Kemurnian Suatu Senyawa

 

709 - River Walk - Pattern
709 – River Walk – Pattern (Photo credit: Patrick Hoesly)

Kemurnian adalah ukuran banyaknya zat pengotor yang terdapat dalam suatu materi/bahan. Zat pengotor ini dapat berasal dari proses pembuatannya atau terbawa dari lingkungannya dimana materi/bahan tersebut berasal. Misalnya, debu, potongan kertas/kayu, minyak dan pengotor-pengotor lain yang dapat terbawa dalam suatu produk selama proses pembuatannya didalam pabrik.

            Ukuran kemurnian adalah sesuatu yang “relatif” dimana nilainya sangat bergantung dari cara-cara/metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya zat pengotor tersebut. Jadi tidak ada suatu materi/bahan yang murni secara “mutlak” yang ada adalah nilai yang “negatif” terhadap hasil uji yang tertentu, artinya suatu materi/bahan setelah dilakukan pengujian dengan cara tertentu ternyata tidak memberikan adanya hasil.

            Kriteria yang biasa digunakan untuk menyatakan kemurnian suatu materi/bahan diantaranya ialah:

  1. Sifat-sifat fisika misalnya,
    1.     Titik leleh, titik didih, titik beku.
    2.    Kerapatan (massa jenis).
    3.    Indeks refraksi (diukur pada suhu tertentu dan panjang gelombang tertentu).
    4.    Spektrum absorpsi (daerah ultra violet, sinar tampak, infra merah, gelombang mikro).
    5.    Daya hantar listrik spesifik (biasanya digunakan untuk menyatakan adanya pengotor air, garam, asam/basa organik dan anorganik yang terdapat dalam suatu materi non-elektrolit).
    6.    Rotasi optik (pemutaran bidang polarisasi cahaya).
    7.    Spektrum massa.
  2.    Analisis perbandingan, misalnya kadar karbon, nitrogen, hidrogen, abu dan lain-lainnya
  3.   Test kimia untuk jenis pengotor tertentu, misalnya kadar peroksida, air, asam, basa dan lainnya.
  4.   Test fisik untuk jenis pengotor tertentu, misalnya :
    1.    Spektroskopi Emisi Nyala/ Absorbsi atom, untuk mendeteksi adanya pengotor ion-ion logam
    2.    Kromatografi (cair,gas,kertas,lapis tipis,penukar ion,gel).
    3.    Resonansi spin elektron, untuk mendeteksi adanya radikal bebas.
    4.    Spektroskopi sinar X
    5.    Fluorometri
  5.    Metode elektro kimia (elektro gravimetri, elektro foresis, polarografi dan lainnya)
  6.    Metode kimia inti.

                         Adanya perbedaan metode analisis yang digunakan akan memberikan hasil yang berbeda pula , sebab setiap metode analisis mempunyai sensitifitas dan batas deteksi yang berbeda. Sehingga dalam menyatakan hasil suatu pengujian perlu dicantumkan pula metode analisis yang digunakan. Bahkan bila perlu kondisi lingkungan waktu melakukan pengujian juga dicantumkan misalnya, temperatur, tekanan udara, kelembaban, panjang gelombang cahaya yang digunakan dan lain-lainnya.  

3 thoughts on “Kemurnian Suatu Senyawa

    1. Kalau kualitatif mungkin agak sulit menentukan zat dengan kemurnian tinggi. Kecuali yang pengotornya agak banyak. Bisa di reaksikan tergantung dari senyawanya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.