Skip to content
Iklan

AMMONIUM NITRAT & CARA MEMBUATNYA


Memang sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cara membuat nh4no3 atau ammonium nitrat di artikel lainnya , namun kali ini akan di jelaskan lebih lanjut yg berhubungan juga dengan sifat dan penjelasan yang lebih lengkapnya. Ammonium Nitrat ialah sebuah senyawa anorganik yang termasuk dalam golongan garam amoniak. Garam – garam amoniak tersebut dapat terbentuk bila amoniak direaksikan dengan asam. Umumnya garam ammonium berbentuk padatan putih dan sangat mudah larut dalam air. Bila dipanaskan pada temperatur diatas 2000C, garam ammonium akan mengurai dan menguap. Sedangkan bila direaksikan dengan basa dalam bentuk larutan akan dibebaskan amoniak.

AMMONIUM NITRAT & CARA MEMBUATNYAAmmonium nitrat yang digunakan sebagai bahan baku bahan peledak emulsi batangan adalah ammonium nitrat yang berbentuk serbuk (chemical pure) untuk bahan peledak jenis emulsi dan ammonium nitrat yang berbentuk prilled (PP) untuk bahan peledak ANFO (Ammonium Nitrat Fuel Oil). Selain digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan peledak, ammonium nitrat juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk nitrogen, karena ammonium nitrat mengandung nitrogen sebanyak ± 35% dan sebagai bahan baku pembius.

Bentuk hablur dari ammonium nitrat yang digunakan untuk bahan peledak terdiri dari dua bentuk, yaitu bentuk serbuk (powder) dan bentuk butiran (prilled). Kedua bentuk ammonium nitrat tersebut berwarna putih.
Berdasarkan sifatnya yang mudah menyerap air maka penyimpanannya, ammonium nitrat harus disimpan ditempat tertutup.

Proses Produksi Ammonium Nitrat.
Sampai saat ini telah dikenal berbagai macam proses pembuatan Amonium Nitrat, diantaranya:

  1. Proses Grainer
    Proses ini merupakan proses yang sudah tua dan jarang digunakan lagi. Proses ini dilakukan dengan cara memekatkan larutan Amonium Nitrat hasil netralisasi pada evaporator, sehingga konsentrasi larutan mencapai 98–98,5 % berat, pada suhu 305–310 oF. Kristalisasi dilakukan pada Graining Kettle dimana larutan panas diaduk, sampai kristal terbentuk mengandung 0,1% berat moisture. Proses ini mahal dan berbahaya dan butir yang dihasilkan terlalu kecil untuk digunakan sebagai pupuk walaupun cocok untuk amunisi. (Faith, et all, 1996 ).

  2. Proses Prilling
    Gas Amoniak dan Asam Nitrat di reaksikan dalam sebuah reaktor dengan reaksi netralisasi. Reaksi bersifat eksotermis yang menghasilkan steam. Suhu maksimum reaktor dibatasi 200 oC. Konsentrasi produk keluar reaktor sebesar 86% berat. Larutan Amonium Nitrat tersebut kemudian dipekatkan dengan falling film evaporator. Untuk menghasilkan High Density Amonium Nitrat maka larutan dipekatkan hingga mendekati 99,8% berat (untuk keperluan industri peledak). Larutan kemudian dipompa ke prilling tower, prill Amonium Nitrat yang terbentuk dikeringkan, didinginkan diayak untuk mendapat butir yang seragam kemudian dilapis dengan Kalsium Tri Pospat dan di packing. (McKetta, 1984).

  3. Proses Stengel
    Proses ini menghasilkan High Density Amonium Nitrat. Gas Amoniak dan asam nitrat yang telah diberi pemanasan pendahuluan diumpankan secara kontinyu dari atas vertical packed reactor. Suhu reaksi dibatasi pada 200 OC. Larutan Amonium Nitrat yang terbentuk langsung masuk ke dalam cyclon separator yang menjadi satu dengan reaktor. Produk keluar unit separator berupa lelehan Amonium Nitrat dengan kandungan air 0,2 % berat dan suhu lelehan sekitar 200oC. Lelehan tersebut kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil (prill) dengan cara menjatuhkannya melalui menara tembak (prilling tower), atau menjadi serpih (flakes) dengan mendinginkannya diatas sabuk (belt) atau drum. Prill atau serpih Amonium Nitrat selanjutnya diayak untuk mendapatkan ukuran butir yang seragam dan dilakukan pelapisan dengan Kalsium Tri Pospat dalam drum pelapis agar tidak menggumpal ketika disimpan dalam penyimpan/zak. ( Austin, 1987 ).

  4. Proses Uhde
    Proses ini merupakan alternatif yang sangat populer karena mempunyai biaya investasi yang paling renadah. Proses Uhde ini dilakukan dengan mereaksikan gas Amoniak dan Asam Nitrat di dalam reaktor bubbling dengan reaksi netralisasi pada suhu mendekati 200 0C dan tekanan 4 – 5 bar. Larutan keluar reaktor dimasukkan kedalam flash drum setelah itu dipompakan ke evaporator untuk dipekatkan, sedang uap yang keluar dari evaporator sebagian digunakan sebagai media pemanas dan sebagian lagi diumpankan ke absorber sebagai penyerap gas amoniak. Larutan keluar evaporator masuk ke prilling tower, prill Amonium Nitrat yang terbentuk didinginkan dan discreening untuk mendapatkan butir prill Amonium Nitrat yang diinginkan. (Uhde GmbH, 1999)

Kami juga jual Ammonium Nitrat, silahkan ke artikel berikut

RELATED POST

Iklan

2 Comments »

  1. salam admin,,saya mau tanya kenapa alasan banyak perusahan pembuat amonium nitra menggunakan reaktor gelembung atau bubble coulum reaktor,,pejelsannya saya harap bisa di kirirm lagsung k email saya (ayat92bima@gmail.com)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: