Skip to content
Iklan

Nanopartikel Karbon (wsCNPs) Sebagai Penghambat Perkembangbiakkan Nyamuk


Nyamuk dikenal dengan predator kecil yang mampu mengurangi populasi manusia. Hewan yang satu ini merupakan hewan

Anopheles gambiae mosquito Deutsch: Anopheles ...

Anopheles gambiae mosquito Deutsch: Anopheles gambiae beim Stich Bahasa Indonesia: Nyamuk Anopheles 日本語: ガンビアハマダラカAnopheles gambiae Português: mosquito Anopheles gambiae Giles, 1926 (Photo credit: Wikipedia)

pembawa virus melalui gigitannya sehingga menularkan berbagai macam penyakit, seperti malaria, demam berdarah, dan penyakit kuning. Berdasarkan riset, hampir 2 juta jiwa meninggal setiap tahunnya dikarenakan gigitan nyamuk.

Seorang ilmuwan dari India telah membuktikan melalui percobaan sederhana yang ramah lingkungan mengenai nanopartikel karbon (wsCNPs) yang dapat mengurangi populasi nyamuk.

Pemberantasan nyamuk secara signifikan dapat membatasi penyebaran berbagai penyakit, seperti penggunaan insektisida pembasmi hama, dan membuat jaring – jaring untuk mencegah masuknya nyamuk. Bahkan pemberantasan secara permanen seperti mengalirkan air yang tergenang, atau mengumpankan kepada musuh alaminya seperti capung.

Sabyasachi sarkar dan para kimiawan inorganik lainnya di bengal engineering and science university telah menemukan jawaban baru mengenai permasalahan tersebut. Para ilmuwan tersebut mencoba mengambil beberapa gambar ikan zebrafish (ikan sintetis, biasa digunakan untuk menangani pengolahan limbah atau yang bersifat toxin dalam air), kemudian diumpankan nyamuk tersebut yang telah diobati dengan menggunakan nanopartikel karbon yang larut dalam air. Para ilmuwan melihat bahwa kehadiran nanopartikel (wsCNPs) yang larut dalam air tersebut dapat memperlambat perkembangbiakan jentik – jentik nyamuk.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, sarkar dan timnya menunjukkan konsentrasi wsCNPs dalam konsentrasi rendah yaitu hanya dengan 3mg/l sudah mampu mencegah larva berkembang biak dengan mengakibatkan kematian. Sebaliknya pada konsentrasi wsCNPs tersebut tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar, dan nanopartikel tersebut mampu bertahan dalam genangan air dalam jangka waktu beberapa bulan.

Nanopartikel dibuat dengan cara membakar kayu wol, kemudian dibersihkan dan di treatment dengan menggunakan asam nitrat. Menurut shankar, proses ini tidaklah sulit. Program pemberantasan nyamuk yang dijalankan oleh lembaga pemerintahan yang berbeda di seluruh dunia harus mencoba metode ini, terutama di kota – kota dengan sistem drainase yang buruk.

Sumber : Chemistry world

Iklan

1 Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s