhkan telur tersebut.

Kembali ke topik awal, Tahukan anda Cara membedakan telur mentah dan matang dari luar ? Bukan setelah di pecahkan, namun dari luar. Untuk membedakannya kita akan memanfaatkan prinsip prinsip fisika.

Mari kita coba !

Bahan yang diperlukan :

  • 1 Telur Rebus
  • 1 Telur

 

Cara melakukannya : Continue reading Cara Membedakan Telur Mentah dan Matang Dari Luar

Posted on 4 Comments

Sifat sifat Larutan : Koloid

Koloid merupakan salah satu bentuk campuran dalam berbagai bentuk fasa. dalam kali ini akan dibahas mengenai koloid dengan fasa pendispersi cairan. Koloid sendiri secara umum artinya suatu campuran yang terdiri dari fasa terdispersi dan pendispersi. partikel koloid ini diameternya 5 hingga 1000nm. Larutan memiliki  partikel yang lebih kecil, sedangkan suspensi memiliki partikel yang lebih besar. Partikel koloid bisa terdiri dari banyak atom, ion, atau molekul, bahkan bisa saja satu molekul raksasa. Contohnya ialah molekul hemoglobin

Efek tyndall

Jika kita membicarakan koloid maka efek tyndall juga harus di ikut sertakan. Partikel koloid memang sangat kecil,efek tyndall tetapi partikelnya masih bisa memencarkan cahaya oleh karena itulah kebanyakan koloid terlihat buram dan keruh. efek pemencaran cahaya akibat partikel koloid inilah yang disebut dengan efek tyndall. karena itulah kita dapat dengan jelas melihat cahaya mobil dimalam hari dimana debu debu terlihat beterbangan. Continue reading Sifat sifat Larutan : Koloid