Biologi Materi Pelajaran SMA

Pertumbuhan dan Perkembang Hewan

Advertisements

Setiap makhluk hidup mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Nah bagaimana kita tahu bahwa hewan  dapat bertumbuh dan berkembang. Yuk kakak jelaskan!

Pertumbuhan pada hewan merupakan dari bertambahnya ukuran seperti tinggi, berat, panjang dan bentuk tubuh yang tetap dan irreversible ( tidak dapat valik ke kondisi semula) yaitu contohnya, seerkor kupu-kupu dewasa, tidak bisa kembali menjadi kepompong. Sedangkan untuk Perkembangan merupakan proses perubahan bentuk organ-organ yang mengarah pada kedewasaan, yaitu contohnya pematangan sel-sel tubuh sehingga dapat berproduksi.

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan, tidak beda jauh dengan  pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi pada seluruh bagian tubuh, diawali dari proses fertilisasi, yaitu proses terjadinya pembuahan sel telur dengan sel sperma. Oh iya, jadi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dibagi menjadi dua fase utama, yaitu fase embrionik dan fase pasca –embrionik.

(Baca Juga Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan)

FASE EMBRIONIK

Fase embrionik adalah fase yang dimulai dari terbentuknya zigot sampai berkembangnya embrio. Jadi pada tahapan ini zigot yang terbentuk dari fertilisasi antara spera dan sel telur mengalami pertambahan jumlah sel akibat pembelahannya secra mitosis. Zigot akan melakukan pembelahan sel (cleavage) kemudian ia lalu akan membentuk organ-organ hingga menjadi individu yang utuh..

Tahap Morula

 Tahap ini, zigot akan mengalami pembelahan mitosis secara berulang kali menjadi 2,4,8, sampai 64 sel. Sel-sel yang akan terbentuk ini dinamakan yaitu blastomer. Pada  berjumlah 64, blastomer ini tadi berkumpul dan membentuk bola yang tidak berongga yaitu seperti buah arbei dinamakan morula.

Tahap Gastrula

Tahapan gastrula ini merupakan bentuk lanjutan dari blastula. Pada tahap ini, dapat ditandai dengan pelekukan tubuh yang semakin nyata, kemudian lalu timbul lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh (gasterol). Jadi, proses ini dapat disebut gastrulasi. Lubang tempat pelekukan kelak akan berkembang menjadi anus yang disebut blstopor. Jadi pada tahap ini, embrio telah terbentuk dan menghasilkan tga lapisan embrionik, yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm.

BACA JUGA  Mengenal Benzalkonium Klorida sebagai Desinfektan

Tahap Organogenesis

Tahap ini merupakan prosespembentukan berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan gastrula.

  1. Lapisan Ektoderm, merupakan lapisan terluar. Berkembang menjadi rambut, kulit, system saraf dan indra.
  2. Lapisan Mesoderm merupakan lapisan yang berada pada lapisan tengah yang berkembang menjadi otot, alat reprosuksi, alat ekskresi, rangka, dan alat peredaran darah.
  3. Lapisan Endoderm merupakan lapisan terdalam yang berkembang menjadi alat pencernaan dan alat pernapasan

FASE PASCA-EMBRIONIK

Fase pasca embrionik ini dimulai dari sejak hewan lahir atau menetes. Pada tahap ini semua anggota tubuh akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Nah, jadi kecepatan pertumbuhan dan perkembangan setiap anggota tubuh tidak akan selalu sama. Pertumbuhan juga tidak berlangsung terus menerus, bisa berhenti setalah menjadi dewasa. Sedakan untuk perkembangan sendiri dimulai ketika alat-alat kelamin sudah dapat mampu memproduksi sel-sel kelamin (gamet). Contoh pada fase ini adalah metamorfosis. Metamorfosis ini merupakan proses perubahan bentuk secara bertahap dari mulai larva hingga akan menjadi dewasa. Dalam mertamorfosis pada hewan ini dibagi menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis sempurna yait bentuk hewan pada saat muda sangat berbeda dari bentuk dewasa, jadi metamorfosis sempurna ini dapat ditandai dengan adanya fasepupa dan kempompong. Sedangkan metamorfosis tidak sempurna merupakan perubahan bentuk yang tidak mengalami fase pupa   

Latest posts by lenaapriyanis (see all)

2 comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.