Xilitol: Gula Alkohol yang Bermanfaat


Xilitol merupakan jenis dari gula alkohol dengan rumus molekul (CHOH)3(CH2OH)2. Xilitol ini biasa digunakan sebagai pengganti zat pemanis seperti sukrosa yang sekarang umum digunakan sebagai pemanis. Penelitian tentang xilitol sebenarnya sudah dilakukan di awal tahun 1970-an oleh peneliti-peneliti di Finlandia hingga pada awal tahun 2009 telah cukup banyak jurnal ilmiah mengenai xilitol dipublikasikan. Xilitol ini ternyata dipopulerkan pertama di Eropa sebagai gula pengganti sukrosa untuk penderita diabetes. Mengenai hubungan xilitol dan kesehatan gigi, penelitian pertama dilakukan oleh peneliti dari Universitas Turku yang hasilnya dikenal sebagai “Turku Sugar Studies”. Apa sih kelebihannya xilitol dibanding gula-gula yang lain?

Ternyata xilitol ini berbeda dibanding gula-gula yang lain karena tidak semua organisme, termasuk bakteri juga hanya beberapa yang mampu mengkonsumsi xilitol.  Oleh karena itu xilitol banyak berperan dalam kesehatan gigi serta, pengganti gula bagi penderita diabetes bahkan untuk orang yang ingin diet. Xilitol ini bisa didapatkan di bagian-bagian tertentu dari sayur-sayuran seperti tongkol jagung. Xilitol ini dapat berpolimerisasi membentuk makromolekul xylan yang terdapat di tongkol jagung tersebut. Apabila xilan dihidrolisis, maka akan dihasilkan banyak molekul xylosa yang nantinya dapat diubah ke bentuk xilitol.

Bagaimana xilitol dapat berperan dalam kesehatan gigi? Salah satu alasannya adalah karena bakteri-bakteri yang ada di mulut manusia tidak dapat mengkonsumsi xilitol dan mengubahnya menjadi asam. Sedangkan gula-gula lain seperti glukosa dapat diubah oleh bakteri mulut menjadi asam, dan kemudian asam inilah yang dapat merusak gigi karena asam bersifat korosif. Alasan lainnya adalah xilitol ini mampu mengikat ion Ca2+ dan garam-garam lain yang dibutuhkan oleh gigi untuk pembentukan enamel gigi yang melindungi dari karies. Air saliva yang mengandung xilitol akan bersifat basa, sehingga dapat mengendapkan ion-ion dan garam-garam tersebut ke bagian dari gigi yang membutuhkannya dan membentuk enamel.

Xilitol juga digunakan oleh penderita diabetes dan orang-orang yang sedang diet. Satu gram xilitol ternyata mengandung energi 2,4 kkal yang lebih rendah dibanding satu gram gula biasa yang mengandung 3,87 kkal. Oleh karena itu xilitol bisa digunakan untuk orang-orang yang sedang diet. Xilitol ini rasanya manis, sehingga apabila kita dihadapkan pilihan ke dua jenis gula yang salah satunya adalah xilitol, kita pasti tidak dapat membedakan keduanya. Xilitol ini susah diserap oleh tubuh, karena pada umumnya tubuh lebih memilih untuk menyerap glukosa dibanding gula jenis lainnya. Oleh karena itu tingginya kadar xilitol dalam darah tidak berpengaruh ke pengaturan kadar gula darah dengan insulin sehingga dapat dikonsumsi secara aman oleh penderita diabetes.

Xilitol tidak bersifat toksik terhadap manusia. Tetapi, xilitol dapat menyebabkan diare ringan apabila xilitol dikonsumsi lebih dari 65 gram per harinya. Namun, setelah adaptasi dengan xilitol selama beberapa minggu, laporan mengenai diare akibat konsumsi xilitol telah berkurang. Dengan kelebihan-kelebihannya, xilitol layak menjadi pilihan gula bagi penderita diabetes maupun orang-orang yang sedang diet.

Sumber:

Blum, Damian D. 2011. Brushing Your Teeth With Sugar [online]. Available: http://ellicottcitysmiles.com/tag/xylitol-studies/, diakses 4 November 2012.

Maguire, A; Rugg-Gunn, A J (2003). “Xylitol and caries prevention — is it a magic bullet?.British Dental Journal 194 (8): 429–436. doi:10.1038/sj.bdj.4810022.

Martí, N.; Funes, L.L.; Saura, D.; Micol, V. (July 2008). “An update on alternative sweeteners”.International sugar journal 110 (1315): 425–429. ISSN 0020-8841

MSDS Xylitol [online]. Available: https://fscimage.fishersci.com/msds/88308.htm, diakses 4 November 2012.

Remacle, Claude; Reusens, Brigitte, ed. (2004). Functional foods, ageing and degenerative disease. Cambridge, England: Woodhead Publishing. p. 202. ISBN 978-1-85573-725-9.

Soderling, Eva. 2009. Controversies about Xylitol [online]. Available: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2676064/pdf/dent03_p0081.pdf, diakses 4 November 2012.

Wang, Yeu-Ming; van Eys, Jan (1981). “Nutritional significance of fructose and sugar alcohols“. Annual Review of Nutrition 1: 437–75. doi:10.1146/annurev.nu.01.070181.002253.PMID 6821187

Xylitol FAQ [online]. Available: http://xlear.com/xylitol-faq.aspx, diakses 4 November 2012.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s