Skip to content
Iklan

CFC SEBAGAI PENYEBAB EFEK RUMAH KACA


CFC SEBAGAI PENYEBAB EFEK RUMAH KACA

  1. Pengertian CFC dan Ozon

CFC adalah klorofluorokarbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya. Dua CFC yang umum adalah CFC-11 (Trichloromonofluoromethane atau freon 11) dan CFC-12 (Dichlorodifluoromethane)

CFC-11 CCl3F
CFC-12 CCl2F2

 

CFC merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan

OZON (O3) adalah molekul yang terdiri dari tiga atom oksigen yang berbentuk gas pada suhu kamar. Ikatan antaratom oksigen dalam molekul ozon ini agak lemah dibandingkan dengan molekul oksigen yang terdiri atas dua atom (O2), sehingga salah satu dari ketiga atom oksigennya mudah lepas dan bereaksi dengan  molekul yang lain.

Ozon merupakan bahan yang beracun. Gas ini sangat reaktif dan banyak digunakan untuk bahan pemucat  (bleaching), penghilang bau, dan sterilisasi. Ozon terutama terbentuk dan terurai di daerah ekuator di mana terdapat hutan tropis yang cukup luas.

 

  1. Mekanisme Oerusakan Lapisan Ozon

Perubahan iklim terjadi akibat lapisan ozon yang semakin menipis yang di sebabkan oleh adanya radiasi matahari atau terperangkapnya panas matahari yang disebabkan oleh gas efek rumah kaca yang salah satunya gas cloro floro carbon atau biasanya lebih dikenal dengan CFC. Dampak bagi kesehatan mahluk hidup dari menipisnya lapisan ozon yaitu masalah pernapasan, berkurangnya sistem kekebalan tubuh.

Chloro Fluro karbon (juga disebut CFC) adalah gas terdiri dari tiga unsur Klor, Fluor dan Carbon. Mereka pernah digunakan secara luas sebagai pendingin dalam kulkas dan sebagai pendorong dalam kaleng aerosol. Saat itu ditemukan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an bahwa CFC dari kulkas tua dan rusak dan kaleng aerosol tua secara bertahap menemukan jalan masuk ke bagian atas atmosfer di mana mereka merusak lapisan ozon. Lapisan ozon melindungi Bumi dari radiasi berbahaya. Sebagai result kerusakan, lubang-lubang mulai muncul di lapisan ozon di atas Kutub Selatan setiap musim panas, semakin besar setiap tahun. Akhirnya penggunaan CFC dalam aerosol dan kulkas di larang. Bukan hanya terdapat di dalam kulkas atau kaleng aerosol cfc pun di temukan di dalam AC, asap pembakaran pabrik, kendaraan, dan hutan. Pada dasarnya cfc tidak berbahaya, tetapi karena pemakaiannya yang berlebih cfc dapat merusak lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi matahari.

Cloro floro carbon juga menjadi salah satu pemegang andil dalam gas efek rumah kaca. Gas efek rumah kaca disebabkan oleh  karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

 

CFC SEBAGAI PENYEBAB EFEK RUMAH KACA

Gb. Terjadinya Efek Rumah Kaca

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Yang dapat mengakibatkan meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Tetapi di samping dampak negatifnya efek rumah kaca mempunyai efek positifnya yaitu menjadi alat penghagat untuk bumi.

Ternyata banyak sekali dampak yang merugikan yang di sebabkan oleh perubahan iklim yang di akibatkan oleh cloro floro carbon dan banyak pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menekan perubahan iklim lebih parah lagi dengan menjaga lingkungan kita. Contohnya salah satunya kita harus menjaga hutan dari pembalakan atau penebangan hutan secara liar. Karena hutan di areal hutan, tanaman menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan melepaskan gas oksigen ke atmosfer sebagai proses photosintesis. Laut juga termasuk salah satu daerah yang harus kita jaga. Terdapat istilah carbon sink yang sering di gunakan dalam bidang perubahan iklim. Istilah ini berkaitan dengan fungsi hutan dan laut sebagai penyerap (sink) dan penyimpan (resevoir) carbon. Daratan maupun lautan berfungsi menjadi tempat menyerap gas karbon dioksida (CO2). Gas ini dapat diserap oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis, sedangkan di lautan, gas karbon dioksida digunakan oleh fitoplankton untuk proses fotosistesis, dapat tenggelam ke dalam laut beserta dengan pemakan fitoplakton dan predator tinggi lainnya. Proses perpindahan gas karbon dioksida dari atmosfer (lautan dan daratan) disebut sebagai carbon sequestration.

Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON..

Lubang ozon di Antartika disebabkan oleh penipisan lapisan ozon antara ketinggian tertentu seluruh Antartika pada musim semi. Pembentukan ‘lubang’ tersebut terjadi setiap bulan September dan pulih ke keadaan normal pada lewat musin semi atau awal musim panas.

Dalam bulan Oktober 1987, 1989, 1990 dan 1991, lubang ozon yang luas telah dilacak di seluruh Antartika dengan kenaikan 60% pengurangan ozon berbanding dengan permukaan lubang pra-ozon. Pada bulan Oktober 1991, permukaan terendah atmosfer ozon yang pernah dicatat telah terjadi di seluruh Antartika.

  1. Kegunaan CFC

Pada zaman sekarang, banyak sekali kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang banyak sekali yang menggunakan CFC. Sebagian dari mereka menggunakan CFC dengan cara yang tidak terkira banyaknya. Selama bertahun-tahun, senyawa-senyawa kimia tersebut secara luas dipakai untuk berbagai keperluan, seperti:

Alat-alat pendingin ruangan (air conditioner/AC)

CFC yang digunakan pada alat pendingin ruangan (air conditioner/AC) lebih dikenal dengan freon yang digunakan sebagai pendingin.

Media pendingin di lemari es

Sama halnya seperti AC, pada kulkas terdapat CFC yang digunakan sebagai pendingin walaupun tidak berpengaruh terlalu banyak coba bayangkan apabila seluruh masyarakat di dunia ini menggunakan lemari es berapa banyak CFC yang terbuang tiap harinya.

Bahan pelarut

CFC yang terdapat pada bahan pelarut banyak digunakan bagi kilang-kilang elektronik. sebagai pelarut untuk pembersih dan untuk tujuan pengeringan minyak.

Bahan dorong

CFC digunakan sebagai bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot pengharum ruangan, penyemprot rambut, minyak wangi (parfum).

Proses pembuatan plastik

untuk menghasilkan plastik busa seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai

Selain itu CFC juga banyak digunakan sebagai blowing agent dalam proses pembuatan foam (busa), sebagai cairan pembersih (solvent), bahan aktif untuk pemadam kebakaran, bahan aktif untuk fumigasi di pergudangan, pra-pengapalan, dan produk-produk pertanian dan kehutanan.

  1. Dampak Penggunaan CFC

CFC dapat merusak lapisan ozon. Pada lapisan atmosfir yang tinggi, ikatan C-Cl akan terputus menghasilkan radikal-radikal bebas klorin. Radikal-radikal inilah yang merusak ozon. CFC sekarang ini telah digantikan oleh senyawa-senyawa yang lebih ramah lingkungan.

CFC juga bisa menyebabkan pemanasan global. Satu molekul CFC-11 misalnya, memiliki potensi pemanasan global sekitar 5000 kali lebih besar ketimbang sebuah molekul karbon dioksida. Di Indonesia, manifestasi pemanasan global, antara lain, terganggunya siklus hidro-orologis yang telah merusak sebagian besar sumber daya air (SDA) di Indonesia. Juga, meluasnya areal lahan kering. Itu harus disikapi dengan pencarian bibit unggul tanaman pangan lahan kering. Juga, meluasnya lahan bera (lahan yang tidak bisa ditanami) sebagai akibat terjangan intrusi air laut.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (32 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh.

Jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Ozon mengabsorpsi radiasi ultraviolet yang dipancarkan matahari. Radiasi ini mempunyai panjang gelombang di bawah 400 nm. Spektrum dari radiasi ini, yang terletak pada panjang  gelombang di antara 290 nm – 320 nm, lebih dikenal dengan istilah radiasi UV-B. Telah terbukti bahwa peningkatan dosis  radiasi UV-B yang mencapai bumi mengakibatkan meningkatnya kasus penyakit kanker kulit, menurunkan hasil panen, dan sangat mempengaruhi kehidupan plankton dan larva ikan laut Di lapisan stratosfer ozon merupakan lapisan pelindung yang melindungi bumi dari spektrum radiasi matahari yang berbahaya untuk kehidupan.

Tanpa adanya filter dari lapisan ozon, akan lebih banyak radiasi UV-B yang menembus atmosfer dan akan mencapai ke permukaan bumi. Beberapa studi eksperimen terhadap tumbuhan, binatang, dan uji klinis terhadap manusia menunjukkan adanya efek yang berbahaya bila terpapar radiasi UV-B secara berlebihan. Di permukaan bumi atau di lapisan troposfer ozon merupakan gas polutan yang keberadaannya harus diusahakan minimum. Karena di permukaan bumi, ozon bisa berkontak langsung dengan lingkungan atau kehidupan dan menunjukkan sisi destruktifnya. Oleh karena itu, ozon di lapisan ini Biasa disebut “ozon Jelek” karena ozon bereaksi sangat kuat dengan molekul lain, ozon dengan konsentrasi tinggi berbahaya bagi kehidupan

Beberapa studi mendokumentasikan adanya efek yang berbahaya dari ozon terhadap produksi panen, pertumbuhan, hutan dan kesehatan manusia. Efek ini kontras dengan efek ozon stratosfer yang menguntungkan. Oleh sebab itu, keberadaan ozon di atmosfer mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Mengingat hal tersebut maka keberadaan ozon di atmosfer harus selalu dipantau agar dapat diupayakan  tindakan-tindakan antisipasi yang diperlukan.

Zat pengganti CFC

Zat-zat yang digunakan untuk menggantikan CFC ini masih sebagian besar halogenalkana, walaupun alkana-alkana sederhana seperti butana bisa digunakan untuk beberapa tujuan (misalnya, sebagai bahan bakar aerosol).

  1. Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca

Karbon Sinks

Karbon sinks merupakan penyerapan karbon dari atmosfer yang di lakukan oleh alam, yaitu hutan ,tanah, samudra, yang dilakukan dengan siklus yang saling berkesinambungan.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan rumah kaca antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Ada beberapa proses dalam upaya Carbon sinks :

Proses biologi

Biosequestration atau penyerapan karbon melalui proses biologis mempunyai pengaruh yang besar pada Global siklus karbon. Ini didorong dengan proses-proses yang terjadi sejak dulu kala, yaitu penggunaan fosil sebagai bahan bakar.

  1. Peningkatan Unsur besi di laut

Adanya senyawa besi dari laut untuk mendorong plankton pertumbuhan yang menghilangkan karbon dari atmosfir Teknik ini kontroversial karena kesulitan memprediksi efek ekosistem di laut., dan gangguan terhadap keseimbangan hara di lautan.penambahan unsur besi adalah proses alami yang dilakukan oleh beberapa plankton.

  1. Peningkatan Unsur urea di laut

Memperbanyak unsur urea,nitrogen zat,serhingga mendorong pertumbuhan fitoplankton. (Ian Jones)

c. Penanaman Hutan

Dimana, hutan berpengaruh dalam carbon sinks sebagai penyerap carbon, yaitu dengan melakukan reboisasi, seperti yang kita lihat sekarang telah banyakpenggundulan hutan di Indonesia khususnya.

 

d. Pertanian

Menurut teori,tanah mengandung sekitar 1.500 gigatons karbon organik, lebih dari total karbon di vegetasi alam.Metode pengurangan emisi karbon di bidang pertanian dapat dilakukan dengan cara pengurangan pembakaran jerami karena dapat berdampak negatif terhadap daerah-daerah lain kepedulian lingkungan, penggunaan pupuk, irigasi yang lebih baik, dan penggunaan galur tanaman hasil lebih tinggi untuk meningkatkan hasil, mengurangi atau lebih mengirit penggunaan mesin pertanian.

Namun,pada kenyataannya kita sulit untuk memotivasi para petani untuk melakukan teknik pertanian yang lebih baik,karena masalah biaya dan sumber daya manusia yang terbatas.

Sebagai contoh, pemerintah Australia dan Selandia Baru sedang mempertimbangkan memungkinkan petani untuk menjual kartu atau kredit karbon untuk mengetahui seberapa kandungan karbon yang ada di tanah.

  1. Peningkatan penanaman rawa gambut

Rawa gambut adalah salah satu tempat yang bias sebagai carbon sinks.Dengan menciptakan rawa baru, atau meningkatkan yang sudah ada, penyerapan karbon dapat dicapai.

  1. Pencampuran air massa samudra

Teknik ini dapat mengakibatkan pengurangan CO 2 di atmosfer, Mendorong berbagai lapisan laut untuk campuran dapat memindahkan nutrisi di sekitar Hal ini dapat dilakukan pencampuran dengan menempatkan pipa vertikal besar di lautan untuk memompa air yang kaya nutrisi ke permukaan, memicu mekar ganggang yang juga menyimpan karbon ketika mereka mati. Ini menghasilkan hasil yang agak mirip dengan peningkatan zat besi di laut samudra.

  1. Proses Fisika

 

Penguburan Biomassa

Mengubur biomassa (seperti pohon) secara langsung, seperti proses-proses alam yang menciptakan bahan bakar fosil, dan mengubur sampah organic di tanah juga upaya dalam carbon sinks. Produksi bahan bakar fosil adalah proses yang terjadi di dasar samudra,bahan bahan organik maupun non organik yang terbawa oleh sungai ke laut hingga mengendap di laut dalam jutaan tahun. Hal ini dapat menyebabkan penyimpanan karbon dalam jangka waktu yang lama.

  1. Proses Kimia

Karbon, dalam bentuk CO 2 dapat dihilangkan dari atmosfer oleh proses kimia, dan disimpan dalam stabil mineral karbonat bentuk.

Proses ini dikenal sebagai ‘penyerapan karbon oleh mineral karbonasi’.

Proses melibatkan karbon dioksida bereaksi dengan oksida logam banyak tersedia, baik magnesium oksida (MgO) atau kalsium oksida (CaO)-untuk membentuk karbonat stabil.

CaO + CO 2 → CaCO 3 CaO + CO 2 → CaCO 3

MgO + CO 2 → MgCO 3 MgO + CO 2 → MgCO 3

Reaksi-reaksi ini adalah eksotermik dan terjadi secara alami (misalnya, pelapukan batuan selama waktu geologi periode)

Di alam kalsium dan magnesium ditemukan biasanya sebagai kalsium dan magnesium silikat (seperti forsterit dan serpentinite) dan bukan sebagai oksida biner.

Mg 2 SiO 4 + 2 CO 2 = 2 MgCO 3 + SiO 2 Mg 2 SiO 4 + 2 CO 2 = 2 MgCO 3 + SiO 2

Mg 3 Si 2 O 5 (OH) 4 + 3 CO 2 = 3 MgCO 3 + 2 SiO 2 + 2 H 2 O Mg 3 Si 2 O 5 (OH) 4 + 3 CO 2 = 3 MgCO 3 + 2 SiO 2 + 2 H 2O

Dalam Bidang Industri

Memproduksi semen dalam jumlah besar bisa melepaskan karbondioksida, tetapi jenis semen baru yang dikembangkan dari Novacem dapat menyerap CO 2 dari udara selama berbentuk padat. teknik serupa dirintis oleh TecEco, yang telah memproduksi EcoCement sejak tahun 2002.

Pengurangan Asam klorida

Pengurangan asam klorida dari laut dengan elektrolisis dan menetralisir asam melalui reaksi dengan silikat mineral atau batu. Tapi ini juga berpengaruh terhadap penambahan karbon ke laut jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Namun dari proses-proses di atas,merupakan teori yang memang harus kita laksanakan dengan baik.Kita harus menyadari bahwa suhu bumi sudah mengalami peningkatan, itu sedikitnya juga di sebabkan oleh tangan manusia,lahan lahan industri yang semakin banyak, kurangnya lahan-lahan pertanian,hutan, dan pepohonan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: