Skip to content
Iklan

Sekilas tentang Reaktor


https://bisakimiadotcom.files.wordpress.com/2016/05/d4945-reaktor.png?w=878

Pernah mencampur pereaksi atau melarutkan bahan kimia di laboratorium? Apa yang kalian gunakan?
Gelas piala?erlenmeyer?labu ukur?


Bila di dalam skala industri, merekasikan bahan-bahan kimia dilakukan dalam bejana besar yang dinamakan reaktor. Bejana ini dirancang agar tidak bereaksi dengan bahan yang direaksikan. Seperti apa ya reaktor? Dan apa saja macamnya?
Reaktor adalah suatu alat proses tempat di mana terjadinya suatu reaksi berlangsung, baik itu reaksi kimia atau nuklir dan bukan secara fisika. Dengan terjadinya reaksi inilah suatu bahan berubah ke bentuk bahan lainnya, perubahannya ada yang terjadi secara spontan alias terjadi dengan sendirinya atau bisa juga butuh bantuan energi seperti panas (contoh energi yang paling umum).
Ada dua jenis utama reaktor kimia:

1. Reaktor tangki atau bejana
2. Reaktor pipa

Kedua jenis reaktor dapat dioperasikan secara kontinyu maupun partaian/batch. Biasanya, reaktor beroperasi dalam keadaan tetap namun kadang-kadang bisa juga beroperasi secara transien. Biasanya keadaan reaktor yang transien adalah ketika reaktor pertama kali dioperasikan (mis: setelah perbaikan atau pembelian baru) di mana komponen produk masih berubah terhadap waktu. Biasanya bahan yang direaksikan dalam reaktor kimia adalah cairan dan gas, namun kadang-kadang ada juga padatan yang diikutkan dalam reaksi (mis: katalisator,regent, inert). Tentu saja perlakuan terhadap bahan yang akan direaksikan akan berbeda.

Ada tiga tipe pendekatan utama yang digunakan dalam pengoperasian reaktor:

1. Model reaktor batch
2. Model Reaktor tangki berpengaduk (RATB) atau dikenal juga sebagai RTIK (Reaktor Tangki Ideal Kontinu)
3. Model Reaktor alir pipa (RAP) atau dikenal juga sebagai RAS (Reaktor aliran Sumbat)

Lebih jauh lagi, reaktor dengan katalisator (padatan) membutuhkan pendekatan yang terpisah dari ketiga model tersebut dikarenakan banyaknya asumsi sehingga menyebabkan tiga model perhitungan di atas tidak lagi akurat.

Sebelum menentukan jenis reaktor yang digunakan, adakah yang perlu diperhatikan?
Tentu saja ada, diantaranya adalah:
*Waktu tinggal
*Volum (V)
*Temperatur (T)
*Tekanan (P)
*Konsentrasi senyawa (C1, C2, C3, …,Cn)
*Koefisien perpindahan panas (h, U)

Iklan

1 Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: