Posted on Leave a comment

ION DAN WARNA ION DALAM LARUTAN

WARNA ION DALAM LARUTAN

Ternyata ada warna ion dalam larutan , Atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik disebut ion. Ion ada 2 macam, yaitu ion positif (+) dan ion negatif (-).

Ketika suatu atom melepas elektron, maka akan menghasilkan sebuah partikel bermuatan positif yang disebut ion positif atau kation.

Sedangkan jika suatu atom menerima elektron, maka akan membentuk partikel bermuatan negatif yang disebut ion negatif atau anion. Continue reading ION DAN WARNA ION DALAM LARUTAN

Posted on Leave a comment

Mengenal Tentang Interaksi Agostik

mengenal interaksi agostik

Pendahuluan

Tidak lama setelah ditemukannya senyawa alkil logam transisi, maka semakin jelaslah bahwa kehadiran logam transisi pada kelompok alkil belum pernah terjadi sebelumnya dalam kimia organik sederhana. Misalnya, terjadinya proses α-eliminasi reversibel dan kemampuan untuk mengekstrak hidrida dari karbon β-senyawa logam transisi-etil adalah dua contoh sederhana dari dampak logam transisi pada gugus alkil. Continue reading Mengenal Tentang Interaksi Agostik

Posted on Leave a comment

Kompleks [FeCl4]2- , Besi (III) Klorida

[FeCl4]2-  merupakan suatu kompleks logam transisi pada baris  pertama.    Dimana logam Fe2+ berikatan dengan ligan, yaitu Cl-.  Pembentukan suatu senyawa kompleks dari logam transisi memiliki orbital-d yang terisi sebagian. Hal tersebut menimbulkan beberapa dampak, yaitu adanya perubahan warna dan  sifat magnetik yang  dapat dijelaskan dengan teori medan Kristal. Continue reading Kompleks [FeCl4]2- , Besi (III) Klorida

Posted on 2 Comments

Titrasi Kompleksometri

titrasi kompleksometri

TITRASI KOMPLEKSOMETRI

 

  1. Prinsip Dasar

 

Pereaksi untuk titrasi kompleksometri sangat banyak digunakan untuk menitrasi ion-ion logam dalam larutan. Kebanyakan dari pereaksi ini adalah zat-zat anorganik yang mengandung beberapa gugus elektron yang dapat berikatan kovalen dengan ion logam, misalnya EDTA (H4Y) yang dapat bereaksi dengan ion logam dengan perbandingan stoikiometri 1:1 sebagai berikut:

Continue reading Titrasi Kompleksometri

Posted on Leave a comment

Soal Latihan Dan Jawaban Mekanisme Reaksi Anorganik

Soal 1. Klasifikasikanlah molekul atau ion berikut ini, apakah nukleofi atau elektrofil, dan berikan alasannya ?

a. NH3 : Nukleofil

b. Cl : Nukleofil

c. Ag : elektrofil

d. S2- : Nukleofil

e. Al3+ :elektrofil

soal 2. Perhatikan reaksi berikut ini: Ni(CO)4 + L –> Ni(CO)3L + CO

Bila L adalah phospfane (PPh3) atau phosphit (PO32-) laju reaksinya tdak berbeda (tetap sama)

apakah reaksi tersebut dissosiatif atau assosiatif ?

Jawab: reaksi adalah dissosiatif Continue reading Soal Latihan Dan Jawaban Mekanisme Reaksi Anorganik

Posted on Leave a comment

Soal UAS Kimia Logam Transisi dan Koordinasi 2011

Soal 1.

a. sebukan tiga pendekatan Teori ikatan yang dapat menjelaskan sifat utama khas suatu kompleks logam transisi !

b. Dalam ketiga teori tersebut terdapat dua aspek utama yang harus diperhatikan untuk dapat menjelaskan sifat kompleks, sebutkan !

c. Secara singkat, jelaskan aspek utama dari setiap pendekatan tersebut

d. Dalam diagram orbital Molekul (Mo) dan kompleks ML6, logam transisi selalu membawa 9 orbital kedalam diagram MO Sebutkan orbital orbital tersebut.

Soal 2.

a. Berikan sketsa diagram splitting kompleks Low-spin LS dan High-Spin HS kompleks oktahedral d6 dan letakkan elektron didalamnya

b. Hitunglah masing masing nilai LFSE. Apa yang menentukan bagaimana distnbusi dan satu konfigurasi (LS) ke konfigurasi konfigurasi lainnya (HS)

c. Tentukan moment magnetik masing masing kompleks tersebut

d. Geometri ion kompleks [Mn(CN)6]-4 dan [Mn(CN)6]-2 adalah octahedral. tetapi mempunyai sifat magnit yang berbeda, jelaskan mengapa.

Soal 3

a. Telah diketahui bahwa sebagian besar kompleks logam transisi Tetrahedral ML4 adalah kompleks spin tinggi (High-Spin. HS)? Jelaskan mengapa demikian

b. Anda mempunyai ion kompeks complex [FeCl6]-2 , [CoCl4]-2, dan [CuCl4]-2

i. Tentukan moment magnetik masing masing kompleks tetrahedral tersebut

ii. Diantara ketiga kompleks tersebut, tentukan manakah yang mengalami distorsi Jahn-Teller. Jelaskan alasannya, mengapa teradi distorsi.

c. Diketahui bahwa larutan ion [CoCl4]-2 berwarna biru dan mengabsorbsi pada panjang gelombang 450 nm. Tentukanlah berapa besarnya nilai splitting energi Δt

Soal 4
a. Anda mempunyai larutan kompleks ion Ti(III) berkut ini yaitu, [Ti(H2O)6]3+ , [Ti(en)3]3+, [TiCl6]3+ . Diantara ketiga ion kompleks tersebut, manakah yang menunjukkan absorbsi dengan panjang (λ) paling pendek dalam spektrum sinar tampak :  [Ti(H2O)6]3+ , [Ti(en)3]3+, [TiCl6]3+ ? Jelaskan berdasarkan teori medan kristal-ligand dan susunlah urutan panjang gelombang (λ) absorbsinya.

b. spektrum absorbsi dari [Ti(NCS)6]3- menunjukkan pita intermediate yang terletak dalam daerah panjang gelombang (λ) antara meir dan [Ti(Cl)6]3- dan [TiF6]3-. Bagaimana kesimpulan anda mengenai posisi penempatan NCS- dalam deret spektrokimia? Berikan penjelasannya

Posted on Leave a comment

Gunakan Tekstil Sederhana sebaga Katalis Pengaktif Reaksi Kimia Kompleks

Di masa depan ini, akan lebih mudah untuk menghasilkan beberapa zat aktif dalam bidan farmasai dan senyawa kimia daripada yang terjadi hingga saat ini. Sebuah tim internasional yang bekerja dnegan ahli kimia dari Max Planck Institute für Kohlenforschung yang bertempat di Mulheim an der Ruhr telah mekumpuhkan berbagai katalis pada nilon dengan cara yang sangat sederhana. Katalis memediasi reagen dalam reaksi kimia dan mengontrol proses menuju akhir sesuai dengan keinginan. Ketika bahan tekstil digunakan sebagai dukungan untuk membantu proses kimia, reaksi dapat dilanjutkan pada permukaan yang besar sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Continue reading Gunakan Tekstil Sederhana sebaga Katalis Pengaktif Reaksi Kimia Kompleks

Posted on Leave a comment

Memahami sifat kompleks K[Cr(C2O4)2(H2O)2]

Ion oksalat memiliki empat atom donor namun hanya dua atom yang menjadikannya sebagai ligan bidentat yang berikatan dengan ion logam membentuk senyawa kompleks mono, bis dan tris oksalat. Ion oksalat juga dapat berfungsi sebagai ligan jembatan yang menghubungkan lebih dari satu inti ion logam transisi, baik ion logam yangsejenis maupun berbeda jenis sehingga membentukkompleks polimer berdimensi satu, dua, bahkan tiga. 1 Senyawa kompleks oksalat dengan satu ionpusat disebut senyawa kompleks mononuklir oksalat dan senyawa kompleks dengan dua ion pusat, baik sama maupun berbeda, disebut senyawa kompleks binuklir oksalat. Struktur ion oksalat dapat dilihat pada Gambar 1. Senyawa kompleks mononuklir oksalat dengan ion Cr3+ sebagai ion pusatnya menunjukkan sifat thermochromic, yaitu perubahan warna yang disebabkan oleh suhu dan gugus optis aktif. 2 Senyawa kompleks binuklir oksalat memiliki struktur bervariasi yang terdiri dari jaringan ion ion logam bi- dan tri-valensi berkoordinasi dengan oksalat sebagai ligan jembatan membentuk lapisan-lapisan berdimensi satu sampai tiga. Dengan struktur ini ion oksalat berperan sebagai mediator pertukaran sifat magnet di antara ion-ion logam tersebut.

photo credit: wikipedia

Gambar 1. Struktur ion oksalat

Continue reading Memahami sifat kompleks K[Cr(C2O4)2(H2O)2]