Skip to content
Iklan

Aromatik


https://i2.wp.com/www.ataya.xyz/wp-content/uploads/2015/07/cincin-benzena.jpg

Tahu tentang Hidrokarbon?
Ada berapa jenis?
Pada dasarnya terdapat tiga jenis hidrokarbon:
*Hidrokarbon aromatik, mempunyai setidaknya satu cincin aromatik
*Hidrokarbon jenuh, juga disebut alkana, yang tidak memiliki ikatan rangkap atau aromatik.
*Hidrokarbon tak jenuh, yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap antara atom-atom karbon.

Yuk kita lihat lebih jauh tentang hidrokarbon aromatik!


Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon yang mengandung ikatan tunggal dan atau ikatan ganda di antara atom-atom karbonnya. Konfigurasi 6 atom karbon pada senyawa aromatik dikenal dengan cincin benzena. Hidrokarbon aromatik dapat berupa monosiklik atau polisiklik. Hidrokarbon yang tidak mengandung cincin benzene disebut hidrokarbon alifatik.
Bagaimana sifat fisis hidrokarbon aromatik?
Seperti hidrokarbon alifatik dn alisiklik, benzena dan hidrokarbon aromatik lain bersifat non polar. Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti dietil eter, karbon tetraklorida, atau heksana. Benzena sendiri digunakan secara meluas sebagai pelarut. Senyawa ini memiliki sifat yang berguna, yakni membentuk azeotrop dalam air. ( Azeotrop yaitu campuran yang tersuling pada susunan konstan, terdiri dari 91% benzena, 9% H2O dan mendidih pada 69.4°C). Senyawa yang larut dalam benzena mudah dikeringkan dengan menyuling azeotrop itu.
Meskipun titik didih dan titik leleh hidrokarbon aromatik bersifat khas untuk senyawa non polar itu, coba cari tahu dan perhatikan bahwa p-xilena mempunyai titik leleh yang lebih tinggi daripada o- atau m-xilena. Titik leleh yang tinggi merupakan sifat khas benzena p-substitusi, suatu p-isomer lebih simetris dan membentuk kisi kristal yang lebih teratur dan lebih kuat dalam keadaan padat daripada o- dan m-isomer yang kurang simetris.
Menarik untuk diperhatikan bahwa banyak senyawa yang dijumpai dalam ter bebatuan (dan ter sigaret) yang mengandung empat cincin benzena terpadu atau lebih, bersifat karsinogenik. Benzena sendiri bersifat toksik dan agak karsinogenik, oleh karena itu penggunaan dalam laboratorium hanya apabila diperlukan (dalam banyak hal, toluena dapat dijadikan pengganti).

Sumber: Kimia Organik Fessenden &Fessenden

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: