Skip to content
Iklan

Lapisan tanah (2)


https://noviaanggra.files.wordpress.com/2012/05/horizon.jpg?w=878

Lanjutan artikel lapisan tanah, setelah lapisan tanah horizon O dan A maka akan diteruskan ke bawah mencapai E, B, C, dan R.

1. Horizon E

Horison E adalah horison berupa lapisan eluviasi yang berwarna terang. Lapisan tanah ini berpasir, serta sedikit mengandung  mineral dan tanah liat karena rembesan air yang menembus masuk ke tanah. Ciri utamanya ialah terjadi proses penghilangan lempung alumina silikat, Fe, Al, atau kombinasi ketiganya. Horizon ini dapat berada langsung di bawah horizon O atau  horizon A. Apabila  berada  dibawah horizon A, maka horizon ini terbedakan menurut warnanya yang lebih mudah dan kandungan bahan organik lebih sedikit daripada horizon A.

Horizon ini merupakan horizon yang telah mengalami proses pencucian (eluviasi) yang sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah, lempung silikat, Fe, dan Al menjadi rendah. Akan tetapi, kadar pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) serta mineral resisten lainnya akan tinggi, sehingga lapisan ini akan berwarna agak terang.

2. Horizon B

Horizon B adalah horizon “illuvial” atau biasa disebut juga dengan horizon pengendapan, dimana merupakan zona akumulasi dari bahan-bahan yang tercuci (perembesan air) dari horizon diatasnya. Lapisan ini hanya mengandung sedikit lempung dan partikel mineral.

Horizon B dapat terbentuk dengan cara : (1) proses illuviasi lempung aluminasilikat, besi, aluminium, humus, karbonat, gipsum, atausilika yang berdiri sendiri, atau dalam suatu kombinasi tertentu, (2) pengendapan “seskuioksida” secara residual (horizon oksik), (3) penyelaputan zarah-zarah tanah dengan seskuioksida yang terbentuk insitu, sehingga horizon ini berwarna lebih terang atau lebih merah daripada horizon diatas dan dibawahnya,  atau (4) neomineralisasi lempung atau mineral oksida insitu.  Perlu dipahami bahwa jika horizon B terbentuk secara “illuviasi”, maka horizon E harus “tereluviasi”.

3. Horizon C

Horizon C disebut juga lapisan  regolith. Lapisan ini dicirikan oleh masih adanya fragmen (pecahan) lapukan batuan asal. Akar tanaman sulit menembus lapisan ini, sehingga lapisan ini hanya mengandung sedikit bahan organik. Horizon C terdiri atas campuran bahan lapukan batuan dan mineral.

Dalam konteks endapan “allochtonous” (endapan yang diangkut dari tempat lain), horizon C tidak terkorelasi dengan tanah yang ada diatasnya. Horizon C digolongkan sebagai bahan induk tanah yang hanya terkait dengan endapan “autochtonous” (terbentuk setempat).

Perlu dipahami bahwa suatu lapisan yang sekalipun tersusun atas bahan lapukan ataupun bahan yang kaya akan lempung, akan tetapi belum memperlihatkan kenampakan pedogen (kenampakan yang berkaitan dengan proses pembentukan tubuh tanah), maka lapisannya akan tetap  disebut sebagai horizon C (Bahan seperti ini biasa disebut saprolit). Akan tetapi dalam hal lapisannya sudah memperlihatkan tanda-tanda pedogen dan mengalami pengerasan, maka lapisan tersebut akan dinamakan horizon B.

4. Horizon R / Horizon D

Horizon R atau biasa disebut juga horizon D adalah lapisan paling bawah dalam suatu profil tanah. Horizon R tersusun atas batuan dasar yang keras, yang dapat dikatakan masih utuh dan belum mengalami pelapukan. Sifat keras, kompak, dan tersementasi dari batuan dasar ini merupakan ciri utama dari horizon R. Batugamping, basalt, granit, dan batupasir adalah contoh  batuan penyusun lapisan ini. Lapisan ini cukup kompak, sehingga apabila hanya menggunakan sekop akan sulit untuk digali.
(sumber)

Untuk apa ya kita mengetahui tentang horizon-horizon ini?
Dengan mengetahui kelengkapan dan penyebaran horizon tanah, maka kita akan mengetahui pencirian dari tingkat perkembangan dan umur tanah.

Hal ini karena pembentukna lapisan tanah membutuhkan kurun waktu tertentu dan usia pembentukan dapat diketahui dari mempelajari lapisan-lapisanya.

Semakin banyak, lengkap dan majemuk suatu horizon tanah maka akan semakin baik dan tua usia tanah tersebut.

Sedangkan untuk warna pada tanah dapat mencerminkan kondisi aerob atau anaerob tanah.

Jika warna tanah terang, maka menandakan kondisi aerob, jika warna tanah kelabu, maka menandakan kondisi anaerob.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: