Skip to content
Iklan

Kimia Bisa Juga Digunakan Untuk Melacak Bercak-Bercak Darah di Sebuah TKP, lho!


bercak darahMari berpura-pura seperti Anda sedang berada di sebuah TKP dan Anda sedang mencari bercak-bercak darah. Anda tidak bisa langsung mengasumsikan bahwa setiap noda merah adalah darah dan Anda mungkin perlu untuk melihat apakah sebuah daerah yang telah dibersihkan pernah memiliki darah di atasnya. Ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk menggunakan luminol yang terpercaya dan menggunakan sedikit kimia untuk membantu mencapai sebuah kesimpulan.

Reaksi chemiluminescence dari luminol bertanggung jawab atas cahaya yang dihasilkan oleh lightsticks. Reaksi ini digunakan oleh para kriminalis untuk mendeteksi bercak-bercak darah di TKP. Dalam tes ini, bubuk luminol (C8H7O3N3) dicampur dengan hidrogen peroksida (H2O2) dan sebuah hidroksida (misalnya KOH) dalam sebuah botol semprot. Larutan dari luminol ini disemprotkan di daerah dimana darah mungkin ditemukan. Zat besi yang terdapat di hemoglobin dalam darah berfungsi sebagai sebuah katalis untuk reaksi chemiluminescence yang menyebabkan luminol menyala, sehingga sebuah cahaya biru terproduksi ketika larutan itu disemprotkan di daerah dimana ditemukan darah. Hanya sejumlah kecil dari zat besi yang diperlukan untuk mengkatalisis reaksi tersebut. Cahaya biru itu berlangsung selama sekitar 30 detik sebelum akhirnya memudar, itu merupakan waktu yang cukup untuk mengambil foto dari daerah-daerah tersebut sehingga mereka dapat diselidiki lebih teliti lagi. Berikut adalah cara mengenai bagaimana Anda dapat mendeteksi darah atau menunjukkan bagaimana cara melakukannya:

Bahan-bahan Luminol

  • Larutan stok luminol (2 g luminol + 15 g kalium hidroksida + 250 mL air)
  • 3% Hidrogen peroksida dalam air ( konsentrasi yang umum)
  • Kalium ferricyanide atau sebuah lancet darah steril dan pad alcohol steril.

Melakukan Tes atau Demonstrasi

  • Dalam sebuah tabung reaksi atau cangkir transparan, campur 10 ml larutan luminol dan 10 ml larutan peroksida.
  • Anda dapat mengaktifkan cahaya baik dengan menambahkan 0,1 g kalium ferricyanide ke dalam larutan atau dengan setetes darah. Darah tersebut harus diletakkan pada pad alkohol. Tes forensik dilakukan untuk darah kering atau latent, sehingga reaksi antara alkohol dan darah segar diperlukan.

Catatan-catatan Tentang Tes Luminol

  • Selain zat besi dan senyawa besi, zat-zat lainnya juga dapat mengkatalisis reaksi luminol. Tembaga dan senyawanya, lobak, dan pemutih juga dapat menyebabkan larutan tersebut untuk bersinar. Jadi, Anda dapat menggunakan bahan-bahan itu untuk mengganti setetes darah atau kalium ferricyanide dalam demonstrasi ini. Demikian pula, kehadiran dari bahan-bahan kimia ini di sebuah TKP dapat mempengaruhi tes darah. Jika sebuah TKP dicuci dengan pemutih, misalnya, seluruh daerah tersebut akan bersinar ketika disemprot dengan luminol, sehingga perlu untuk menggunakan sebuah tes yang berbeda untuk menemukan bercak-bercak darah.
  • Jika Anda melakukan reaksi itu sebagai sebuah demonstrasi chemiluminescence, Anda dapat melarutkan kalium ferricyanide dalam larutan peroksida dan menggunakan sebuah kolom fraksionasi atau kaca spiral agar larutan tersebut dapat bereaksi daripada sebuah tabung reaksi. Anda bisa menuangkan sejumlah kecil dari fluorescein di dasar sebuah termos, tuang larutan kalium ferricyanide melalui spiral ke dalam termos, dan (di sebuah ruangan yang digelapkan) akhiri dengan menambahkan larutan luminol. Spiral tersebut akan bersinar berwarna biru saat melewati kolom, tetapi cahaya itu akan berubah menjadi warna hijau terang setelah luminol menyentuh fluorescein yang berada di dalam termos.
  • Jangan minum larutan luminol. Jangan sampai mengenai kulit atau mata Anda. Jika Anda menyiapkan sebuah botol semprot dari larutan luminol untuk memeriksa bercak-bercak darah, perlu diingat bahwa larutan ini mungkin akan merusak beberapa permukaan. Itu bukan sebuah faktor besar di sebuah TKP, tetapi itu adalah sesuatu yang perlu diingat di rumah atau di dalam kelas. Jangan menyemprotkannya ke pelapis atau pakaian atau manusia.

Bagaimana Tes Ini Bekerja

Zat besi yang terdapat di dalam hemoglobin yang ditemukan dalam darah mengkatalisis sebuah reaksi oksidasi dimana luminol mendapatkan atom oksigen sementara kehilangan nitrogen dan hidrogen. Ini menghasilkan sebuah senyawa yang disebut 3-aminophthalate. Elektron-elektron yang terdapat di dalam 3-aminophthalate berada dalam sebuah keadaan yang tereksitasi. Cahaya biru tersebut dipancarkan karena ada energi yang dilepaskan ketika elektron-elektron itu kembali ke keadaan dasar.

READ MORE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s