Skip to content
Iklan

Memahami Effek Jahn Teller


Effek Jahn–Teller: bertanggungjawab untuk distorsi tetragonal dari ion kompleks hexaaquacopper(II), [Cu(OH 2 ) 6 ] 2+, yang bila tidak mengalami distorsi akan mempunyaI geometri octahedral

Jarak dua axial Cu−O adalah 238 pm, sedangkan jarak empat equatorial Cu−O adalah ~195 pm.

Effek Jahn–Teller paling sering terjadi pada kompleks octahedral logam  transisi, dan sangat umum terjadi pada kompleks koordinasi-6 six- copper(II).

Konfigurasi elektronik d9 ion ini memberikan tiga electrons dalam dua orbital degenerate e g , menghasilkan keadaan dasar elektronik degenerate- dobel (ganda) Kompleks demikian mengalami distorsi sepanjang satu dari sumbu molecular lipat-empat (fourfold axes), selalu berlabel degenerasi sumbu-z dan menurunkan energy keseluruhan.

Distorsi biasanya mengambil bentuk pemanjangan ikatan ke ligands yang terletak sepanjang sumbu-z, tetapi adakalanya terjadi pemendekan ikatan (teorema Jahn–Teller tidak memprediksi arah distorsi, hanya ada pada geometri yang tak-stabil) .

Bila terjadi pemanjangan, effeknya adalah menurunkanrepulsi elektrostatik antara pasangan elektron pada ligand basa dan setiap elektron dalam orbital dengan komponen- z, sehingga terjadi penurunan energy kompleks. Bila kompleks tak-terdistorsi akan diharapkan mempunyai pusat inversi, ini terjaga sesudah distorsi.

Dalam kompleks octahedral , effek Jahn–Teller paling kuat bila jumlah elektron ganjil menempati orbital e g ; yaitu pada d9, low-spin d7 atau kompleks high-spin d4, semuanya mempunyai keadaan dasar doubly- degenerate. Hal ini karena orbital e g yang terlibat dalam titik degeneracy langsung mengaraqh ke ligand, sehingga distorsi dapat menghasilkan stabilisasi energetika yang besar.

Effek ini juga akan terjadi bila TERDAPAT degeneracy karena elektron dalam orbital t 2g (i.e konfigurasi d1atau d2, yang keduanya merupakan triply degenerate). Tetapi, effek ini sangat kurang diperhatikan karena disana terdapat lebih kecil penurunan repulsi dalam mengambil ligand menjauh dari orbital t 2g , yang tidak mengarah langsung pada ligand yang terlibat (lihat Tabel)

Hal yang sama juga pada kompleks tetrahedral; distorsi kecil 9kurang) karena kurangnya stabilisasi yang diterima karena ligand tidak mengarah langsung ke orbital.
Effek yang diharapkan untuk koordinasi octahedral diberikan pada Tabel berikut.

Memahami Effek Jahn Teller

Memahami Effek Jahn Teller

  • w: weak (lemah), effek Jahn–Teller lemah (orbital t 2g terisi tak-merata),
  • s: strong (kuat), effek Jahn–Teller diharapkan (orbital e g ditempati merata),
  • blank: tidak diharapkan ada effek Jahn–Teller

 

Effek Jahn–Teller dapat ditunjukkan secara eksperimen dengan investigasi absorbansi spektra UV-VIS senyawa anorganik, dimana sering menyebabkan pemisahan pita.

Hal ini tampak juga pada penampilan, misalnya, berbagai kompleks copper(II).

Dapat ditambahkan bahwa informasi rinci mengenai anistrophy kompleks dan nature dari ikatan ligand dapat diperoleh dari spektra fine structure spin elektron tak berpasangan pada spektra electron spin resonance dalam temperature rendah

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: