Skip to content
Iklan

Penentuan Kalor Reaksi Berdasarkan Hukum Hess


​Hukum Hess berkaitan dengan reaksi-reaksi yang dapat dilangsungkan menurut dua atau lebih cara ( lintasan).

Misalnya?

Reaksi antara karbon (grafit) dengan oksigen membentuk karbon dioksida. Jika kita mempunyai 1 mol karbon dan 1 mol oksigen, maka kedua zat ini dapat bereaksi. membentuk 1 mol karbon dioksida.

Coba lihat reaksinya.

‌Cara-1: Reaksi satu tahap

Satu mol karbon dan satu mol oksigen sehingga membentuk 1 mol karbon dioksida.

C(s) + O2(g) —-> CO2(g)

‌Cara-2: Reaksi dua tahap

Tahap 1: Satu mol karbon mula-mula direaksikan dengan 1/2 mol oksigen (setelah mol oksigen masih tersisa), sehingga membentuk 1 mol karbon monoksida.

C(s) + 1/2 O2(g) —-> CO(g)

Tahap 2: Gas karbon monoksida yang terbentuk pada tahap1 direaksikan dengan 1/2 mol oksigen yang tersisa, sehingga terbentuk 1 mol karbon dioksida.

CO(g) + 1/2 O2(g) —-> CO2(g)

Jika Tahap-1 dan Tahap-2 menurut cara yang kedua ini dijumlahkan, ternyata hasilnya sama dengan Cara-1 yaitu reaksi 1 mol karbon dengan 1 mol oksigen membentuk karbon dioksida.

Tahap-1: C(s) + 1/2 O2(g) —-> CO(g)

Tahap-2: CO(g) + 1/2 O2(g) —-> CO2(g)

______________________________________+

                  C(s) + O2(g) —-> CO2(g)

Pada tahun 1940, berdasarkan percobaan yang dilakukannya, Henry Hess menemukan bahwa kalor reaksi tidak bergantung pada lintasan, tetapi pada keadaan awal dan keadaan akhir. Artinya, jika keadaan awal dan keadaan akhir sama maka kalor reaksi adalah sama, meski berlangsung menurut lintasan yang berbeda.

Perhatikan entalpi pada kedua cara tadi.

Cara-1:

C(s) + O2(g) —-> CO2(g)      ∆H=-397kJ…(1)

Cara-2: 

Tahap-1:C(s) +1/2 O2(g) —-> CO(g) ∆H= – 111….(2)

Tahap-2: CO(g) + 1/2 O2(g) —-> CO2(g)  ∆H= -283 kJ…(3)

______________________________________+

            C(s) + O2(g) —-> CO2(g) ∆H= -394 kJ

Hess menyimpulkan penemuannya dalam suatu hukum yang kita kenal sebagai hukum Hess:” Kalor reaksi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir, tidak pada lintasan”. Dengan kata lain, kalor reaksi total sama dengan jumlah kalor tahap-tahap reaksinya. Hukum Hess juga disebut hukum penjumlahan kalor.

Sekarang coba kalian tentukan jumlah kalor reaksi berdasarkan hukum Hess.

diketahui:

(1) H2(g) + F2(g) —-> 2HF(g)   ∆H= -537 kJ

(2) C(s) + 2 F2——-> CF4(g)      ∆H= -680kJ

(3) 2C(s)+2 H2(g)—–> C2H4(g) ∆H= 52.3 kJ

 Tentukanlah entalpi reaksi:

(4) C2H4(g) + 6 F2—–> 2 CF4(g) + 4HF(g)  ∆H =?  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: