Skip to content
Iklan

Senyawa organohalogen


https://i0.wp.com/www.chemistryexplained.com/images/chfa_03_img0670.jpg

Senyawa organohalogen digunakan secara meluas dalam masyarakat modern sebagai pelarut, insektisida dan bahan-bahan dalam sintesis senyawa. Kebanyakan senyawa organohalogen adalah sintetik. Senyawa organohalogen agak jarang dijumpai di alam. Banyak senyawa organohalogen bersifat racun (toxic) dan harus digunakan dengan hati-hati. Misalnya pelarut-pelarut karbon tetraklorida (CCl4) dan kloroform (CHCl3) mengakibatkan kerusakan hati bila dihirup berlebihan.

Sebenarnya apa sih senyawa halogen itu?
Senyawa Organohalogen adalah zat yang mempunyai satu atau lebih atom
halogen (F, Cl, Br atau I) yang terikat pada karbon. Senyawa organohalogen sering disebut sebagai halida organik.

Ada 3 tipe senyawa organohalogen:

a. Alkil halida (RX)
Alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon yang salah satu atom hidrogennya digantikan oleh atom halogen ( halogen yang terikat pada atom karbon yang berikatan tunggal ).
Contoh : CH3I, CH3CH2Cl
b. Aril halida (ArX), yaitu ketika sebuah halogen terikat pada sebuah karbon dari suatu cincin aromatik.
Contoh : Bromobenzena
c. Halida vinilik, yaitu ketika sebuah halogen terikat pada sebuah karbon berikatan rangkap.
Contoh : CH2=CHCl ( kloro etena )

R telah didefinisikan sebagai lambang umum untuk sebuah gugus alkil. Begitu juga Ar adalah lambang untuk sebuah gugus aromatik atau aril. Atom halogen (F, Cl, Br, atau I) dapat diwakili oleh X.

Bagaimana tata nama alkil halida?
Pemberian nama alkil halida dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

1. Sistem IUPAC
Alkil halida diberi nama dengan awalan halo-
Contoh : CH3Cl = Cloro Metana
CCl4 = Tetra Cloro Metana

2. Gugus-fungsional trivial
Pemberian nama alkil halida diawali dengan gugus alkil, diikuti nama halidanya.

Tipe alkil halida berhasarkan struktur bagian alkilnya dapat dibagi menjadi empat yaitu metil, primer, sekunder, tersier.

* Metil Halida ( RX ) : satu hidrogen dari metana digantikan oleh sebuah halogen.
Contoh : CH3F, CH3Cl, CH3Br

* Alkil Halida Primer (1°) ( RCH2X ) : punya 1 gugus alkil terikat pada karbon ujung.
Contoh : CH3-CH2Br

*Alkil Halida Sekunder (2°) ( R2CHX ) : punya dua gugus alkil terikat pada karbon ujung.
Contoh :
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyjJ8qwoXbTS74OVgBX1A8objgstmSlhDQJr8YKxxNaKg6YwoU

* Alkil Halida Tersier (3°) (R3CX ) : punya 3 gugus alkil terikat pada karbon ujung.
Contoh :

 https://i0.wp.com/www.chemsynthesis.com/molimg/1/big/14/14573.gif

(sumber)
Karbon Ujung

*Karbon ujung adalah karbon yang terikat pada halogen.
Contoh : (CH3)3C – CH2Cl
C : karbon ujung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: