Skip to content
Iklan

Cokelat Elektro-Rheologi?


Ada yang takut makan cokelat karena takut gemuk?

Cokelat memiliki tinggi lemak karena suatu alasan. Lemak menurunkan viskositas coklat (seberapa tebal dan lengket itu), membantu mengalir lancar dalam bentuk cair dan menjaga dari kemacetan  mesin selama produksi. Produsen cokelat tidak pernah cukup menemukan cara untuk membuat cokelat rendah lemak, Itu sebabnya ketika cokelat raksasa Mars, Inc. mendengar bahwa para ilmuwan Temple University telah berhasil menurunkan viskositas minyak mentah dengan menerapkan medan listrik dalam teknik yang disebut electrorheology (ER), mereka mendekati tim untuk melihat apakah mereka bisa melakukan hal yang sama dengan coklat .

Kini menikmati cokelat tak perlu khawatir dengan kandungan lemak yang akan menggagalkan penurunan berat badan. Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengurangi lemak pada cokelat dan membuatnya menjadi lebih lezat.

Temuan ilmuwan dari Tample University tersebut dipublikasikan dalam seminar National Academy of Sciences of the United States of America. Para peneliti menemukan ada cara menurunkan kandungan cokelat yaitu menggunakan medan listrik.

“Cokelat adalah satu dari makanan paling populer di dunia dari segi jenis dan rasa. Sayangnya, saat ini banyak produk cokelat mengandung terlalu banyak lemak yang mengarah pada kegemukan,” tulis para peneliti, dikutip Telegraph.

“Meski sudah lama terjadi, namun tidak ada solusi yang pasti. Beberapa produsen menggantikan lemak kakao dengan lemak rendah kalori namun lemak ini terlarang di beberapa negara.”

Untuk memecahkan dilema tersebut, para peneliti kemudian mencoba menggunakan prinsip fisika dalam pembuatan cokelat. Ketika cokelat diproduksi dan masih dalam kondisi cair, peneliti menanamkan alat electrorheology ke dalam aliran cokelat guna menghasilkan medan listrik.
sumber

ER bekerja dengan menerapkan listrik dalam arah yang sama mengalir cairan yang. Dalam kasus cokelat, ini mengubah bentuk padatan kakao dari bola lambat untuk rantai ramping, membantu mereka kerumunan lebih dekat bersama-sama untuk aliran yang lebih baik. Para ilmuwan menemukan bahwa mereka bisa mengurangi kandungan lemak cokelat sebesar 20% tanpa menyebabkan masalah manufaktur, dan bahkan lebih baik, mereka mungkin juga ditingkatkan rasa. “Beberapa orang bahkan mengklaim bahwa cokelat ER-diperlakukan memiliki rasa coklat yang sedikit lebih kuat, lebih baik dari cokelat asli,” kata penulis utama studi Rongjia Tao Temple Sekarang.

Apa itu elektro-rheologi?

Kebanyakan fluida elektro-reologi merupakan dispersi dari partikel dielectric yang tersuspensi pada non-conducting liquid (cairan yang bersifat bukan konduksi, alias tidak mampu hantar listrik). Mudahnya, anda punya partikel (bulet kecil-kecil) dari bahan dielectrik kemudian dicampur dengan cairan tak mampu hantar listrik, misal silicone-oils, hingga sifat campuran seperti suspensi. Itulah fluida elektro-reologi.

Yield stress, tegangan geser, yaitu gaya luar yang diperlukan untuk menggeser fluida tersebut, dari keadaan diam kemudian mengalir. Fluida elektro-reologi mula-mula mempunyai nilai yield stress relatif kecil, namun ketika medan listrik dari luar diaplikasikan, nilai yield stress-nya menjadi meningkat dengan drastis, alias susah untuk mengalir. Mekanisme yang sering digunakan untuk menjelaskan fenomena ini adalah ketika medan listrik luar (ordenya sekitar kV/mm) diaplikasikan kepada fluida elektro-reologi, menimbulkan efek dipole (pe-dua-kutub-an) dari dielektrik partikel yang tersuspensi dalam cairan tsb. Berubahnya sifat dialektrik partikel hingga mempunyai kutub ini menyebabkan partikel kecil-kecil saling mendekat satu sama lainnya, sesusai sifat kutub masing-masing.

Sehingga terciptalah rantai/susunan partikel searah dengan medan listrik. Bentuk  susunan rapi jajaran partikel yang berbentuk seperti rantai inilah yang menyebabkan nilai yield stress menjadi naik secara dramatis.

Mau coba cokelat ini?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: