Memahami Struktur Protein

Protein merupakan sekumpulan dari asam amino (Total 20 macam) yang bergabung dan berikatan untuk membentuk suatu fungsi dan bentuk tertentu, kali ini kami akan secara khusus membahas struktur Protein dari susunan dasar hingga susunan akhirnya. Dimulai dari susunan dasar yaitu struktur primer hingga struktur kuartener

Struktur Primer

Struktur primer protein merupakan polipeptida menggambarkan :

  • urutan asam amino penyusunnya
  • Serta jembatan disulfida (bila ada)

Penulisan dapat berupa urutan struktur kimianya atau singkatan nama asam aminonya, contoh penulisan pada Gambar 3. Asam amino dengan a-amino bebas disebut sebagai N-ujung atau N-terminal atau amino ujung. Asam amino dengan karboksilat bebas disebut sebagai C-ujung atau C-terminal atau karboksilat ujung

Memahami Struktur Protein
Gambar 3. a) Urutan Asam Amino
Memahami Struktur Protein
Gambar 3. b) urutan asam amino dengan 4 ikatan disulfida dari RNA sapi

Struktur Sekunder

Struktur sekunder (Gambar 4) merupakan struktur primer ditambah dengan Ikatan hidrogen antar residu asam amino berdekatan. Ikatan H membentuk folding untuk meminimumkan driving force gugus hidrofobik dengan pelarut. Struktur a-Heliks, ikatan H pada satu rantai polipeptida. Merupakan penyusun utama protein serat seperti a-Keratin dalam rambut, wol dan kuku. Struktur lembaran b-berlipat ikatan H terjadi antar rantai polipeptida, contoh struktur ini terdapat pada sutera. Protein serat (Fibrous) merupakan pengulangan struktur sekunder, biasanya tidak larut dalam air.

GAMBAR.4

prot3 mmemahami struktur protein prot5

Struktur Tersier

Struktur tersier terjadi karena beberapa interaksi rantai samping, menyebabkan struktur polipeptida yang lebih stabil, Gambar 5,

  • Interaksi yang terjadi :
    • Ikatan disulfida
    • Ikatan Hidrogen
    • Interaksi Hidrofobik dan
    • Interaksi Ionik

Struktur tersier tersusun oleh satu rantai polipeptida. Struktur tersier terdapat pada Protein Globular, dengan konformasi yang fleksibel untuk menjalankan fungsi biologinya.

GAMBAR .5

(a) Interaksi antar gugus rantai samping residu asam amino. (b) Contoh struktur tersier protein
(a) Interaksi antar gugus rantai samping residu asam amino.
(a) Interaksi antar gugus rantai samping residu asam amino. (b) Contoh struktur tersier protein
(b) Contoh struktur tersier protein
(a) Interaksi antar gugus rantai samping residu asam amino. (b) Contoh struktur tersier protein
(b) Contoh struktur tersier protein

Struktur Kuartener

Struktur kuarterner merupakan interaksi antara beberapa polipeptida tersier, membentuk Protein Globular.  Protein tersier bisa tersusun dari beberapa sub-unit polipeptida yang sama disebut sebagai protomer sedangkan oleh sub-unit berbeda disebut oligomer. Contoh Hemoglobin tersusun dari 4 polipeptida dengan 2 sub-unit berbeda a dan b, Gambar 6. Struktur globular Hb yang fleksibel memungkinkan pengikatan oksigen. Struktur tiga dimensi Ribonuklease (a), hasil analisis diffraksi sinar-X (b) dan penggambaran abstraksi rantai polipeptida bentuk b-strand (panah datar) dan a-heliks (pita spiral), Gambar 7. Hubungan antara struktur primer, sekunder, tertier dan kuartener ditampilkan pada Gambar 8, ilustrasi lengkap pada Gambar 9.

GAMBAR.6

prot9
Struktur kuartener Hemoglobin yang tersusun dari 4 polipeptida dengan 2 sub-unit berbeda a dan b,
prot11
Struktur kuartener Hemoglobin yang tersusun dari 4 polipeptida dengan 2 sub-unit berbeda a dan b,

prot10

GAMBAR 7

prot12
Struktur tiga dimensi Ribonuklease (a)
prot14
hasil analisis diffraksi sinar-X (b)
prot15
penggambaran abstraksi rantai polipeptida bentuk b-strand (panah datar) dan a-heliks (pita spiral)(c)

GAMBAR 8

prot13
Hubungan antara struktur primer, sekunder, tertier dan kuartener

GAMBAR 9

prot16
Ilustrasi bentuk struktur primer, sekunder, tersier dan kuartener

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.