Teori Pembentukan Minyak Bumi

Pada tahu apa itu minyak bumi, kan, gals? Minyak bumi itu memang sangat berguna di semua aspek kehidupan manusia. Hampir seluruh teknologi yang bisa kita nikmati sekarang, itu tidak jauh-jauh dari minyak bumi. ayo kita bahas sedikit Teori Pembentukan Minyak Bumi .

Meskipun begitu, ada banyak masalah lingkungan juga yang kini ditimbulkan dari pemakaian minyak bumi. ( baca juga Memahami bahan bakar fosil)

Minyak bumi atau petrolum berasal dari bahasa lain petrus yang berarti batu dan oleum yang artinya batu. Untuk teori pembentukan minyak bumi sendiri, ada 2 teori yang kuat saat ini, yakni teori anorganik dan teori organik.

Teori Pembentukan Minyak Bumi

Teori Anorganik

Teori pembentukan minyak bumi yang anorganik diungkapkan pada tahun 1866 oleh Berthelot. Beliau mengatakan bahwa minyak bumi terbentuk melalui reaksi pembentukan karbid dari logam alkali yang bersentuhan dengan CO2 dari udara.

Reaksi ini menghasilkan karbid yang kemudian bereaksi dengan air hingga menghasilkan asitilen. Nah, asitilen inilah yang mengalami kenaikan suhu dan tekanan yang tinggi hingga berubah menjadi minyak bumi. Berikut reaksi kimianya:

Logam Alkali + CO2 → Karbonat → Karbid

Karbit + H2O → Asitilen

2H2 → Minyak Bumi

Hanya saja, anggapan ini terlalu lemah karena diketahui bahwa logam alkali tidak pernah terdapat bebas di dalam kerak bumi.

Teori Organik

Teori ini dikemukakan oleh Engler pada tahun 1911. Engler mengatakan bahwa minyak bumi terbentuk dari pembusukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun silam.

Menurut teori pembentukan minyak bumi ini, ada 3 proses yang harus dilalui fosil sebelum membentuk minyak bumi.

Tahapan pertama adalah pembusukan bangkai binatang dan tumbuhan di dasar laut yang dilakukan oleh mikroorganisme. Kemudian, karena suhu dan tekanan tinggi yang terjadi selama jutaan tahun, terbentuklah cairan yang mempunyai kandungan olefin tinggi. Kandungan ini disebut dengan protopetrolium.

Nah, di tahapan terakhir, komponen yang terkandung dalam protopetrolium ini akan mengalami polimerisasi dan membentuk senyawa hidrokarbon naften (hirdrokarbon jenuh siklik), parafin, dan aromatik.

Material-material tersebut berubah menjadi minyak yang terkumpula dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir. Karena pori-pori tersebut bersifat kapiler, maka minyak tersebut naik ke atas secara perlahan dan menumpuk di bawah lapisan batu yang tidak memiliki pori-pori.

Nah, gals, bagaimana? Mudahkan untuk memahami proses Pembentukan Minyak Bumi ?

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.