Bagaimana Cara Melakukan Tes Benedict?


​Pernah mendengar tentang tes Benedict?

Uji kualitatif Benedict digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dan gula pereduksi.

Beberapa gula seperti glukosa disebut gula pereduksi karena mereka mampu mentransfer hidrogen (elektron) ke senyawa lain, proses yang disebut reduksi. Ketika gula pereduksi dicampur dengan larutan Benedict dan dipanaskan, reaksi reduksi menyebabkan larutan Benedicts berubah warna. Warna bervariasi dari hijau ke merah tua (bata) atau berkarat-coklat, tergantung pada jumlah dan jenis gula.

Beberapa gula seperti glukosa disebut gula pereduksi karena mereka mampu mentransfer hidrogen (elektron) ke senyawa lain, proses yang disebut reduksi. Ketika gula pereduksi dicampur dengan larutand Benedicts dan dipanaskan, reaksi reduksi menyebabkan reagen Benedicts untuk mengubah warna. Warna bervariasi dari hijau ke merah tua (bata) atau berkarat-coklat, tergantung pada jumlah dan jenis gula.

 Kita harus menyadari bahwa  Uji benedict dapat digunakan untuk mendeteksi adanya gula dalam urin. Apabila urin diuji dengan uji benedict menunjukkan hasil positif dapat menjadi pertanda adanya kelainan yang biasa disebut diabetes mellitus. Urin yang digunakan untuk uji benedict harus urin 24 jam, yaitu apabila kita bangun tidur, urin pertama kita buang sedangkan urin kedua hingga urin pertama pada keesokan harinya kita tampung untuk dilakukan uji benedict.
Mari kita mulai dengan membuat larutan Benedict !

Salah satu liter larutan Benedict dapat dibuat dari 100 g anhidrat natrium karbonat, 173 g natrium sitrat dan 17,3 g tembaga (II) sulfat pentahidrat.
Nah sekarang bagaimana caranya?

Sekitar 1 ml sampel ditempatkan ke dalam tabung reaksi yang bersih.

2 ml (10 tetes) dari larutan benedict (CuS

Larutan tersebut kemudian dipanaskan dalam bak air mendidih selama 3-5 menit.
Amati perubahan warna dalam larutan tabung atau pembentukan endapan.

Bagaimana mengintrepetasikan hasilnya?

Jika warna pada didih berubah menjadi hijau, maka akan ada 0,1 sampai 0,5 gula persen dalam larutan.
Jika berubah warna menjadi kuning, kemudian 0,5-1 persen gula hadir.
Jika berubah menjadi oranye, maka itu berarti bahwa 1 sampai 1,5 persen gula hadir.
Jika perubahan warna menjadi merah, maka 1,5-2,0 persen gula hadir.

Dan jika perubahan warna menjadi merah bata, itu berarti bahwa lebih dari 2 persen gula hadir dalam larutan.
Semakin banyak konsentrasi monosakarida atau gula pereduksi dalam suatu larutan, akan membuat warna larutan semakin merah bata. Jadi apabila setelah diuji benedict suatu larutan berwarna hijau, maka konsentrasi monosakarida atau gula pereduksinya sedikit. Apabila berwarna kuning maka konsentrasinya lebih banyak, dan apabila berwarna merah bata maka konsentrasinya lebih banyak lagi. Namun apabila larutan tetap berwarna biru, hal itu menandakan bahwa tidak terdapat monosakarida atau gula pereduksi dalam larutan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s