Skip to content
Iklan

Suka ke laut? Jangan nyampah yah!


https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTO-B070MGL0pW6OX2j_mZGViwby3FiuTbH19SlSJy8xwK-5qiumA

Pencemaran

Pencemaran laut di Indonesia merupakan pencemaran yang tergolong sangat tinggi dan pencemaran laut ini biasanya terjadi di kawasan laut di sekitar muara sungai dan kota-kota besar di Indonesia atau internasional. Dan tingkat pencemaran laut ini dikatakan sangat serius bagi laut di Indonesia dengan segala aneka potensinya.

Menurut peraturan pemerintah tentang pengendalian pencemaran dan/atau perusakan laut adalah pengertian sebagai masuknya atau dimasukannya segala mahluk hidup, zat-zat, energi dan komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh aktivitas manusia sehingga kualitasnya menurun sampai batasan tertentu yang menyebabkan lingkutan laut menjadi tidak sesuai dengan baku mutu dan/atau fungsinya.

Masuknya komponen-komponen yang menjadi sebab pencemaran laut adalah partikel-partikel kimia, limbah-limbah industri yang dibuang ke laut, limbah pertambangan di tengah laut, limbah pertanian dan limbah perumahan yang dialirkan ke laut, kebisingan dari kapal-kapal kargo, serta penyebaran-penyebaran organism asing di dalam laut yang mempunyai efek sangat berbahaya dan merusak biotas laut.

Berikut beberapa contoh pencemaran laut yang ada di Indonesia seperti penangkapan ikan-ikan dengan menggunakan bom dan trawl, peluruhan potassium yang dilakukan oleh nelayan lokal dan asing yang meninggalkan kerusakan-kerusakan biotas laut, pencemaran minyak lepas pantai yang kadang-kadang pembuangan limbahnya di tengah laut.

Contoh berikutnya adalah pencemaran yang terjadi di daratan akibat adanya pencemaran laut, seperti Teluk Jakarta diindikasikan pencemaran laut yang terparah, dengan ciri-cirinya air laut di teluk menjadi hitam dan sampah berserakan serta mengambang di permukaan laut. Bahkan kementrian lingkungan hidup (KLH) mengatakan bahwa pencemaran yang berasal dari limbah domestik dan industri itu kemudian dialirkan dan dibawa oleh 13 sungai yang bermuara di teluk tersebut.

Pencemaran lainya juga terjadi di Taman Nasional Pulau Seribu diduga telah ditemukan gumpalan minyak di 78 pulau sejak tahun 2003 silam. Di jawa tengah misalnya di perairan Tegal, Pati dan Semarang yang mempunyai muara sungai juga tercemar logam berat dan sedikitnya 110 ribu ton limbah tambang dibuang tiap harinya oleh perusahaan tambang multinasional.

Dan untuk pulau di Kalimantan pencemaran laut juga terjadi di Pulau Sebuku yang terdapat tambang batubara, pencemaran yang berupa air pencucian batu bara, tumpahan minyak serta oli disaat pengapalan yang mencemari sungai yang kemudian ke laut. Pencemaran di Indonesia sepertinya sudah merambah ke pulau-pulau lainnya seperti wilayah timur Indonesia. Sekitar 110 Kilometerpersegi wilayah Papua sendiri tercemar akibat pertambangan emas.

Akibat pencemaran laut ini yang semakin meningkat di Indonesia, yang mengakibatkan degradasi lingkungan dan kehidupan bawah laut semakin merana. Oleh karena dukungan dari pemerintah untuk memberangus oknum-oknum sebagai penyebab pencemaran laut.

So, masih mau mencemari laut? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: