Skip to content
Iklan

Bakteri Pun Berpotensi Menghasilkan Bensin


141105122058-large

Sebuah tim internasional bioenginers telah meningkatkan kemampuan bakteri untuk menghasilkan isopentenol, senyawa dengan sifat yang mirip dengan bensin. Temuan ini bertujuan untuk mengembangkan langkah yang signifikan terhadap galur bakteri yang bisa menghasilkan jumlah industri terbarukan bio-bensin.

Langkah-langkah rekayasa metabolisme ini untuk menghasilkan rantai pendek pelarut alkohol seperti isopentenol dalam bakteri Escherchia coli yang telah berguna bagi berbagai penelitian. Hal demikian telah dijelaskan oleh Aindrila Mukhopadhyay selaku direktur teknik dan tuan rumah di Joint Bioenergy Insitute yang terletak di Emeryville, California serta penulis senior.

Beliau mengatakan bahwa biofuel adalah salah satu alat dalam berbagai solusi energi alternatif yang dapat digunakan dalam infastruktur. Senyawa bahan bakar berkelanjutan yang dihasilkan ini dapat ditambahkan langsung ke campuran bensin yang digunakan untuk mengimbangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan juga menurunkan emisi karbon.

Meningkatkan toleransi adalah kunci untuk memindahkan produksi ke arah tingkat industri yang lebih relevan. Produksi industri membutuhkan unsur yang kuat dan stabil sehingga dapat menghasilkan dalam waktu yang cukup lama dan bisa menahan akumulasi seperti dari pelarut biofuel.

Untuk mengatasi tantangan ini, tim yang juga termasuk peneliti dari Nanyang Technological University di Singapura, University of California, National University of Singapore, dan Berkeley, memperlakukan non-penghasil galur E. Coli dengan isopentenol dan menambahkannya.

Mereka memilih sekitar 40 gen bakteri yang mendongkrak dalam menanggapi isopentenol yang memungkinkan tindakan mereka dapat membantu mengurangi toksisitas pada beberapa cara. Selanjutnya, mereka masing-masing mengekspresikan sebagai bakteri aktif yang memproduksi isopentenol untuk melihat mana yang menungkin dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tersebut.

Dari delapan gen yang diselamatkan pertumbuhannya, dua bakteri cukup menjanjikan dan meningkatkan produksi isopentenol sebesar 55 persen dan 12 persen. Mukhopadhyay mengatakan bahwa menemukan transporter benar-benar menarik bagi mereka karena memiliki potensi untuk mengekspor produk akhir yang menjanjikan.

Sebagai bonus tambahan, protein MdlB adalah calon yang baik untuk percobaan evolusi diarahkan yang bisa meningkatkan kinerja dan spesifisitas transporter agar isopentenol keluar secepat mungkin. Menggabungkan transporter lebih efisien dengan gen lain yang meningkatkan toleransi yang dapat menghasilkan bio-bensin sebagai bahan bakar dalam waktu dekat.

Sumber : sciencedaily.com

Iklan

2 Comments »

  1. Apakah bisa bertanya tentang campuran bahan untuk membuat antisesptik cair yang tidak menggunakan Alkohol? Thanks untuk tanggapannya. Hendro

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: