Posted on Leave a comment

Waktunya untuk memperbarui literatur

Para ilmuwan baru saja menemukan perbedaan besar antara DNA dan RNA

Sebuah penelitianĀ  baru menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa RNA – molekul yang lebih tua dari DNA – terpisah sebagian ketika mencoba untuk menggabungkan perubahan, sementara DNA dapat meliukkan sendiri dan mengubah bentuknya untuk mengimbangi kerusakan kimia.

Continue reading Waktunya untuk memperbarui literatur

Posted on Leave a comment

Mengenal Asam urat dan Cara Mengatasinya

ASAM URAT

Asam urat terjadi akibat metabolisme Purin, setiap orang memiliki asam urat. Hanya saja Kadarnya yang

Urate stones removed from a dog's urinary bladder.
Urate stones removed from a dog’s urinary bladder. (Photo credit: Wikipedia)

berbeda. Jika sudah terlalu banyak maka asam urat akan membentuk kristal di sendi sendi. Dan menyebabkan sakit karena kristal tersebut akan bergesekan dengan sendi saat digerakkan.

Purin merupakan bagian pokok dari asam nukleat. Karena itu konsumsi asam nukleat harus Sangat dikurangi, bahkan jika sudah parah. Asam nukleat harus di stop dahulu sampai kadar asam urat turun. Jika tidak, maka Asam urat akan semakin tinggi kadarnya. Karena saat kita makan asam nukleat, sama saja dengan kita makan purin.

 

Tapi apa itu asam nukleat? ga pernah denger tuh. jadi asam nukleat ini yang menyusun DNA dan RNA. sedangkan RNA dan DNA lah yang mencetak protein. oleh karena itu bisa kita anggap bahwa makanan berprotein tinggi juga memiliki asam nukleat yang tinggi. mudahnya, anggap makanan berprotein tinggi dapat menyebabkan asam urat. Continue reading Mengenal Asam urat dan Cara Mengatasinya

Posted on Leave a comment

Kelarutan Protein

Protein adalah senyawa organikĀ kompleks dan merupakan polimerĀ dari monomer-monomer asam aminoĀ yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, oksigen, hidrogen,

Protein structures revealed at record pace
Protein structures revealed at record pace (Photo credit: Lawrence Berkeley National Laboratory)

nitrogen,Ā dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua selĀ makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzimĀ atau subunit enzim. Protein merupakan salah satu dari biomolekulĀ raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jƶns Jakob Berzelius pada tahun 1838 (Abrams, 2010).

Ada 20 asam amino yang memiliki perbedaan pada struktur rantai samping telah digunakan sel-sel manusia untuk membuat protein. Struktur rantai samping menentukan kelas-kelas asam amino, antara lain seperti polar, nonpolar, netral, asam, dan basa. Sel manusia dapat mensintesis kebanyakan asam amino yang dibutuhkan untuk membuat protein. Meskipun begitu ada sekitar delapan asam amino yang disebut sebagai asam amino esensial karena tidak dapat disintesis oleh sel manusia sehingga harus didapatkan dari makanan (Goff, 1995).

Asam amino tergabung dengan ikatan kovalen oleh ikatan peptida menjadi protein. Ikatan peptida merupakan ikatan amida yang dibentuk antara ikatan asam karboksilat asam amino satu dengan gugus amina asam amino yang lain. Setiap asam amino mengandung paling tidak satu gugus amina danĀ  satu gugus asam karboksilat. Dapat juga terbentuk ikatan peptida dengan dua cara. Contohnya seperti yang terjadi pada Gambar 2 dan juga mungkin terjadi ikatan peptida antara gugus asam karboksilat valin dengan gugus amina glisin sehinga menghasilkan valilglisin. Sedangkan protein terbentuk dari ratusan asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida membentuk rantai peptida (Abrams, 2010).

Berikut ini akan ditulis bagaimana protein dapat berionisasi sehingga menjadi dapat bermuatan positif maupun negatif. Prinsip ini adalah prinsip dasar isolasi protein menggunakan garam konsentrasi rendah maupun dengan pengaturan pH pada titik isoelektriknya. Seperti halnya asam amino, protein yang larut dalam air akan membentuk ion yang mempunyai muatan positif dan negatif. Dalam suasana asam molekul protein akan membentuk ion positif, sedangkan dalam suasana basa akan membentuk ion negatif. Pada titik isoelektrik protein mempunyai muatan positif dan negatif yang sama, sehingga tidak bergerak kearah elektroda positif maupun negatif apabila ditempatkan di antara kedua elektroda tersebut. Ionisasi protein dapat digambarkan sebagai berikut (Murray, 2006): Continue reading Kelarutan Protein