Skip to content
Iklan

Validasi(2)


https://i1.wp.com/phitagoras.com/wp-content/uploads/2011/12/validasi_metode_uji_lab.jpg

Masih ingat postingan tentang validasi metode?
Mari kita lanjutkan!
Parameter selanjutnya adalah :
4. Selektivitas


Selektivitas merupakan kemampuan suatu metode analisa untuk membedakan senyawa yang diuji dengan derivat/metabolitnya.Adanya perbedaan nyata antara resolusi antara dua puncak yang berdampingan dan kemurnian tiap puncak dalam kromatogram.Untuk HPLC, Rs : 1,2 – 1,5.Untuk Spektrofotometer UV/Vis: jarak dua puncak berdampingan: resolution factor   (Rf) > 2,5.Lakukan scanning (pemindaian) sampel yang diuji lihat kromatogram dari dua puncak yang berdekatan (Rs) harus tidak kurang dari 1,5 atau terlihat adanya puncak yang terpisah dari scanning dengan spektrofotometer UV/Vis. Intinya dalam metode tersebut, senyawa yang akan diuji benar-benar jauh dari pengotor dan pereaksi yang ditambahkan sehingga mudah dideteksi.

5. Linearitas
Linearitas merupakan kemampuan suatu metode analisa untuk menunjukkan hubungan secara langsung atau proporsional antara respons detektor dengan perubahan konsentrasi analitDiuji secara statistik, yaitu Linear Regression (y = a + bx); dimana b adalah kemiringan slope garis regresi dan a adalah perpotongan dengan sumbu y.
Pengujian dilakukan paling tidak dengan menggunakan 5 kadar yang berbeda, kemudian dilihat apakah memberikan respons yang linear apa tidak, yang ditunjukkan dengan nilai r ≥ 0,98.

Evaluasi linieritas paling baik dicirikan dengan metode uji kurva respon. Suatu alur yang menyatakan hubungan antara konsentrasi analit dengan responnya seringkali linier pada konsentrasi tertentu.

Linieritas dapat diukur dengan melakukan pengukuran tunggal pada konsentrasi yang berbeda-beda. Data yang diperoleh selanjutnya diproses dengan metode kuadrat terkecil, untuk selanjutnya dapat ditentukan nilai kemiringan [slope], intersep, dan koefisien korelasinya.

Kisaran konsentrasi

Kisaran konsentrasi yan digunakan untuk linieritas harus cukup luas untuk memenuhi kisaran metode yang diharapkan. Minimal 5 kisaran konsentrasi harus diarnati dan suatu plot an tara respon detektor dengan konsentrasi sampel harus dihasil-kan. Kisaran konsentrasi yang dipilih untuk uji linieritas haruslah mencakup kisaran analit yang akan dituju (misalkan kisarannya adalah: 50 %, 75 %, 100 %, 125 %, dan 150 % dari konsentrasi analit target). Ketika menggunakan kalibrasi titik tunggal, data linieritas regresi seharusnya tidak dipaksa melalui nol.

5. Ketahanan Robutness

Ketahanan merupakan kapasitas metode analisis untuk tetap tidak terpengaruh oleh adanya variasi parameter metode yang kecil. Ketahanan dievaluasi dengan melakukan variasi parameter-pa rameter metode seperti: persentase pelarut organik, pH, kekuatan ionik, suhu, dan sebagainya. Suatu praktek yang baik untuk meng-evaluasi ketahanan suatu metode adalah dengan memvariasi parameter-parameter penting dalam suatu metode secara sistematis lalu mengukur pengaruhnya pada pemisahan. Sebagai contohjika suatu metode menggunakan asetonitril 36%-air sebagai fase geraknya, maka seorang analis lalu memvariasi persentase asetonitrilnya menjadi misalkan 33, 36, dan 39% lalu melihat pengaruhnya pada waktu retensi analit yang diuji.
Atau dapat juga dengan penambahan asam dan basa untuk mengetahui kondisi ketahanan metode dengan pengaruh pH.
Selanjutnya masih ada LOD, LOQ, dan sensitivitas silang di artikel selanjutnya!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: