6 Sifat Unsur Periode Ketiga: Sifat Fisika dan Kimia

Advertisements

Hai semua. Dalam tabel periodik terdapat 118 buah unsur. Unsur-unsur tersebut disusun dalam dua lajur, yaitu vertikal (tegak) dan horizontal (datar). Lajur vertikal disebut dengan golongan, sedangkan lajur horizontal disebut periode. Disini kita akan mengetahui Sifat fisika kimia unsur periode ketiga.

Nah, total ada 18 golongan yang terdiri dari 8 golongan utama (IA-VIIIA) dan 8 golongan transisi (IB-VIIIB) serta 7 periode.

Golongan dan Periode

Di lajur periode, unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kecenderungan sifat unsur. Hal ini dapat dilihat dari periode ketiga.

Unsur-unsur periode ketiga terdiri atas: Na (Natrium), Mg (Magnesium), Al (Aluminium), Si (Silikon), P (Phosphorus/Fosfor), S (Sulphur/Belerang), Cl (Chlorine/Klor), dan Ar (Argon).

Yuk kita bahas!!

1. Na Memiliki Jari-Jari Atom Terbesar

Dalam satu periode, semakin ke kanan jari-jari atom akan semakin kecil.

Naiknya nomor atom menyebabkan semakin bertambahnya muatan inti (proton) dan kulit atom (elektron). Hal ini menyebabkan gaya tarik menarik antara inti atom(+) terhadap elektron(-) pada kulit-kulit atom semakin kuat. Akibatnya, jarak antara inti atom dan kulit terluar semakin rapat atau dengan kata lain terjadi penurunan jari-jari atom.

2. Energi Ionisasi Mg, dan P Lebih Besar Dibanding Unsur Di Sebelah Kanannya

Dalam satu periode, jumlah elektron valensi bertambah besar (Na memiliki 1 elektron valensi, sedangkan Ar memiliki 8 elektron valensi).

Semakin banyak jumlah elektron valensi maka usaha yang dibutuhkan suatu unsur untuk melepaskan 1 elektron valensinya semakin tinggi. Dengan kata lain, dari kiri ke kanan energi ionisasi suatu unsur semakin besar.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku terhadap unsur Mg dan P. Energi ionisasi Mg lebih besar daripada Al, dan energi ionisasi P lebih besar daripada S.

Penyimpangan tersebut dikarenakan atom Mg memiliki konfigurasi elektron yang lebih stabil sebab memenuhi aturan duplet. Perhatikan konfigurasi elektron di bawah ini.

Al lebih mudah melepaskan 1 elekton valensinya, sehingga Energi ionisasi Mg > Energi ionisasi Al.

Begitu juga dengan atom P yang memiliki orbital-orbital 3p setengah penuh. Menurut Friedrich Hund (1896–1997), seorang fisikawan asal Jerman, keadaan elektron yang tersebar satu-satu di orbital p, lebih stabil jika dibandingkan di dalam orbital p sudah ada elektron yang berpasangan.

Oleh karena itu, atom P relatif stabil sehingga lebih sukar melepas elektron. Akibatnya, Energi Ionisasi P > Energi Ionisasi S.

Selengkapnya, energi ionisasi pertama dari unsur periode ketiga dapat dilihat pada grafik berikut.

Energi Ionisasi unsur periode ketiga

3. Keelektronegatifan Semakin Besar

Seiring dengan menurunnya jari-jari atom dan naiknya nomor atom, keelektronegatifan akan semakin meningkat. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, harga keelektronegatifan semakin besar. (Baca juga Perbedaan antara Valensi dan Bilangan Oksidasi)

4. Titik Didih dan Titik Leleh Si Paling Tinggi

Si atau Silikon memiliki harga titik didih sebesar 3.280°C dan titik leleh sebesar 1.410°C. Besarnya harga titik didih dan titik leleh Si disebabkan oleh struktur zat suatu unsur dalam keadaan bebas.

Dalam keadaan bebas, Si berbentuk padatan kristal yang berikatan secara kovalen. Setiap atom Si akan berikatan dengan 4 atom Si lainnya. Oleh karena jenis ikatan dan banyaknya atom yang terlibat inilah, dibutuhkan usaha yang lebih tinggi untuk memutuskan ikatan-ikatannya sehingga titik didih dan titik lelehnya pun tinggi.

5. Sifat Logam Semakin Berkurang

Dalam periode ketiga, ada tiga jenis unsur di dalamnya, yaitu logam, semi logam (metalloid), dan nonlogam.

Dalam keadaan bebas, Na, Mg, dan Al merupakan unsur logam dengan struktur zat berupa padatan kristal, memiliki kilap logam, dan dapat menghantarkan listrik (konduktor).

Sebaliknya, P, S, Cl, dan Ar merupakan unsur nonlogam. Di alam, fosfor/P dan belerang/S ditemukan dalam bentuk padatan. Sedangkan Cl dan Ar berbentuk gas. Unsur nonlogam tidak dapat menghantarkan listrik (isolator).

Adapun Si termasuk unsur semi logam (metalloid), yaitu unsur yang terletak pada daerah peralihan antara logam dan nonlogam serta memiliki sifat keduanya.

Jadi, dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan sifat nonlogam bertambah. Nah, berkurangnya sifat logam ini juga menyebabkan memburuknya daya hantar listrik suatu unsur.

Secara ringkas, berikut tabel mengenai 5 sifat unsur-unsur periode ketiga.

Sifat Fisika Unsur Periode ketiga

6. Sifat Basa Semakin Lemah dan Sifat Asam Semakin Kuat

Jika unsur unsur periode ketiga direaksikan dengan molekul H2O akan membentuk senyawa asam dan basa.

Unsur-unsur periode ketiga + H2O → asam–basa

Senyawa asam dan basa yang terbentuk ini punya kekuatan yang berbeda-beda. Secara berurutan, kekuatan asam–basa unsur periode ketiga berubah dari basa kuat, kemudian amfoter (dapat bersifat asam maupun basa) pada aluminium, lalu asam lemah hingga menjadi asam kuat pada klorin.

Berikut senyawa yang terbentuk dari unsur-unsur periode ketiga beserta sifatnya.

Sifat kimia unsur periode ketiga Argon tidak bereaksi membentuk senyawa baru, karena Ar merupakan unsur yang stabil.

Nah, itulah pembahasan mengenai 6 Sifat Unsur Periode Ketiga. Semoga artikel Sifat fisika kimia unsur periode ketiga ini bermanfaat untuk kalian, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.