Skip to content
Iklan

Larutan elektrolit dalam darah


Apakah kamu pernah mengamati darah yang keluar dari tubuhmu sendiri?
Darah terdiri atas beberapa senyawa yang berasal dari hasil pencernaan makanan dan minuman. Seperti kamu ketahui, darah tergolong benda cair dan termasuk larutan. Darah juga mengandung larutan elektrolit. Menurut kamu, apakah jenis larutan elektrolit yang terkandung dalam darah?


Jenis elektrolit dalam plasma darah
Kandungan elektrolit plasma darah arau cairan tubuh dinyatakan dalam miligram ekivalen (mval) terhadap jumlah ionnya.
Ion jumlah normal(mval/liter)
Na (+) 137 – 148
K (+) 3.9 – 5.0
Ca (2+) 4.8 – 5.4
Mg (2+) 1.7 – 3.3
Cl (-) 98 – 108
HCO3 (-) 24 – 28
HPO4 (2-) 1.5 – 2.3
SO4 (2-) 1 – 2
Apa yang harus dilakukan jika seseorang yang mengalami kecelakaan atau menjalani operasi membutuhkan darah orang lain?
Saat mengalami kecelakaan atau operasi maka elektrolit plasma darah berkurang sehingga dibutuhkan transfusi darah dari orang lain. Transfusi darah merupakan proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya.

Apakah kamu pernah mendengar atau membaca adanya reaksi penolakan darah yang didonorkan pada tubuh seseorang?
Walaupun golongan darah donor dan pasien sama, ternyata dapat terjadi ketidakcocokan(inkompatibilitas) pada uji silang serasi. Sehingga perlu dilakukan analisis penyebab ketidakcocokan pada uji silang serasi antara darah donor dan pasien.
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Sejak penemuan Landsteiner (1901) sampai sekarang, telah diketemukan lebih dari 400  antigen golonqan darah dalam eritrosit. Makna klinis golongan darah dalam transfusi darah adalah bahwa individu yang tidak mempunyai suatu antigen golongan darah tertentu mungkin menghasilkan antibodi yang bereaksi dengan antigen tersebut, yang kemungkinan menyebabkan reaksi transfusi. Antigen-antigen golongan darah yang berbeda tersebut memiliki makna klinis yang sangat bervariasi, dan yang terpenting adalah golongan darah ABO dan rhesus (Rh).
Bagaimana gejala yang timbul selama reaksi penolakan tersebut? Ada beberapa cara diantaranya:
1. Berhenti melakukan transfusi
2. Naikkan tekanan darah dengan koloid, kristaloid, jika perlu tambahan vasokonstriktor, inotropik.
3. Berikan oksigen 100%
4. Diuretic manitol 50 mg atau furosemid 10-20 mg.
5. Antihistamin.
6. Steroid dosis tinggi.
7. Jika perlu exchange transfusion.
8. Periksa analisis gas dan pH darah.
(sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: