Fakta-Fakta Sains Seru dalam Kehidupan Sehari-hari

Fakta-fakta Sains Seru dalam Kehidupan Sehari-hari

Advertisements

Artikel ini akan menambah rasa ingin tahu sahabat bisakimia.com tentang fakta-fakta sains yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa Fakta Sains Seru

A. Fakta Sains Seru dalam Roti dan Nasi

1. Mengapa ada lubang-lubang kecil pada roti?

Bermacam-macam roti yang diberi ragi

Bahan pembuat roti adalah ragi. Ragi adalah sejenis jamur tumbuhan yang jika dilihat dengan mikroskop berbentuk elips atau bentuk lainnya. Ragi ini akan dapat mengembang cepat dan memuai menjadi besar jika kita masukkan ke dalam tepung. Begitu juga jika kita mencampurkannya dengan alkohol, asam, dan karbon dioksida. Karbon dioksida (CO2) akan mengeluarkan panas saat ragi mengembang dalam adonan tepung. Adanya lubang pada roti disebabkan karena pemanasan dari karbon dioksida (CO2).

Karena adanya ragi tersebut, walaupun kita menekan atau merobek roti, didalamnya akan tetap terasa lembut. Akan tetapi, walaupun roti lunak dan lembut, lama kelamaan akan menjadi keras dan mengeluarkan air. Apabila roti menjadi keras, cobalah masukkan roti yang lembap di antara roti yang keras. Air pada roti yang lembap akan membuat roti yang keras menjadi lunak kembali. Penjelasan tentang ragi dapat sahabat bisakimia.com baca juga disini.

2. Mengapa nasi panas lebih enak daripada nasi dingin?

Jika kita disajikan nasi panas dan nasi dingin, kita lebih memilih nasi panas. Mengapa demikian? Berikut penjelasan ilmiahnya.

Kandungan utama dari nasi adalah amilosa dan amilopektin. Campuran amilosa dan amilopektin disebut dengan pati, oleh karena itu bahan dasar nasi sering disebut juga zat pati.

Beras terbentuk dari satuan rantai amilosa dan amilopektin yang kemudian menjadi pati beta (β). Penelitian menunjukkan, saat nasi dimasak, susunan rantai dari molekul air satuan rantai amilosa dan amilopektin tersebut menjadi tidak teratur dan mengendur. Oleh karena itu setelah nasi matang, maka ukuran nasi akan menjadi dua kali lebih besar.

Saat molekul air masuk ke dalam zat pati, seketika itu juga nasi akan berubah menjadi pati alfa (α). Pati alfa (α) bertekstur lembut, legit, berguna untuk melancarkan pencernaan, serta rasanya enak.

Namun pada nasi dingin, kandungan cairan sudah menipis dan nasi pun memadat. Nasi ini disebut juga “nasi lama”. Jika nasi yang tadinya hangat berubah jadi dingin, struktur nasi yang tadinya pati alfa (α) akan berubah menjadi pati beta (β), sehingga rasanya pun menjadi tidak enak.

B. Fakta Sains Seru dalam Lampu Reklame dan Air

1. Bagaimana cara membuat warna-warna dalam papan lampu reklame (neon sign)? 

Apakah jika kita ingin membuat warna-warna dalam papan lampu reklame, kita harus mewarnai kacanya? Tentu saja tidak. Bukan kacanya yang diwarnai. Warna-warna itu berasal dari dari atom-atom yang berpendar akibat rangsangan arus listrik. Kejadiannya hampir sama dengan pembuatan warna-warni dalam kembang api. Rangsanglah atom-atom dengan energi, maka mereka dengan cepat akan melepaskan kembali energi berlebih itu melalui pancaran cahaya dengan warna khas masing-masing.

Gambar di atas adalah cahaya dari neon. Pada lampu reklame, atom-atom berada dalam wujud gas di dalam tabung-tabung kaca yang membentuk huruf atau gambar. Atom-atom gas dirangsang oleh arus listrik tegangan tinggi melalui tabung dari ujung satu ke ujung lainnya. Jika gas itu kebetulan neon (Ne), maka warna cahayanya yang khas adalah merah jingga.

Gas lain akan memberikan warna cahaya berbeda ketika dirangsang oleh arus listrik. Sebagai contoh, helium (He) menghasilkan cahaya merah jambu keunguan, argon (Ar) akan menghasilkan warna ungu kebiruan, kripton (Kr) menghasilkan warna ungu pucat, dan xenon (Xe) akan menghasilkan warna hijau kebiruan. Warna-warna lain dibuat melalui pencampuran gas-gas atau pelapisan bagian dalam tabung menggunakan bahan padat yang berpendar dan menghasilkan warna sendiri-sendiri. Sekarang ini, walaupun gas yang dimasukkan ke dalam tabung lampu reklame bermacam-macam, sulit untuk mengubah kebiasaan orang menyebutnya “lampu neon” atau “neon sign”.

 

2. Mengapa terbentuk butiran air saat air mendidih?

Mungkin pertanyaan ini pernah terlintas di pikiran sahabat bisakimia.com. Mari kita simak penjelasan ilmiahnya.

Saat air di dalam teko/panci mendidih dan kita buka tutupnya, kita pasti akan melihat butiran air yang menempel di tutup teko/panci tersebut. Butiran air ini timbul akibat proses sirkulasi.

Saat air mendidih, molekul air akan bertambah dan menguap. Uap air tersebut akan naik dan tertahan pada tutup teko/panci. Jika teko ditutup kembali, uap tadi akan kembali menjadi butiran air. Butiran air ini  kemudian bersatu sehingga bertambah berat. dan akan jatuh kembali ke dalam teko. Proses ini akan terus berulang. Jika kita perhatikan, pada langit-langit tempat pemandian umum juga terdapat butiran air yang menempel. Hal ini sama dengan proses menempelnya butiran air pada tutup teko/panci.

 

3. Mengapa air mendidih pada suhu 100 °C?

Titik didih adalah suhu saat suatu cairan mendidih. Titik didih air adalah 100 °C. Uniknya, walaupun air terus-menerus direbus, suhunya akan tetap berada di kisaran 100 °C. Akan tetapi, bila air terus-menerus direbus, penguapan yang terjadi akan meningkat. Akibatnya, jumlah air pun akan berkurang.

Saat merebus air di tempat yang tekanan udaranya rendah, air akan mendidih pada suhu di bawah 100 °C. Oleh karena itu, jika memasak nasi di gunung, nasinya akan setengah matang. Hal ini terjadi karena gunung memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga air akan mendidih di bawah suhu 100°C. Akibatnya, beras tidak mendapatkan panas yang seharusnya, sehingga terasa kurang matang.

 

4. Mengapa air dan minyak tidak bisa bersatu?

Saat minyak ditumpahkan ke dalam air, minyak tidak dapat bercampur dengan air dan membentuk bulatan-bulatan.

Air dan minyak memiliki massa jenis yang berbeda. Massa jenis pada zat cair atau zat padat dapat memberitahu kita jenis suatu zat yang memiliki massa dan volume yang tetap. Massa jenis air lebih besar daripada minyak sehingga air akan tenggelam ke bawah, sedangkan minyak yang massa jenisnya lebih kecil akan terapung di atas air.

Apa sahabat bisakimia.com tahu mengapa jika kita memasukkan air ke minyak yang panas akan terdengar bunyi “pletak pletok”? Apa hal itu terjadi karena perbedaan massa jenis juga? Bukan. Itu disebabkan karena perbedaan titik didih minyak dan air, titik didih air adalah 100 °C, sedangkan titik didih minyak adalah 150 °C. Jika air masuk ke dalam minyak mendidih, dalam sekejap air akan berubah menjadi gas. Air yang berubah menjadi gas ini volumenya membesar dan terdengar suara “pletak pletok”.

“Semoga bermanfaat”.

 

Sumber gambar: wikipedia

Daftar Pustaka: 

  1. Shin Jin. 2006. 234 Sains Paling Seru yang Perlu Kau Ketahui. Terjemahan Bahasa Indonesia Science 234 Improving Thinking Power oleh Dita Karunia, 2011. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
  2. Robert L. Wolke. 1997. Einstein Aja Gak Tau (penjelasan ilmiah tentang peristiwa sehari-hari)Terjemahan Bahasa Indonesia What Einstein Didn’t Know oleh Alex Tri Kantjono W, 2003. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

yusmini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.