Sebenarnya Mineral itu apa sih?

Kita pasti sudah sangat sering mendengar tentang mineral. Namun jika ditanya tentang definisi mineral

Mineral collection
Mineral collection (Photo credit: ☺ Lee J Haywood)

sesungguhnya belum tentu kita dapat menjawabnya secara benar. disini kita akan mengenal tentang mineral lebih dekat. tentang definisinya dan pembentukannya.

Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral.

Sedangkan beberapa pendapat mineral dari para ahli menyatakan

•        A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977

     Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.

•The International Mineralogical Association tahun 1995 telah mengajukan definisi baru tentang definisi material:

Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi.

•Skinner (2005) memandang semua padatan sebagai mineral potensial dan termasuk biomineral dalam kerajaan mineral, yang adalah mereka yang dibuat oleh aktivitas metabolisme organisme. Inklusi mineral ini biogenik memerlukan definisi diperluas mineral sebagai:

      Sebuah unsur atau senyawa, amorf atau kristal, terbentuk melalui proses biogeokimia

Jadi dapat disimpulkan bahwa mineral ialah suatu senyawa yang terbentuk melalui proses biogeokimia dan memiliki struktur kristal

Pembentuk Mneral

Ada sumber pembentuk Mineral di alam ini, yaitu:
•Air permukaan, yang selama perjalanannya melalui batuan-batuan akan melarutkan mineral-mineral yang mudah larut dan disebut air meteorik atau air tanah.
•Air magmatis atau Air yang terdapat di bagian yang lebih dalam
Dari 2 macam air tadi ada beberapa metode pembentukan mineral,  yaitu:
  1. Penguapan LarutanAnhydrit dan halit umumnya berasal dari larutan-larutan yang mengandung kedua bahan tadi. Pengendapannya sering berupa lapisan-lapisan yang tebal. Larutannya akan mengalami penguapan sehingga kelarutan mineral tersebut semakin berkurang dan terendapkan
  2. Pengeluaran gas yang bekerja sebagai pelarut, Air yang mengandung banyak gas CO2 bila mengenai batuan kapur maka CaCO3 akan larut dalam bentuk asam bikarbonat CaH2 (CO3)2 yang merupakan persenyawaan yang tidak mantap (stabil). Karena pengaruh beberapa faktor seperti suhu, udara dll, maka gas CO2 dalam larutan akan keluar yang menyebabkan perubahan asam bikarbonat ke bentuk yang lebih sukar larut yaitu bentuk asalnya CaCO3.
  3. Kenaikan Suhu dan Tekanan, Larutan air magmatis terbentuk dalam keadaan dengan tekanan dan suhu air yang tinggi, maka diendapkanlah mineral-mineral Hidrothermal. Sumber-sumber air panas dan geyser – geyser terdapat di daerah dimana terdapat intrusi magma yang mendekati permukaan bumi. Maka air tanah yang bergerak ini akan mengalami penaikan suhu dan tekanan, sehingga akan lebih banyak bahan mineral yang terlarut di dalamnya dari pada keadaan biasa, dimana suhu dan tekanan ketika di permukaan.
  4. Interaksi antar larutan, Keadaan ini terjadi seperti di dalam laboratorium, dimana dapat terjadi endapan kalau kita mencampurkan dua atau lebih macam larutan. Larutan CaSO4 bila bertemu dengan BaCO3 yang mudah larut maka akan langsung membentuk endapan BaSO4 (mineral Barit).
    Keadaan seperti di atas sering terjadi dengan memberikan endapan-endapan mineral sebagai akibat pencampuran air magmatis yang satu dengan yang lain, atau air magmatis dengan air permukaan
  5. Interaksi Larutan dengan Zat Padat, Larutan yang mengandung ZnSO4 bila melalui derah kapur akan menyebabkan terbentuknya ZnCO3 (mineral Smithsonit) dan CaSO4 (Anhydrit atau Gips). Umumnya suatu larutan melarutkan suatu mineral, selanjutnya mengendapkan mineral lain di tempatnya. Maka mineral Galenit (PbS) dan sulfide lain akan diendapkan dari larutan sekaligus menempati / mengganti batuan kapurnya dimana larutan akan saling berhubungan.
    Tekstur atau struktur mineral yang terdahulu, umumnya dipertahankan oleh mineral yang menggantikannya. Contoh lain ialah pengisi bahan selisium (silikasi) kayu, dimana larutan silisium mengganti bahan selulosa dengan opal, tetapi dengan strukturnya seperti kayu.
  6. Interaksi Gas dengan Larutan, Air yang mengandung H2S akan memberikan endapan sulfide bila berhubungan dengan larutan dari daerah tambang yang mengandung Zn, Cu, Fe, dll.
  7. Pengaruh Makhluk dalam larutan, Mollusca, Crikoida dll menyerap CaCO3 dari air laut dan mengeluarkannya lagi dalam bentuk badan-badan pelindungnya, dalam bentuk aragonite atau kalsit. Radiolaria, Diatomea dan Bunga karang (spons) mengeluarkan bahan selisium dan membentuk diatomea. Limonit dan belerang dapat terjadi karena pengaruh bakteri-bakteri dalam air yang mengandung besi atau sulfat ,begitu pula pengendapan NaNO3dianggap sebagai hasil aktivitas makhluk hidup juga.

Diluar semua itu, Mungkin ada diantara para pembaca yang berpikir  tentang apa hubungannya mineral yang dijelaskan diatas dengan air mineral yang dijual di pasaran. tenang saja, Air mineral yang dijual tersebut tidak mengandung mineral padatan seperti itu. Air mineral tersebut biasanya berasal dari mata air dimana banyak terkandung mineral didalamnya, banyak mengandung ion ion didalamnya. namun setelah mengalami beberapa proses hingga layak minum. mineral – mineral padat yang berbahaya telah dihilangkan. hanya tinggal mineral dalam bentuk ion yang tidak berbahaya bagi tubuh.

3 thoughts on “Sebenarnya Mineral itu apa sih?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.