Skip to content
Iklan

Dapatkah Tembaga Mencegah Penyebaran Virus Ebola?


141030101243-large

Peneliti dari University of Southampton telah menunjukkan bahwa tembaga dapat membantu mencegah penyebaran Ebola.

Baru-baru ini telah ditemukan terobosan baru, peneliti berhasil menemukan bahwa tembaga dapat membantu mencegah penyebaran Ebola. Ketika kita mencuci tangan, desinfektan dan prosedur karantina sendiri tidak cukup untuk mencegah penyebaran virus. Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Bill Keevil di University of Southampton ini telah menawarkan bukti yang menjanjikan bahwa tembaga antimikroba adalah bahan rekayasan dengan manfaat intrinsik yang bisa menjadi tambahan yang berharga untuk langkah-langkah yang ditetapkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa virus Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari  orang yang terinfeksi atau melalui paparan benda yang terkontaminasi. Virus yang mirip dengan Ebola rentan terhadap berbagai desinfektan, tetap pengujian terhadap Ebola sendiri saat ini tidak dapat dilakukan karena keterbatasan akses ke laboratorium dengan izin keamanan yang diperlukan. Oleh karena intu, CDC telah menginstruksikan rumah sakit untuk menggunakan desinfektan dengan membuktikan keampuhan terhadap virus yang resisten seperti norovirus, adenovirus, dan poliovirus.

Profesor Bill Keevil selaku Ketua Lingkungan Kesehatan di University of Southampton menunjukkan kemampuan tembaga untuk cepat dan benar-benar menonaktifkan norovirus. Penelitian terbaru di Jerman juga telah dieksplorasi efektivitasnya terhadap agen Biothreat virus lainnya. Uji klinis yang dilakukan di Inggris, Amerika Serikat dan Chile telah menunjukkan bahwa permukaan yang terbuat dari tembaga atau perpaduan dari tembaga padat kolektif disebut tembaga antimikroba yang dapat mengurangi kontaminasi lebih dari 80 persen. Hasil ini menunjukkan peran potensial untuk tembaga antimikroba dalam penyebaran Ebola.

Profesor Keevil menjelaskan bahwa berdasarkan penelitiannya pada virus dari struktur genetik yang sama, mereka juga berharap bahwa tembaga bisa untuk menonaktifkan Ebola serta untuk membantu mengendalikan penyebaran virus ini jika digunakan kepada publik.

Permukaan tembaga antimikroba telah digambarkan sebagai solusi tidak menyentuh yang berarti bahwa tidak ada langkah-langkah khusus atau intervensi manusia diperlukan untuk terus membunuh patogen yakni membersihkan secara teratur. Mengganti permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, kran, dan lampu dengan tembaga atau tembaga padat yang setara sehingga akan menyediakan lingkungan yang lebih higienis dengan lebih sedikit bakteri dan virus yang tersedia untuk menyebarkan infeksi. Dengan pemikiran ini, penggunaan permukaan tembaga antimikroba bisa menawarkan metode tambahan untuk mengendalikan penyebaran saat Ebola.

Sumber : sciencedaily.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s